Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepmenkes No 496 Th 2005 Pedoman Audit medis rs

Kepmenkes No 496 Th 2005 Pedoman Audit medis rs

Ratings: (0)|Views: 3,139|Likes:
Published by nanikha

More info:

Published by: nanikha on Jun 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

 
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 496/MENKES/SK/IV/2005TENTANGPEDOMAN AUDIT MEDIS DI RUMAH SAKITMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatan pelayanan rumah sakitterhadap t untutan m asyarakat akan pelayanan kesehatanyang lebih bermutu, perlu diselenggarakan kendali mutudan kendali biaya melalui audit medis;b. bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimanadimaksud huruf a perlu menetapkan Pedoman Audit MedisDi Rumah Sakit, yang ditetapkan dengan KeputusanMenteri Kesehatan;Mengingat : 1. Undang-undang No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, TambahanLembaran Negara Nomor 3495);2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431);3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentangTenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor49, Tambahan Lembaran Negara 3637);4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya PelayananKesehatan Swasta di Bidang Medik;5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 159.b/ Menkes/Per/ 11/1988 tentang Rumah Sakit;6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333/Menkes/SKX11/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor1277/Menkes/SK/X/2001 tentang Organisasi dan Tata KerjaDepartemen Kesehatan;
 
 MEMUTUSKAN
Menetapkan :KesatuKedua :Ketiga :Keempat :Kelima :
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANGPEDOMAN AUDIT MEDIS DI RUMAH SAKIT.
Pedoman Audit Medis Di Rumah Sakit dimaksud dalamDiktumSetiap rumah sakit dalam melaksanakan audit medis agarmengacu pada pedoman sebagaimana dimaksud dalamDiktum Kedua.Pembinaan dan pengawasan audit medis dilaksanakanoleh Direktur Jenderal Pelayanan Medik, Dinas KesehatanProvinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota denganmengikut sertakan Organisasi Profesi sesuai dengan tugasfungsinya masing-masing.Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkanDitetapkan di Jakartapada tanggal 5 April 2005
ME
,
NTERI KESEHATAN,Dr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp.JP(K)
 
 LAMPIRANKEPUTUSAN MENTERI KESEHATANNOMOR : 496/MENKESISK/IV/2005TANGGAL : 5 April 2005PEDOMAN AUDIT MEDIS DI RUMAH SAKITI
.
PENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANG
Salah satu faktor kunci dalam pengembangan pelayanan rumah sakit adalahbagaimana meningkatkan mutu pelayanan medik. Karena mutu pelayananmedik merupakan indikator penting, balk buruknya pelayanan di rumah sakit. Disisi lain mutu sangat terkait dengan
safety 
(keselamatan), karena itu upayapencegahan
medical error 
sangatlah penting.Di Iuar negeri, masalah
medical error 
merupakan masalah yang serius, karenasemakin banyaknya data terkait dengan
medical error.
Di Amerika Serikat 1diantara 200 orang menghadapi resiko
medical error 
di rumah sakit, apabiladibandingkan dengan resiko naik pesawat terbang yang hanya 1 per 2.000.000maka resiko mendapatkan
medical error 
di rumah sakit Iebih tinggi. Institute ofMedicine (IOM) pada tahun 1999, melaporkan bahwa diperkirakan per tahun44.000 – 98.000 pasien rawat inap meninggal karena
medical error.
Apabiladibandingkan dengan angka kematian karena AIDS yang 16.500 setiap tahunatau dibandingkan dengan 32.000 orang setiap tahun terbunuh dengan senjatamaka perkiraan
medical error 
tersebut sangatlah mengejutkan. Studi di NewYork, Colorado, Utah dan Australia menjelaskan bahwa pelayanan yang tidakmenyenangkan karena mis-manajemen rumah sakit untuk pasien rawat inapsekitar 3,7 – 10,6 %.E.A. McGlynn, 1998
(President's 
Advisory Commission on Consumer Protection 
and 
Quality in Health Care Industry)
melaporkan terkait dengan
overuse 
pelayanan dan
under 
use 
pelayanan.
Over use 
pelayanan terjadi pada CABGdimana 14 % tidak sesuai dengan prosedur, di Inggris angka tersebut 21 % dandi Canada 9 %. Sedangkan
URTI ,
30 - 70 % pemberian resep antibiotik tidaksesuai untuk infeksi virus dan untuk
NSAIDS 
 
42
 
mendapatkan resepyang tidak diperlukan.Namun di sisi lain,
under 
use 
pelayanan juga terjadi. Hanya 76 % anak yangmendapat imunisasi lengkap dan hanya 16 % pasien DM yang diperiksa
HbAIC 
.
Pasien
CA
yang perlu dilakukan intervensi hanya 42 - 61 %yang dilaksanakan.
Medical 
error 
paling sering terjadi adalah kesalahan obatyaitu 4

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
Ari Ramuningsih liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Metty Marie liked this
ujangketul62 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->