Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 269|Likes:
Published by Denmas Tito

More info:

Published by: Denmas Tito on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/31/2011

pdf

text

original

 
1
Universitas Indonesia
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang sangat bergantung dengan manusia lain. Dalam berbagai level kehidupan baik yang bersifat hubungan personal maupun komersial, manusia bekerjasama dengan orang lain untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Basis utama yangmerekatkan kerjasama antar manusia adalah kepercayaan, seperti yang dikatakan Ward danSmith (2003:8) dengan kepercayaan kita bergantung dengan pihak lain untuk menyelesaikankepentingan kita. Pendapat sosiologis Sztompka (2003:8) senada pentingnya kepercayaanmuncul secara langsung dari naluri manusia sebagai makhluk sosial yang hanya dapat meraihkebutuhannya dengan cara aktivitas kerjasama dan terkordinasi. Namun berbeda dengan kerjasama dalam konteks personal yang lebih banyak konteksdengan perasaan dibandingkan basis rasional. Hubungan bisnis terkait dengan masalah denganresiko untung-rugi, sehingga keputusan untuk memberikan kepercayaan kepada rekanan bisnisdidorong oleh pertimbangan rasional seperti contohnya ketika seorang pembeli ketika akanmemutuskan bertransaksi barang akan melihat apakah penjualnya bisa dipercaya tidak menjual barang palsu atau berkualitas rendah atau dalam kasus korporasi memutuskan konsultan bisnismana yang akan dipilih untuk membantu bisnis akan didasarkan sebuah kepercayaan sebagai bagian manajemen resiko atau dalam kasus lain ketika seorang penumpang pesawat memilihlayanan Singapore Airlines dan menolak menggunakan maskapai penerbangan nasional bermakna dia memberikan kepercayaan penuh kepada sistem pelayanan mulai dari pilot, layanantiket, pramugari, bagasi dll dan sebaliknya tidak memiliki kepercayaan terhadap maskapainasional. Seperti yang dikatakan Ardan dan Smith (2003:8), kepercayaan bukanlah tindakanyang bebas resiko tetapi sebuah tindakan yang memiliki resiko besar, dalam arti tidak ada pengganti untuk itu dan konsekuensi dan implikasi yang tidak dapat dihindari.Penelitian ini akan mengkaji kepercayaan dalam konteks relasi bisnis antara klien dengankonsultan humas. Industri konsultan humas pada awalnya di mulai pada 20 di Amerika Serikatdan berkembang seiring kebutuhan komunikasi korporasi dan makin rumitnya hubungan
 
2
 
Universitas Indonesia
korporasi dan masalah dengan pemangku kepentingan korporasi. Konsultan humas dikatakanHinrichsen dibutuhkan untuk meningkatkan reputasi dan hubungan organisasi dengan publik organisasi (Encyclopedia of Public Relations, 2005:687). Lanskap industri konsultan hubunganmasyarakat
 
dunia selama 10 tahun terakhir ini berubah secara total dibandingkan masasebelumnya semakin dibutuhkan dan menempati posisi sentral dalam fungsi komunikasikorporat. Sejalan dengan perkembangan bisnis konsultasi kehumasan dunia, di Indonesia indusriini juga tumbuh sangat cepat. Hal ini ini terkait perubahan fungsi hubungan masyarakat
 
 baik dalam organisasi perusahaan maupun organisasi nirlaba makin meningkat pesat, jauh berbedadibandingkan fungsi pada masa sebelumnya di mana fungsi hubungan masyarakat masih dinilaimarjinal dalam fungsi manajemen korporasi. Pada perkembangan awal di Indonesia, hubunganmasyarakat
 
