Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
IMPLANTASI (adnan, UNM)

IMPLANTASI (adnan, UNM)

Ratings: (0)|Views: 1,302 |Likes:
Published by Adnan Gassing

More info:

Published by: Adnan Gassing on Jun 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
1
IMPLANTASI DAN SELAPUT EKSTRA EMBRIO AdnanBiologi, FMIPA UNM, 2010
Implantasi atau nidasi adalah menempelnya atau tertanamnya ovum yang sudah dibuahi pada dinding endometrium induk. Implantasimemerlukan penetrasi melalui epitel uterus disertai sedikit tanda nekrosis. Untuk memudahkan pemahaman dalam proses implantasi,keadaan rahim sebelum dan pada saat implantasi perlu diketahui..
 A.
 
RAHIM PADA SAAT IMPLANTASI
Dinding rahim terdiri atas tiga lapisan yaitu endometrium atauselaput lender yang membatasi dinding bagian dalam, miometrium yangmerupakan lapisan otot polos yang tebal, dan perimetrium yang melapisidinding sebelah luarnya.Implantasi berlangsung bila endometrium berada dalam fasesekresi. Kelenjar-kelenjar uterus mengandung glikoprotein danglikogen. Pembuluh-pembuluh darah melebar, lamina propria sedikit membengkak dan endometrium menebal hingga mencapai ketebalan 5mm. Keadaan tersebut di atas terjadi karena kegiatan progesterone yang dihasilkan oleh korpus luteum. Tanda pertama pengaruhprogesterone ini dapat dikenal 2-3 hari setelah ovulasi. Pada saat itukelenjar uterus dan pembuluh darah menjadi berkelok-kelok dan jaringan banyak mengandung cairan. Akibatnya pada endometriumdapat dikenali dengan adanya tiga lapisan yang berbeda, yaitu lapisanpadat pada bagian permukaan luar, lapisan spongiosa di tengah, danlapisan dasar yang tipis pada bagian dalam. Apabila ovum dibuahi, kelenjar di dalam endometrium memper-lihatkan peningkatan penggetahan dan pembuluh darah menjadi lebih berkelok-kelok serta membentuk jaringan pembuluh kapiler yang padat 
 
2
di bawah permukaan rahim. Akibatnya endometrium menjadi sangat sembab. Dalam keadaan normal blastokista manusia berimplantasidalam endometrium sepanjang dinding posterior atau anterior badanrahim dimana ia terbenam diantara muara-muara kelenjar selaput lendir rahim. Apabila oosit tidak dibuahi, pembuluh balik kecil dan ruang-ruangsinusoid berangsur-angsur dipenuhi dengan sel-sel darah dan dapat terlihat suatu diapedisi darah yang luas ke dalam jaringan. Ketika haidmulai berlangsung, darah keluar dari pembuluh di permukaan danpotongan-potongan kecil jaringan dan kelenjar dilepaskan. Selama tiga atau empat hari berikutnya, lapisan padat dan spongiosa dikeluarkandari rahim dan lapisan dasar merupakan satu-satunya bagian selaput lender rahim yang tertinggal. Lapisan ini mendapatkan darah darinadinya sendiri, yaitu arteri basalis, dan berfungsi sebagai lapisanpemulihan dalam pembentukan kembali kelenjar dan pembuluh darahpada fase proliferasi berikutnya.
B.
 
 TAHAP-TAHAP IMPLANTASI
Implantasi bukan merupakan suatu kejadian tunggal, melainkansuatu proses yang berlangsung secara bertahap. Beberapa tahapimplantasi yaitu:1)
 
menempelnya (adhesi) trophoblas ke dalam mukosa uterus2)
 
Penetrasi trophoblas ke dalam mukosa uterus3)
 
Reaksi (respon aktif) jaringan induk (mukosa) atau reaksi desidua pada organisme yang memiliki plasenta desidua 4)
 
Proliferasi sel-sel jaringan uterusa terhenti setelah mencapaikondisi optimal atau stabil (dikontrol oleh hormone progesteronedan korpus luteum)Pada embrio, sebelum terimplantasi, zona pellusida mengalamilisis. Pada mencit waktunya 4,5 – 6 hari kehamilan, sedangkan pada manusia 6.5 – 14 hari kehamilan.
 
3
Gambar 10.1 Blastokista manusia did lam rongga rahim 4,5 harisetelah pembuahan (Sadler, 1988)Selama berlangsungnya implantasi, trophoblas berdifferensiasimenjadi dua lapisan, yaitu sinsitiotrophoblas atau sinsitium dansitotrophoblas. Sinsitiotrophoblas merupakan lapisan luar yang berinti banyak tanpa batas sel yang jelas, sedangkan sitotrophoblas merupakanlapisan sel-sel berinti tunggal dan besar. Mitosis dijumpai pada daerahsitotrophoblas tetapi tidak pernah dijumpai di dalam sinsitium walaupun lapisan ini tetap bertambah tebal. Diduga lapisan sel-seltrophoblas yang membelah dalam sitotrophoblas kemudian berpindah kedalam sinsitiotrophoblas dimana mereka bwercampur dan kehilanganmembrane selnya. Sementara itu massa sel-sel dalam (inner cell mass)atau embrioblas juga berdifferensiasi menjadi dua lapisan, yaitulapisan hipoblas yang berbentuk kuboid dan lapisan epiblas yang berbentuk kolumnar. Sel-sel dari setiap lapisan membentuk suatucakram pipih dan secara bersama-sama disebut cakram mudigah bilaminer (gambar 10.2 )

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->