Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab III Tesis

Bab III Tesis

Ratings: (0)|Views: 1,532|Likes:
Published by Denmas Tito

More info:

Published by: Denmas Tito on May 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

 
32Universitas Indonesia
BAB 3METODE PENELITIAN3.1 Pendekatan Penelitian, Sifat Penelitian dan Metode Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan perspektif sosiologis.Hubungan masyarakat biasanya dikaji mengggunakan perspektif instrumental manajerial.Sehingga, memahami perannya dalam membangun kepercayaan atau menciptakanketidakpercayaan dan juga dalam perkembangan-atau sebaliknya penghancuran- organisasi,hubungan masyarakat juga perlu dikaji sebagai fenomena sosial. Teori sosial dapat membantukita memahami proses hubungan masyarakat dalam level sosial, organisasi dan individu (Ihlen,Ãyvind.; Fredrikson, Magnus.; Ruler, Betteke van, 2009:1). Pendekatan sosiologis tidak hanyamengkaji hubungan masyarakat pada tataran level makro (sosial). Pendekatan sosiologisterhadap hubungan masyarakat juga dapat memberikan pemahaman praktis terhadap level meso(organisasi) dan level mikro (individu). (Ihlen, Ãyvind.; Fredrikson, Magnus.; Ruler, Bettekevan, 2009: 3)Menurut Creswell (2003:1) penelitian kualitatif adalah sebuah proses penyelidikanuntuk memahami masalah sosial atau masalah manusia, berdasarkan pada penciptaan gambaranholistik lengkap yang dibentuk dengan kata-kata, melaporkan pandangan informan secaraterperinci, dan disusun dalam sebuah latar alamiah.Tujuan dari penelitian kualitatif adalah menggambarkan sebuah susunan perspektif atauinformasi dari sebuah masalah. Kriteria redudansi diperoleh ketika inklusi atau penambahanresponden tidak akan signifikan menambah informasi baru atau pemahaman masalah(Vanderstoep dan Johnston, 2009:188). Dalam penelitian kualitatif, peneliti berhubungandengan yang diteliti, hubungan ini dalam bentuk tinggal bersama atau mengamati informandalam periode yang lama, atau kerjasama nyata. Ringkasnya, peneliti berusaha meminimalkan jarak antara dirinya dan yang diteliti (Creswell, 2003:5).
 
33Universitas Indonesia
Desain kualitatif adalah desain yang tidak memiliki ”peraturan” dan ”prosedur” tetap,tetapi lebih terbuka dan terus berkembang. Desain ini membutuhkan individu yang bersediamengambil resiko yang melekat dalam prosedur yang rancu (Creswell, 2003:6). Dipilihnya penelitian kualitatif karena peneliti merasa tidak memiliki informasi yang memadai terhadapobjek yang diteliti, yaitu konsultan humas di Indonesia khususnya basis mengenai klien yangmenggunakan jasa layanan konsultan. Industri PR Indonesia saat ini susah dipetakan dikarenakan pelaku industrinya tidak jelas. Industri humas memang tidak seperti industri perbankan atau bidang usaha lain yang punya tokoh 'jagoan' yang jelas. Jago dalam hal besaran aset, penjualan,atau berbagai indikator lain yang bisa dipakai untuk mengukur skala setiap pemain dalam satuindustri
1
. Hal ini sesuai dengan pandangan Creswell (2003:9), untuk penelitian kualitatif masalah penelitian harus digali karena hanya tersedia sedikit informasi mengenai topik tersebut.Variabel-variabel tidak diketahui secara luas dan peneliti harus memusatkan perhatian padakonteks yang dapat membentuk pemahaman mengenai fenomena yang sedang diteliti. Dalam banyak penelitian kualitatif, sebuah dasar teori tidak menuntun penelitian karena teori yang adatidak mencukupi, tidak lengkap atau hilang.Penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (
case studies
). Menurut Yin (2003:12) mendefinisikan studi kasus sebagai sebuah penelitian ilmiahyang menginvestigasi sebuah fenomena kontemporer di dalam konteks kehidupan khususnyaketika batas antara fenomena dan konteks tidak jelas. Penelitian studi kasus adalah sebuahstrategi penelitian yang terdiri atas metode yang mencakup semua- meliputi logika desain, teknik koleksi data, dan pendekatan spesifik terhadap analis data. Dalam kata lain, studi kasus tidak sajasebuah taktik mendapatkan data semata atau hanya sebuah bentuk desain saja tetapi strategi penelitian yang bersifat komprehensif (Stoeker dalam Yin, 2003:13).Sedangkan Stake dalam Vanderstoep dan Johnston (2009:209) melihat penelitian studikasus sebagai sesuatu yang spesifik, kompleks, dan memiliki fungsi yakni sebuah sistem yangterikat. Sebuah kasus berbentuk sistem terintegrasi, bagian sistem yang tidak berfungsi dengan baik dan memiliki manfaat yang mungkin irasional, tapi hal tersebut tetaplah menjadi sebuahsistem. Dengan demikian orang-orang atau program-program tersebut bpotensial menjadi sebuahkasus .
1
Bisnis Indonesia, 9 Juni 2009
 
