Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PBL

PBL

Ratings: (0)|Views: 115|Likes:

More info:

Published by: Dina Adreini Tarigan Tamboen on Jun 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJARSISWA MELALUI PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNINGMENGGUNAKAN MEDIA INTERNET PADA PEMBELAJARANZAT ADITIF
Dina Adreini Br Tarigan
Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan, Jl.Iskandar, Pasar V Medan Estate 20221, e-mail: MsDinadreini@yahoo.com
Abstrak
The affect
of project based learning using Internet towards student’s
achievement and affect of stu
dent’s motivation which is taught by
project based
learning using Internet towards student’s achievement is explained.
The researchwas done in Junior High School of Government I Berastagi, Kabupaten Karo,North Sumatera. The subject matter which is selected is Additive matter. The
affect of project based learning using Internet towards student’s achievement andaffect of student’s motivation which is taught by project based learning usingInternet towards student’s achievement has evaluated and analyzed.
The studyconcluded that teaching additive matter by project based learning using Internet
and student’s motivation is not different significantly with teaching by project
based learning without using Internet.
 
Pendahuluan
Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar. Apabilaguru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atauanaknya, maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, maka anak dapatmenyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajartersebut. Motivasi belajar juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar,terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negatif dariluar diri siswa. Selanjutnya dapat membentuk kebiasaan siswa senang belajar,sehingga prestasi belajarnya pun dapat meningkat. Dalam usaha mempersiapkansumber daya manusia yang berkualitas, bidang usaha pendidikan formalmemegang peranan yang dominant. Usaha pendidikan formal ini merupakanbagian dari system pendidikan nasional yang berpedoman pada kurikulum sekolahyang ditetapkan oleh pemerintah.
 
PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkahawal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru (Suradijono,2004). Atau menurut Boud & Felleti (dalam Kamdi, 2003) menyatakan bahwa
.Problem based learning is a
 
way of constructing and teaching course using problem as a stimulus and focus on student activity.
Memperhaikankarateristiknya yang unik dan komprehensif, model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) cukup potensial untuk memenuhi tuntutan pembelajaran.model Pembelajaran Berbasis Proyek membantu peserta didik dalam belajar: (1)pengetahuan dan keterampilan yang kokoh dan bermakna guna (meaningful-use)yang dibangun melalui tugas-tugas dan pekerjaan yang otentik. (2) memperluaspemnngetahuan melalui keotentikan kegiatan kurikuler yang terdukung olehproses kegiatan belajar melakukan perencanaan (designing) atau investasi yangopen-ended, dengan hasil atau jawaban yang tidak ditetetapkan sebelumnya olehperspektif tertentu; dan (3) dalam proses membangun pengetahuan melaluipengalaman dunia nyata dan negosiasi kognitif antarpersonal yang berlangsung didalam suasana kerja kolaboratif. Wilis, 2000 (dalam Khamdi, 2001).Perkembangan informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiapdimensi aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi saat ini telah mamainkanperan yang besar dalam kegiatan bisnis, perubahan struktur organisasi danmanajemen organisasi. Di lain pihak teknologi informasi juga memberikanperanan yang besar dalam peranan keilmuan dan menjadi sarana utama dalaminstitusi akademik . mengutip apa yang dikatakan Kamdi (2001). Secara garisbesar, teknologi informasi memiliki peranan: 1) dapat menggantikan peranmanusia, dalam hal ini dapat melakukan otomasi tugas atau proses. 2)memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadapsutautugas dan proses; 3) berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia,dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap kumpulan proses dan tugas.Berdasarkan pemahaman diatas, maka kehadiran teknologi informasi telahmemberikan kekuatan dan merupakan potensi besar jikalau dimanfaatkan denganbaik (Prasetyo. 2008).
 
Kimia merupakan mata pelajaran yang termasuk rumpun sains, yang tidak terlepas dari konsep, teori dan hitungan. Oleh karenanya tidak semua siswa dapatmemahami pelajaran kimia dengan mudah. Beberapa siswa masih merasakesulitan dalam mempelajari kimia, Ini dapat dilihat dari data nilai rata ujian akhirmata pelajaran bahasa inggris 4,00. Sementara untuk pelajaran kimia, matematika,fisika dan biologi nilai rata-rata siswa adalah 5,00. Pada tahun 2004/2005 nilairata-rata ujian nasional mereka 6,26, pada tahun 2005/2006 6,22 dan 7,13 padatahun 2006/2007 sementara tahun 2007/2008 nilai rata-rata mereka 7,34(Puspendik, 2008). Indikator ini menunjukkan bahwa masih ada masalah-masalahpembelajaran yang terjadidalam pembelajaran kimia.Untuk mengatasi masalah pembelajaran tersebut perlu diubah orientasinyadari pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaranberorientasi pada siswa (student-centered). Karenya perlu diperkenalkan padaguru pendekatan pembelajaran yang relevan. Salah satu pokok bahasan yang adadi SMP kelas VIIIdalam KTSP adalah zat aditif pada makanan, pokok bahasan inimempelajari tenatng pengertian, macam-macam zat aditif dan bahaya zat aditif terhadap kesehatan. Zat aditif merupakan bahan yang sering dijumpai siswa didalam kehidupan sehari-hari, namun siswa belum mengenal bahwa bahan yangditemui merupakan zat aditif. Oleh karena itu, perlu digunakan suatu metodepembelajaran yang menunjang pengetahuan dan pemahaman siswa tentang zataditif pada makanan. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah project basedleaning menggunakan media internet.
Zat Aditif Makanan
Pelaksanaan pemebelajaran kimia pada materi zat adiktif pada makananmemerlukan media pembelajaran untuk mencari dan mempelajari mater tersebutsecara luas. Penelitian ini akan mengujicobakan pendekatan project based learningmenggunakan medi internet. Proses pemebelajaran zat adiktif pada makananbersifat nyata, misalnya apa jenis-jenisnya, dari mana sumbernya, untuk apakegunaan yang sebenarnya dan bagaimana bahaya penyalahgunaannya.Penggunaan pendekatan ini diyakini akan dapat membangun pemahaman dan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->