Menuju Rumah Tuhan
Haji sebagai mana ibadah yang laindalam agama Islam, dalampelaksanaanya melewati suatu proses yang dimulai dengan pengetahuanhaji, pelaksanaan haji, dan berakhirpada fungsi haji baik bagi diri sendirimahupun bagi masyarakat.Pengetahuan tentang haji merupakandasar yang menjadi acuan dalampelaksanaan haji itu sendiri. Sah atautidaknya ibadah haji sangatbergantung dengan penerapanketentuan-ketentuan formaltatalaksana ibadah haji seperti yangdijelaskan dalam fiqh (hokum Islam). Tatalaksana ibadah haji ini merupakanrankaian tatapelaksanaan ibadah haji yang telah ditetapkan oleh agama Is-lam dengan jalan
tauqifi
(langsungdiajarkan oleh Rasulullah).Sedangkanfungsi haji yang lebih menekankanpada nilai hakiki
mabrur
tidaknyapelaksanaan ibadah haji, tidak hanyabergantung pada ketentuan-ketentuanformalitas fiqh haji saja, akan tetapi juga bergantung pada penghayatanseseorang terhadap symbol-simbol yang terdapat dalam rangkaianpelaksanaan ibadah haji. Penghayatanakan symbol-simbol yang banyakdijelaskan dalam ilmu tasawwuf ini,secara garis besarnya merupakanmakna dari konsep
ihsan
dalampelaksanaan ibadah, yaitumelaksanakan ibadah seakan-akanmelihat Tuhan dan apabila tidakmelihat Tuhan maka sebenarnya Tuhan selalu melihat semuamakhluknya.Semua bagian dalam prosespelaksanaan ibadah haji tersebutmerupakan satu kesatuan yang utuh yang harus menjadi perhatian jamaahhaji, sehingga ibadah haji yangdilaksanakan tersebut dapatmemberikan nilai positif bagi dirinyadan bagi masyarakat. Hal ini,dikarenakan banyaknya hikmah dannilai-nilai filosofis dalam rangkaianibadaha haji yang dapat dijadikanpelajaran bagi jamaah haji dalammelanjutkan kehidupan nyataseterusnya. Oleh karena itu, selainharus diperhatikan oleh jamaah haji,hal ini juga harus menjadi perhatianpihak-pihak yang mengelolahpemberangkatan haji mulai daribimbingan manasik haji, pelayananpelaksanaan haji, mahupuntransformasi nilai-nilai ibadah hajipasca pelaksanaan. Dengan demikian,suksesnya pelaksanaan ibadah hajitidak hanya tergantung kepada jamaahsaja, akan tetapi juga tergantung padasistem pelayanan, sistem manajemendan sistem pendampingan oleh pihak-pihak pengelola haji, baik pihak swastamahupun pihak pemerintah.[]
PROLOG
3
Juni-Agustus 2011