Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aplikasi Timer Dan Counter Mikrokontroller At89s51 Dengan c

Aplikasi Timer Dan Counter Mikrokontroller At89s51 Dengan c

Ratings: (0)|Views: 762|Likes:
Published by Feri Wigiyanto

More info:

Published by: Feri Wigiyanto on Jun 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/27/2011

pdf

text

original

 
TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLLER 
PENDAHULUAN
Timer dan Counter merupakan sarana input yang kurang dapat perhatian pemakai mikrokontroler, dengan sarana input ini mikrokontroler dengan mudah bisadipakai untuk mengukur lebar pulsa, membangkitkan pulsa dengan lebar yang pasti,dipakai dalam pengendalian tegangan secara PWM (Pulse Width Modulation) dansangat diperlukan untuk aplikasi remote control dengan infra merah.Pada dasarnya sarana input yang satu ini merupakan seperangkat pencacah biner (binary counter) yang terhubung langsung ke saluran-data mikrokontroler, sehinggamikrokontroler bisa membaca kedudukan pancacah, bila diperlukan mikrokontroler dapat pula merubah kedudukan pencacah tersebut.Seperti layaknya pencacah biner, bilamana sinyal denyut (clock) yangdiumpankan sudah melebihi kapasitas pencacah, maka pada bagian akhir untaian pencacah akan timbul sinyal limpahan, sinyal ini merupakan suatu hal yang pentingsekali dalam pemakaian pencacah. Terjadinya limpahan pencacah ini dicatat dalamsebuah flip-flop tersendiri.Di samping itu, sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah harus pula bisadikendalikan dengan mudah. Hal-hal yang dibicarakan di atas diringkas dalam Gambar 1. MCS-51 mempunyai dua buah register timer/ counter 16 bit, yaitu Timer 0 dan Timer 1. Keduanya dapat dikonfigurasikan untuk beroperasi sebagai timer atau counter, sepertiyang terlihat pada gambar di bawah.179
 
Gambar 1.
Konsep dasar Timer/Counter sebagai sarana inputSinyal denyut yang diumpankan ke pencacah bisa dibedakan menjadi 2 macam,yang pertama yalah sinyal denyut dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnyadan yang kedua adalah sinyal denyut dengan frekuensi tidak tetap. Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnya, dikatakan pencacahtersebut bekerja sebagai timer, karena kedudukan pencacah tersebut setara denganwaktu yang bisa ditentukan dengan pasti.Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi yang tidak tetap, dikatakan pencacah tersebut bekerja sebagai counter, kedudukan pencacah tersebut hanyalahmenyatakan banyaknya pulsa yang sudah diterima pencacah. Untaian pencacah biner yang dipakai, bisa merupakan pencacah biner menaik (count up binary counter) atau pencacah biner menurun (count down binary counter).1.
Fasilitas Timer/Counter 
Keluarga mikrokontroler MCS51, misalnya AT89C51 dan AT89Cx051,dilengkapi dengan dua perangkat Timer/Counter, masing-masing dinamakan sebagaiTimer 0 dan Timer 1. Sedangkan untuk jenis yang lebih besar, misalnya AT89C52,mempunyai tambahan satu perangkat Timer/Counter lagi yang dinamakan sebagaiTimer 2.180
 
Perangkat Timer/Counter tersebut merupakan perangkat keras yang menjadi satudalam chip mikrokontroler MCS51, bagi pemakai mikrokontroler MCS51 perangkattersebut dikenal sebagai SFR (Special Function Register) yang berkedudukan sebagaimemori-data internal.Pencacah biner untuk Timer 0 dibentuk dengan register TL0(Timer 0 Low Byte, memori-data internal nomor $6A) dan register TH0 (Timer 0 HighByte, memori-data internal nomor $6C).Pencacah biner untuk Timer 1 dibentuk denganregister TL1 (Timer 1 Low Byte, memori-data internal nomor $6B) dan register TH1(Timer 1 High Byte, memori-data internal nomor $6D).Pencacah biner pembentuk Timer/Counter MCS51 merupakan pencacah biner menaik (count up binary counter) yang mencacah dari $0000 sampai $FFFF, saatkedudukan pencacah berubah dari $FFFF kembali ke $0000 akan timbul sinyallimpahan. Untuk mengatur kerja Timer/Counter dipakai 2 register tambahan yangdipakai bersama oleh Timer 0 dan Timer 1. Register tambahan tersebut adalah register TCON (Timer Control Register, memori-data internal nomor $88, bisa dialamat secara bit) dan register TMOD (Timer Mode Register, memori-data internal nomor $89).Pencacah biner Timer 0 dan 1 TL0, TH0, TL1 dan TH1 merupakan SF(Special Function Register) yang dipakai untuk membentuk pencacah biner perangkatTimer 0 dan Timer 1. Kapasitas keempat register tersebut masing-masing 8 bit, bisadisusun menjadi 4 macam Mode pencacah biner.Pada Mode 0, Mode 1 dan Mode 2 Timer 0 dan Timer 1 masing-masing bekerjasendiri, artinya bisa dibuat Timer 0 bekerja pada Mode 1 dan Timer 1 bekerja padaMode 2, atau kombinasi mode lainnya sesuai dengan keperluan. Pada Mode 3 TL0,TH0, TL1 dan TH1 dipakai bersama-sama untuk menyusun sistem timer yang tidak bisadi-kombinasi lain.181

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->