Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Feminisme

Kajian Feminisme

Ratings: (0)|Views: 2,058 |Likes:

More info:

Published by: Erisy Syawiril Ammah on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
Kajian Feminisme
Feminis?Apakah mutlak dunia milik wanita?atau justru laki-laki berperan di dalamnya?
Kamis, 06 Maret 2008
1.Pendahuluan
1.Latar Belakang
Puisi merupakan genre sastra yang memiliki daya pengimajian yang tinggi.Oleh karena itu puisi menempati posisi yang istimewa, dianggap sebagai bentuk sastra yang paling sastra. Bahasa estetis yang ditampilkan paling padat, sublim liar,dan elok. Teew dalam Wijoto (2001) memandang bahwa puisi-puisi di Indonesiamemiliki beberapa diksi yang menmpati peringkat estetis yang tinggi. Diksi-diksiyang digunakan dalam puisi seakan-akan membangkitkan mitologi kesucian puisidari diksi khalayak riuh. Diksi-diksi itu seperti cinta, dendam, lembah, kematian,keabadian, sunyi, sepi, ilalang yang merupakan kata yang sudah tidak asing lagi.Hampir di setipa puisi menghadirkan kosa kata yang demikian.Kumpulan sajak ”Nikah Ilalang” karya Dorothea Rosa Herliany juga banyak memunculkan diksi yang sudah tidak awam bagi pembaca puisi. Hal itu dapat dilihatdari beberapa judul yang menghiasi halaman daftar isi. Dari judul tesebut pembacasudah dapat melihat diksi yang dimaksud, seperti: Nikah Ilalang, Prosa Daundaun,Puisi Keabadian, Puisi Keakasih, dan Sajak Bercinta. Jika ingin membaca lebihlanjut, maka pembaca dapat menemukan ratusan diksi yang bernilai sangat estetis danmenampilkan suasana perlawanan untuk mensejajarkan kedudukan antara pribadi dan perempuan, meskipun hanya melalui bahasa puisi.Kumpulan sajak ini berisi 112 puisi dengan tema yang hampir sama, namunsubjek yang spesifik dengan gender dan emansipasi diambil 25 puisi yang relevan.
 
Dorothea Rosa Herliany, lahir di Magelang, 20 Oktober 1963. ia merupakansalah satu penulis perempuan yang sangat potensial. Hal itu ditunjukkan melaluikarya-karyanya yang terhampar baik di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti:Horison, Kompas, Solidarity (Filipina), dan Heat (Australia).Buku kumpulan puisi yang sudah terbit antara lain: Nyanyian Gaduh (1987),Kepompong Sunyi (1993), Nikah Ilalang (1995), MimpiGugur Daun Zaitun (1999).Dorothea Rosa Herliany merupakan penyair yang banyak menyiarkan puisi- puisinya di sepanjang dekade 80-90an, di antara penyair perempuan lainnya sepertiTien Marni, Upita Agustine, Nyoman Netiningsih, Muliarti Aryani, Siti Zar’ah,Dhenok Kristanti, Nana Ernawati, atau Ulfiatin CH, yang sebagian besar lahir tahun60an, dan sebagian aktivitas kepenyairan mereka tidak kedengaran lagi (Malna, 2003:117)Kumpulan puisi ini dikaji secara interdisipliner yaitu melalui pendekatanstruktural semiotik dan pendekatan feminisme. Pendekatan struktural semiotik difokuskan pada diksi dan kiasan bahasa yang digunakan dalam puisi yangmenunjukkan adanya gender dan emansipasi wanita yang tidak lain menggunakan pendekatan feminisme dalam kajian analisisnya.Kumpulan puisi ini sangat sesuai dikaji secara struktural semiotik danfeminisme karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kumpulan puisi inimemiliki ratusan diksi dan bahasa kiasan yang bernilai sangat estetis danmenampilkan suasana perlawanan untuk mensejajarkan kedudukan antara pria dan perempuan. Selain itu, puisi ini memang sangat menarik karena Dorothea mampumengungkapkan kekuatan rasa keperempuanannya yang sangat tinggi dan mendalammelalui rangkaian kata-katanya setiap tulisannya dalam kumpulan puisi ini. Sepertiyang dikemukakan oleh Alka (2005) bahwa kompleksitas rasa pada perempuanmemiliki daya penggugah yang cukup kuat untuk menulis puisi. Perasaan pada perempuan begitu dalam. Karena itu, potensi perempuan dalam menulis puisikemungkinan dapat melebihi laki-laki. Perempuan mampu mengubah kekuatan
 
 perasaannya membentuk aksara di atas kertas, membawa kata menjadi bermakna,menjadikan imajinasi penuh rasa. Dan mengungkap realitas dengan perasaan yangdalam menjadi puisi yang terurai dan berkembang. Hal semacam itulah yang dimilikioleh Dorothea yang tertuang melalui kumpulan sajak ”Nikah Ilalang” ini.Dorothea mampu menciptakan diksi yang melebihi diksi yang digunakanoleh laki-laki, demikian pula dengan pemakaian bahasa kiasannya. Diksi dan bahasakiasan ini yang digunakan untuk menunjukkan sisi feminitas pada diri seorang perempuan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah penelitian ini dapat dirumuskansebagai berikut.1) Bagaimana penggunaan diksi dan kiasan bahasa yang digunakan dalamkumpulan sajak ”Nikah Ilalang” karya Dorothea Rosa Herliany?2) Bagaimana diksi dan kiasan bahasa tersebut menunjukkan adanya gender danemansipasi wanita dalam kumpulan sajak ”Nikah Ilalang” karya DorotheaRosa Herliany?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, tujuan penelitian inisebagai berikut.1) Mendeskripsikan penggunaan diksi dan kiasan bahasa yang digunakan dalamkumpulan sajak ”Nikah Ilalang” karya Dorothea Rosa Herliany

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dyah Hardiyanti liked this
Za'im Ragel liked this
Tee Tha liked this
Rang Gapas liked this
Agustia Nursanti liked this
Agustia Nursanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->