Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 512/MENKES/PER/IV/2007TENTANGIZIN PRAKTIK DAN PELAKSANAAN PRAKTIK KEDOKTERANMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 38 Ayat (3) dan Pasal43 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran, telah diatur penyelenggaraan praktik dokterdan dokter gigi dengan Peraturan Menteri KesehatanNomor 1419/ Menkes / Per/X/2005;b. bahwa sesuai tugasnya Konsil Kedokteran Indonesia telahmengatur / menetapkan tata cara registrasi dokter dandokter gigi, penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik,kemitraan dalam hubungan dokter-pasien, tata carapenanganan kasus dugaan pelanggaran disiplin dokterdan dokter gigi, serta pedoman penegakan disiplin profesikedokteran yang harus ditaati oleh dokter dan dokter gigidalam penyelenggaraan praktik kedokteran;c. bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalampenyelenggaraan praktik dokter dan dokter gigi, perlumengatur kembali Izin Praktik dan Pelaksanaan PraktikKedokteran dengan Peraturan Menteri Kesehatan;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor100, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3495);1
 
2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4431);3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4437);4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentangTenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3637);5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentangKewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagaiDaerah Otonom (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor3952);6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentangKedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, danTatakerja Kementerian Negara Republik Indonesiasebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan PresidenNomor 94 Tahun 2006;7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 81/Menkes/SK/I/ 2004 tentang Pedoman Penyusunan PerencanaanSumberdaya Manusia Kesehatan Di Tingkat Propinsi,Kabupaten/Kota Serta Rumah Sakit;8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 131/Menkes/SK/II/ 2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional;2
 
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja DepartemenKesehatan;
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG IZINPRAKTIK DAN PELAKSANAAN PRAKTIK KEDOKTERAN.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1. Praktik kedokteran adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokterdan dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan.2. Dokter dan dokter gigi adalah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, doktergigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik didalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah RepublikIndonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.3. Surat Izin Praktik selanjutnya disebut SIP adalah bukti tertulis yangdiberikan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada dokter dan dokter gigiyang telah memenuhi persyaratan untuk menjalankan praktik kedokteran.4. Surat tugas adalah bukti tertulis yang diberikan Dinas Kesehatan Propinsikepada dokter atau dokter gigi dalam rangka pelaksanaan praktikkedokteran pada sarana pelayanan kesehatan tertentu.3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more