34Universitas Indonesia
Contoh sebuah sistem antara lain sebuah organisasi, sebuah korporasi, sebuah dukungankelompok, atau kelompok mahasiswa. Sebuah sistem mungkin dibatasi oleh ukuran, waktu, ataukegunaan. Sebuah sistem digolongkan secara keseluruhan, ketergantungan antar bagiannya,
non- summativity
, dan sebuah kecenderungan mencapai sebuah titik keseimbangan (Vanderstoep danJohnston, 2009:209).Peneliti dalam studi kasus ini menggunakan pendekatan studi kasus kolektif, dalamkonteks penelitian ini melakukan studi kasus berupa studi kepercayaan dalam relasi klien-konsultan hubungan masyarakat. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Vanderstoep danJohnston (2009:209), sebuah studi kasus kolektif melibatkan sebuah perbandingan antara beberapa kasus yang berhubungan, contohnya adalah sebuah perbandingan organisasi korporasi.
3.2 Informan Penelitian
Dalam penelitian studi kasus ini, peneliti menggunakan teknik sampel purposif 
 
denganobjek penelitian utama klien konsultan humas. Sedangkan konsultan humas merupakan informan pendukung. Teknik sampling memungkinkan peneliti untuk memilih sampel untuk sesuai dengantujuan penelitian. Peneliti mungkin memiliki pengetahuan sebelumnya yang menunjukkan bahwakelompok tertentu adalah penting untuk penelitian kita dan kita memilih mereka subyek yangkita rasakan yang 'khas' contoh masalah yang ingin kita teliti (Alston dan Bowles ,2003:89-90).
3.3 Sumber Data Penelitian
Studi kualitatif menggunakan wawancara (proses tanya jawab tatap muka), observasietnografik, analisa dokumen dan material, analisa visual (Vanderstoep dan Johnston, 2009:189):1.
 
Wawancara, salah satu teknik riset kualitatif yang paling populer adalah wawancara.Secara mendasar terdapat tiga tipe wawancara yaitu
informal 
,
 guided 
, dan terstruktur.Sebuah wawancara informal memungkinkan peneliti melakukan wawancara secaramengalir dan menciptaka pertanyaan-pertanyaan tanpa dipersiapkan terlebih dahulusebagai hasil proses wawancara. Sebuah wawancara terstruktur mengikuti kerangka pertanyaan yang ditentukan. Wawancara terstruktur ditulis dengan pemeriksaan,transisi, dan pertanyaan lanjutan. Hal ini mengurangi tekanan terhadap peneliti,dimana jika menggunakan wawancara informal harus berpikir cepat ketika

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lilik C. Mafula liked this
NUr Hatiey liked this
nico liked this
hadioetomo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->