pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakitasma pada anak usia 6-15 tahun di PuskesmasDelitua.
BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar belakang Anak merupakan potensi serta penerus cita-cita bangsa yang dasarnya diletakkan oleh generasisebelumnya. Oleh karena itu anak harus mendapat perhatian yang sempurna dalam pertumbuhandan perkembangannya, baik fisik maupun mentalnya sejak dini. Anak bukan miniatur dari dewasatetapi merupakan individu yang unik yang mempunyai kebutuhan khusus yang berbeda antara anakyang lain sesuai dengan tahap tumbuh kembang. (yupi, 2004). Salah satu yang menghalangipemenuhan tugas-tugas perkembangan adalah masalah kesehatan. Anak-anak sangat rentanterhadap penyakit. Segala macam penyakit dengan mudah menyerang tubuh anak termasukpenyakit asma, salah satunya adalah penyakit asma. (Wahyuni, 2004)Penyakit Asma adalah salah satu penyakit yang dikenal sebagai penyakit genetik dengan penyebabyang belum diketahui, sehingga belum mampu disembuhkan.Namun dengan menejemen yangbaik,pasien asma dapat disembuhkan dalam arti asmanya terkontrol.Dengan demikian,sipenderitadapat melakukan aktivitas sehari-hari.Asma yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggukualitas hidup anak berupa hambatan aktivitas fisik sebesar 30% bagi anak yang menderita asmadibanding dengan anak yang tidak menderita asma yakni sebesar 5%.Prevalensi asma diseluruh Dunia adalah sebesar 810% pada anak dan 3-5% pada orangdewasa,dan dalam 10 tahun terakhir ini meningkat sebesar 50%. Prevalensi di Jepang dilaporkanmeningkat 3 kali dari 1,2% menjadi 3,14% dan lebih banyak pada usia muda prevalensi akutdidaerah lembab (Belmont) dari 4,4% menjadi 11,9%Singapura dari 3,9% menjadi 13,7% dan anakdengan bakat atopi sebanyak 20,5%,mengi 2%,dan para Ilmuan Kanada juga melakukan risetterhadap 170.960 anak mulai dari usia baru lahir sampai 6 tahun. Dari jumlah keseluruhan tersebutditemukan 14,1% anak yang menderita asma.Data WHO menunjukkan,ada 100-150 juta penyandang ASMA didunia.Jumlah penderita terusbertambah 180 ribu orang setiap tahunnya.Di Indonesia pada akhir tahun ini,diperkirakan 2-5 persenpenduduk indonesia atau 11 juta orang menderita ASMA.(harian Global,2008). Dirjen PelayananMedik (Yanmed) Departemen Kesehatan Sri Astuti Suparmanto mengatakan prevalensi asma padaanak cukup tinggi,meski demikian pemerintah kita belum memiliki data yang rinci untuk tiap-tiapwilayah,Prevalensi pada anak SD berkisar antara 3,7%-16,4% sedang pada anak SMP dijakarta5,8%,laporan saat memperingati hari ASMA Se-Dunia.Berdasarkan Survei Kesehatan RumahTangga (SKRT), penyakit-penyakit yang menyebabkan sesak napas seperti Bronkhitis,Emfisemadan Asma merupakan penyebab kematian ke-7 Di Indonesia. (Hendra,2004)Insiden asma ini bisa diketahui sejak usia kurang dari dua tahun.studi ini menemukan bahwa anakyang mempunyai saudara kandung memiliki resiko terserang asma yang lebih kecil dibanding yangtidak.Fakta ini lumayan mengejutkan dan masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahuipenyebabnya.Dari analisa terhadap kelompok anak diatas,anak yang lahir dari bulan juli hinggadesember lebih banyak menderita asma di banding anak yang lahir pada bulan januari sampaimaret.Anak laki-laki lebih banyak mengalami peningkatan resiko asma di banding anak perempuanterutama di daerah urban dan terlahir prematur.Selain itu hal lain yang meningkat kan resiko asmaadalah rendahnya bobot tubuh ketika di lahirkan dan sangat jarang mendapat perawatan medis olehdokter.Dari data yang diperoleh dari Puskesmas Delitua, bahwa dari ibu yang membawa anaknya berobatke puskesmas pada bulan Oktober 2008 sebanyak 120 orang dan terdapat 20 anak usia 6-15 tahunyang menderita penyakit asma.