masih sebatas menjalankan fungsi protokoler dalam organisasi seperti penerimatamu, perayaan yang bersifat seremonial (ultah organisasi, pertemuan.Pada saat ini banyak konsultan hubungan masyarakat nasional yang didirikan praktisikehumasan nasional, sebut saja Inke Maris (Inke Maris), Fortune PR (Miranti Abidin), AgrakomPR (Hana Budiono), Maverick (Ong Hock Chuan), Intermatrix (Wimar Witoelar), Ida Sudoyo,IPM (Maria Wongsonegoro), Noke Kiroyan (Kiroyan Partners). Selain konsultan-konsultan PR  berskala besar, tumbuh juga perusahan-perusahaan jasa kehumasan berskala kecil atau konsultanindividu yang memberikan jasa layanan kehumasan. Pada dasawarsa 90-an, konsultan hubunganmasyarkat asing mulai masuk ke pasar Indonesia. Terdapat dua cara yang bisa ditempuhkonsultan hubungan masyarakat asing untuk masuk ke pasar Indonesia dengan Menjalinkerjasama bisnis dengan perusahaan konsultan PR Indonesia yang sudah ada. Cara ini ditempuhantara lain oleh Edelman yang menggandeng Indo Pacific (2007), Gavin International yangmenggandeng Maverick (2008) atau cara yang kedua kedua yang bisa ditempuh konsultan humas
 
asing adalah mendirikan perusahaan tersendiri. Langkah ini dilakukan oleh Weber Shandwick,APCO, Ogilyv PR Worldwide, Burston Marsteller, Gollin Harris.Makin kompetitifnya industri bisnis konsultan kehumasan di Indonesia ini sebuahkeharusan bagi praktisi setiap konsultan humas baik konsultan lokal maupun internasional untuk mengelola kepercayaan dengan klien. Jika kepercayaan klien hancur bukan tidak mungkin klienakan pindah menggunakan konsultan lain atau bahkan membangun divisi humas sendiri karenatrauma dengan layanan konsultan. Di sini peneliti ini, akan fokus melihat bagaimana proses
 
3
 
Universitas Indonesia
 pembentukan kepercayaan antara klien dan konsultan dibangun? Aspek apa saja yang menjadi pertimbangan klien memberikan kepercayaan kepada konsultan PR. Apa manfaat dari sebuahkepercayaan yang didapatkan dari klien? Bagaimana dampak hilangnya kepercayaan ataumenebalnya kepercayaan terhadap hubungan konsultan.
1.2 Rumusan Masalah
Menurut Ihlen dan Van Ruler, studi hubungan masyarakat
 
 biasanya selalu dikaji dari perspektif manajerial atau instrumental. Akan tetapi untuk memahami peran hubunganmasyarakat dalam membantun kepercayaan atau menciptakan ketidakpercayaan- ilmu hubunganmasyarakat juga perlu dikaji sebagai fenomena sosial (2009:03).Salah satunya penelitian dalam konteks relasi klien-konsultan yang pernah dilakukan (Chia,2004), yang meneliti hubungan klien-konsultan hubungan masyarakat di Australia.Pembangunan dan pembentukan hubungan telah menjadi bagian sangat penting dalam praktek PR dan merubah paradigma relasional bagaimana profesi PR bekerja (Chia, 278:2004). MenurutHinrichsen dalam Encyclopedia of Public Relations (2005:132), tekanan terbesar untuk mengelola hubungan yang baik bergantung pada pihak konsultan hubungan masyarakat.Kemampuan membangun hubungan yang erat adalah salah satu ketrampilan penting darikonsultan hubungan masyarakat. Konsultan hubungan masyarakat tidak hanyamendemonstrasikan keahlian dalam hubungan masyarakat tapi juga secara konstan membangunrelasi yang kuat dengan menyediakan jasa.Secara garis besar, model hubungan konsultan hubungan masyarakat dengan kliennya bisadigolongkan ke dalam tiga tipe yang secara umum diaplikasikan ke dalam industri konsultasiyaitu pola hubungan jual beli pola, hubungan dokter-pasien dan ketiga pola proses. Polahubungan ini pertama kali dikemukakan oleh Edgar Schein (Rudolp dan Johson: 1983: 12).Menurut Sztompka (2003:62), relasi terjadi ketika bertindak bersama, secara kolektif, merekamencoba mencapai tujuan sama, yang tidak dapat diraih secara individual. Kepercayaan bisadisimpulkan sebagai pra kondisi dari sebuah kerjasama dan juga produk dari suksesnya sebuahkerjasama. Sebagaimana yang dikemukakan oleh teoritisi sosial dalam Sztompka (2003:62)³kepercayaan adalah pelumas bagi kerjasama´ (Dasgupta), atau ³ kepercayaan adalah basis

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->