Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
74Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep TBC Paru

Askep TBC Paru

Ratings: (0)|Views: 4,804 |Likes:
Published by Lp Askep Cuii Eaty

More info:

Published by: Lp Askep Cuii Eaty on Jun 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar BelakangOrgan Pernafasan merupakan hal yang vital bagi kelangsungan hidupmanusia. Menurut Maslow kebutuhan O
2
ditempatkan pada kebutuhan dasar yang paling utama. Dalam keadaan normal manusia tidak dapat bertahan hidup tanpaoksigen lebih dari 4-5 menit (Barbara Kozier, 1995). Orang bernafas padahakekatnya adalah untuk kelangsungan metabolisme sel agar dapat melakukanaktivitas secara adekuat. Proses pernafasan merupakan gabungan antara aktivitas berbagai mekanisme yang berperan dalam proses suplai oksigen ke seluruh tubuhdan pembuangan karbondioksida sebagai hasil dari pembakaran sel. Sesuaidengan fungsinya, yaitu menjamin tersedianya oksigen untuk kelangsunganmetabolisme sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbondioksida hasil metabolismesel secara terus menerus.TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh MycobakteriumTuberculosa yang merupakan bakteri batang tahan asam, organisme patogen atausaprofit yang biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui nuclei droplet lewatudara. Paru adalah tempat infeksi yang paling umum, tetapi penyakit ini jugadapat terjadi dimanapun di dalam tubuh. Biasanya bakteri membentuk lesi(tuberkel) didalam alveoli. Lesi ini merusak jaringan paru yang lain yang adadidekatnya, melalui aliran darah, system limfatik, atau bronki. Lesi pada alveoliyang terjadi melalui aliran darah, system limfatik, atau bronchi menyebabkantubuh mengalami reaksi alergi terhadap basil tuberkel dan proteinnya.
 
Respon imun seluler ini tampak dalam bentuk sensitisasi sel-sel T danterdeteksi oleh reaksi positif pada test kulit tuberkel. Apabila penderita TBC tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat, maka penderita akanmengalami gangguan pemenuhan oksigen, kerusakan pada paru yang luas, penurunan kapasitas vital, peningkatan ruang rugi, peningkatan rasio udararesidual terhadap kapasitas total paru, dan penurunan saturasi oksigen sekunder akibat infiltrasi / fibrosis parenkim sampai gejala yang membahayakan bagi oranglain yaitu penularan. Penularan bisa melalui bersin, tertawa, ataupun batuk.( Niluh Gede Yasmin Asih, keperawatan medidkal bedah. System pernafasan 83,2004 ). Akhir-akhir ini, insiden tuberculosis terutama yang resisten terhadap berbagai obat mengalami peningkatan.Saat ini penyakit Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan utamadi Indonesia. Pada tahun 1995 penyakit Tuberkulosis pernah menempati urutanketiga, bahkan pada tahun 1993 ditetapkan WHO sebagai tahun kedaruratanglobal Tuberkulosis. Masalah Tuberkulosis masih merupakan dilema bagi bangsaini dengan jumlah penderita tahun 1997 sebanyak + 450.000 orang dan setiaptahunnya penderita TBC akan bertambah sebesar 8 / 10.00 penduduk +150.000 penderita (Profil Kesehatan Indonesia 1997; 118).WHO telah memperkenalkan dan mengadopsi strategi
 Directly Observed Treatment Short Course
(DOTS) sebagai teknologi masyarakat yang terbuktiefektif dalam pemberantasan penyakit Tuberkulosis (P2TB) dengan pemberianobat anti tuberkulosis (OAT) yang dilakukan oleh PMO selama sembilan bulan,namun sayangnya di Indonesia, keberhasilan pengobatan yang dicapai hanyasekitar 50 % (koran BIDI, oleh Dr. Fachmi Idris, Oktober 2003;4). Bukti yang
 
terbaru menjelaskan, dari sekitar 47 % yang mencapai program keberhasilan pengobatan ternyata menunjukan angka kambuh ulang 27 % dan resistensi obat13 %, jadi angka yang sesungguhnya menunjukan peningkatan penyakit TBClebih tinggi (kompas 27 januari 2005).Berdasarkan studi dokumentasi dari bagian pencatatan dan pelaporan diRuang Mawar Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon - Banten.TABEL 1Proporsi Penderita Tuberculosis Paru yang DirawatDi RSKM Cilegon Bulan Januari - Desember 2005 No.KasusJumlahPersentase1.2.3.4.5.BronchopneumoniTBCAsmaBronkhitisEfusi Pleura42319910220856,2626,4613,562,651Total752100 %Berdasarkan kasus dengan sistem pernapasan akibat TBC menunjukanangka cukup tinggi sekali yaitu pada urutan pertama yaitu 79,5 %. Jika tidak segera ditangani dengan baik, penyakit pernafasan TB Paru dapat mengakibatkangangguan pada system pernafasan yaitu infiltrasi kecil lesi dini pada bidang paruatas, deposit kalsium dari lesi primer yang telah menyembuh, atau cairan darisuatu efusi. Selain system pernafasan ada banyak system yang terjangkiti sepertisistem kardiovaskular, sistem muskuloskeletal, sistem gastrointestinal, sistem persyarapan, dan sistem perkemihan.

Activity (74)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Isal Tulloh liked this
Isal Tulloh liked this
Tuti Rahayu liked this
Tuti Rahayu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->