Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
227Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I,II,III fix

BAB I,II,III fix

Ratings: (0)|Views: 12,913 |Likes:
Published by Argha Kusumah Rei

More info:

Published by: Argha Kusumah Rei on Jun 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1. LATAR BELAKANG
Sistem pentanahan adalah suatu metode pengamanan gedung beserta peralatan,yaitu apabila terjadi arus lebih akan dialirkan ke tanah. Dalam sistem pentanahan,semakin kecil nilai resistansi pentanahan maka kemampuan mengalirkan arus ke tanahsemakin besar sehingga arus gangguan tidak merusak peralatan, ini berarti semakin baik sistem pentanahan tersebut. Untuk mengamankan gedung beserta peralatan yang adadisekitarnya dibutuhkan tahanan pentanahan sekecil mungkin. Tahanan pentanahanuntuk gedung diharapkan < 5 ohm dan tahanan pentanahan untuk peralatan diharapkan< 3 ohm (PUIL, 2000). Tahanan pentanahan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : jenis tanah, lapisan tanah, kandungan elektrolit tanah. Oleh karena itu, agar mendapatkan tahanan pentanahan sekecil mungkin tidak cukup hanya dilakukan denganmenanam pasak saja, karena kandungan elektrolit pada tanah juga berpengaruh terhadaptahanan pentanahan.Kandungan elektrolit tanah dapat diubah dengan mengkondisikan tahanan jenistanah yaitu melalui penambahan zat aditif pada tanah. Zat aditif tersebut dapat berupagaram, air, bentonit dan lain-lain. Masing-masing zat aditif tersebut memilikikandungan kimia yang berbeda-beda yang berakibat nilai tahanan pentanahannya berbeda pula. Penambahan zat aditif pada tanah tersebut justru cukup besamempengaruhi tahanan pentanahan. Namun zat aditif tersebut memiliki keterbatasanumur. Zat aditif tidak dapat berfungsi dengan baik pada waktu yang cukup lama.Sebuah sistem pentanahan harus dievaluasi setiap 6 bulan untuk mengetahui kelayakanoperasi sistem pentanahan untuk dapat dilanjutkan (PUIL, 2000) akibat penurunankualitas tahanan pentanahan.Pengkondisian tanah dengan bahan kimia di sekitar elektroda batang atau didalam sebuah elektroda berbahan kimia terkadang dipertimbangkan. Karena menurut penelitian oleh
 Bell Telephone Laboratoires
hanya efektif selama 3 sampai 6 tahun[C.L. Hallmark, 2000]. Selain itu penggunaan zat aditif pada dosis tertentu cenderung bersifat korosif yang sangat dihindari dalam sistem pentanahan [A.R. Ihsan,2002].Menurut Kerasta, (2003) terdapat perbedaan yang signifikan antara pentanahan tanpa penambahan zat aditif berupa garam dengan penambahan garam. Sedangkan pada penelitian IGN Janardana, (2005) menunjukkan nilai tahanan pentanahan yang lebihrendah pada pentanahan yang menggunakan volume zat aditif yang lebih banyak.
1
 
Dengan kata lain, penambahan volume atau konsentrasi zat adiktif pada pentanahanelektroda batang diharapkan dapat mengurangi nilai resitivitas tanah dan memperbaikikualitas pentanahan.Dalam skripsi ini akan dilakukan pengkondisian tanah dengan menggunakanlarutan garam di sekitar elektroda jenis batang untuk mendapatkan nilai resistansi pentanahan yang lebih kecil dan diharapkan dengan penambahan konsentrasi pada jenislarutan garam tertentu sebagai media pengkondisian tahanan jenis (resitivitas) tanahdapat memperbaiki kualitas pentanahan.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana pengaruh jenis larutan garam terhadap resistansi pentanahanelektroda batang.2.Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap resistansi pentanahanelektroda batang.
1.3. BATASAN MASALAH
Adapun batasan-batasan masalah dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut :1.Pemilihan jenis tanah yang digunakan adalah tanah lempung, karena sesuaidengan lokasi yang digunakan sebagai obyek penelitian.
2.
Metode pentanahan yang digunakan adalah metode pentanahan elektroda batang(
 grounding rod 
) dengan elektroda batang (
rod 
) tunggal yang terbuat dari bajayang disepuh tembaga.3.Jari-jari elektroda batang pentanahan dibuat tetap.4.Kedalaman penanaman elektroda batang dibuat tetap.5.Letak penempatan elektroda batang disusun simetris terhadap obyek uji.6.Metode pengukuran resistansi pentanahan menggunakan metode 3 titik.
7.
Variabel dalam penelitian ini adalah jenis dan konsentrasi larutan garam.
8.
Larutan garam yang digunakan dalam pengkondisian tanah pada penelitian iniadalah larutan garam Natrium Klorida (NaCl), Magnesium Sulfat (MgSO
4
) danCalcium Cloride (CaCl
2
).9.Parameter konsentrasi larutan garam masing-masing sebesar 10%, 20%, 30%,40%, dan 50%.10.Radius penyiraman larutan garam 50 cm di sekitar elektroda batang.
11.
Air yang digunakan sebagai media pelarut garam sebanyak masing-masing 10 L.
2
 
12.Resitivitas tanah dalam satu area (lapangan yang digunakan untuk penelitian)sebelum pengkondisian tanah diasumsikan sama.
1.4. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dalam pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1.
Menganalisis pengaruh jenis larutan garam terhadap resistansi pentanahanelektroda batang.
2.
Menganalisis pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap resistansi pentanahanelektroda batang.
1.5.
 
TUJUAN PENELITIAN
1.Untuk mengkaji pengaruh jenis larutan garam terhadap resistansi pentanahanelektroda batang.2.Untuk mengkaji pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap nilai tahanan pentanahan elektroda batang.
1.6. MANFAAT
Adapun manfaat dari penulisan skripsi adalah sebagai berikut:1.Bagi penulis, mampu memberikan pembelajaran tentang pengaruh penggunaanlarutan garam pada elektroda pentanahan jenis batang.2.Bagi pembaca, mampu memberikan wawasan tentang sistem pentanahan yang bisa memberikan nilai resistansi pentanahan yang lebih rendah.
3.
Bagi dunia industri, memberikan suatu bentuk alternatif atau pertimbangandalam perencanaan pembuatan sistem pentanahan yang efektif menggunakanelektroda batang dengan memanfaatkan larutan garam sebagai media pengkondisian tanah pada konsentrasi tertentu.
1.7. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Skripsi ini disusun dengan urutan sebagai berikut :BAB IBerisi judul skripsi, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan batasan masalahBAB IIBerisi tinjauan pustaka atau dasar teori yang digunakan untudasar penelitian yang dilakukan dan untuk mendukung permasalahan yang diungkapkan.
3

Activity (227)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hasnawati Bacho liked this
Arif Hidayat liked this
Poppy Arisandy liked this
Norma Septiani added this note
trimakasih atas infomasinya
Muhammad Gozalli liked this
Riko Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->