Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pengolahan sampah

pengolahan sampah

Ratings: (0)|Views: 485 |Likes:
Published by Yanaorry Arvie R

More info:

Published by: Yanaorry Arvie R on Jun 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
SAMPAH DAN PENCEMARAN2.1 Teori dasar sampaha.Sampah dan LimbahDilihat dari wujudnya, limbah dapat berupa padatan, cairan atau gas, sedangkan sampah hanya berupa padatan atau setengah padatan. Berbeda dengan sampah, limbahmemerlukan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan.b.Jenis-jenis SampahSampah dapat dibagi menjadi 4 macam berdasarkan sumbernya, yaitu :oSampah Rumah Tangga
Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga.oSampah Komersial
Sampah yang berasal dari kegiatan komersial seperti pasar, pertokoan, rumah makan, tempat hiburan, penginapan, bengkel, kios dan sebagainya. Demikian pula dariinstitusi seperti perkantoran, tempat pendidikan, tempat ibadah, dan lembaga-lembaga komersial dan nonkomersial lainya.oSampah Bangunan
Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan termasuk pemugaran dan pembongkaran suatu bangunan berupa semen, kayu, batu bata, genting dan sebagainya.oSampah Fasilitas Umum
Sampah yang berasal dari pembersihan dan penyapuan jalan, trotoar, taman lapangan, tempat rekreasi dan fasilitas umum lainnya.Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dapat terdiri dari bermacam-macamjenis sampah yaitu :oSampah Basah
Sampah yang terdiri dari bahan-bahan organik yang mudah membusuk.oSampah kering
Sampah yang terdiri dari logam dan sampah kering non logam. Sampah plastik termasuk sampah kering ini.oSampah Lembut
Debu, penggergajian kayu, sisa pembakaran kayu, sampah rokok dan sebagainya.oSampah Besar
Sampah yang terdiri dari buangan rumah tangga yang besar-besar, seperti lemari,kulkas, televisi dan sebagainyaPencemaran lingkungan yang terjadi pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah diJakarta telah terjadi sejak tahun 1990, yang menimbulkan protes masyarakat sekitar TPA dan selalu dapat diselesaikan dengan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jakarta dengan penduduk sekitar TPA (Kompas, 2 februari 2004). Berulangkali protes masyarakat sekitar TPA dilakukan, namun tetap permasalahan pengelolaan sampah belum dapat dituntaskan, sehingga pada awal tahun 2004 muncul kembali terjadinya pencemaran lingkungan di wilayah sekitar TPA Cilincing. Sementara itu, upaya pemecahannya yang dilakukan selama ini seringkali tidak menyentuh akar permasalahannya (Menteri Riset dan Teknologi, 2004).Permasalahan sampah di Jakarta berakar pada tingginya volume sampah yang di hasilkan oleh penduduk Jakarta, disamping pengelolaannya belum dilakukan secara terintegrasi yang melibatkan semua stakeholders termasuk masyarakat luas. Tingginyavolume sampah ini disebabkan oleh jumlah penduduk Jakarta yang cukup banyak. Soemarwoto, 2001, mengatakan bahwa faktor pertambahan penduduk mempengaruhi perubahan yang besar dalam lingkungan hidup. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinyapeningkatan akan bahan sandang, pangan, bahan bakar, tempat pemukiman, dan sejalan dengan peningkatan tersebut terjadi peningkatan sampah yang merupakan sisa kegiatan manusia.Volume sampah yang dihasilkan penduduk Jakarta dalam 1 bulan mencapai 195. 000 (seratus sembilan puluh lima ribu) ton (Kompas, 2 februari 2004). Di TPA Cilincing, sampah ini dibuang dengan sistem open dumping, di wilayah sekitar 11,5 hektar. Pencemaran air lindi, mengakibatkan kematian ikan dan udang di tambak di sekitar TPA.Angka biological oxygen demand (BOD) dan chemical oxigen demand (COD) yang digun
 
akan untuk menentukan tingkat pencemaran air, menunjukkan pada angka yang jauh diatas ambang batas peruntuk air tersebut. Disamping itu, di temukan adanya pencemaran mercuri dan timbal, merupakan bahan berbahaya dan beracun (Kompas 10 Februari 2004).Kerugian akibat pencemaran yang terjadi di TPA Cilincing, langsung dirasakan oleh petani tambak dan penduduk sekitar TPA tersebut, baik dalam bentuk materi maupun penyakit yang diderita oleh warga. Sekitar 35 lahan tambak di Cilincing tercemar oleh air lindi, yang menimpa 26 petani tambak (Tempo Interaktif, 25 Februari2004). Penyakit sesak napas, diare, dan demam, telah menyerang warga sekitar TPA sejak 1 sampai 26 Januari (Kompas, 28 Januari 2004). Namun yang lebih merugikan adalah pencemaran air lindi dan logam berat yang telah merembes ke dalam tanah, pemulihan lingkungan yang dicemarkan oleh TPA Bantar Gebang misalnya membutuhkan waktu antara 30 sampai 50 tahun (WALHI, 2001).2.2 Kebijakan Pemerintah DKI dalam Pengelolaan SampahPengelolaan sampah di Jakarta masih berorientasi pada bagaimana membuat Jakartamenjadi bersih dengan cara pembersihan sampah di Jakarta. Sehingga kebijakan yang ada adalah bagaimana memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir. Hal tersebut dapat diartikan dengan seberapa banyak alattransportasi yang dibutuhkan untuk memindahkan sampah tersebut ke TPA dan berapabanyak SDM yang dibutuhkan untuk hal tersebut (Walhi, 2001). Dengan demikian belum terlihat adanya kebijakan Pemerintah Propinsi Jakarta untuk melakukan pengurang volume sampah.Sekalipun pada Pasal 71 dalam RTRW Jakarta 2010 terdapat butir mengenai “peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3-R (Reduce, Reuse, Recycle), namun pada butir-butir lain dari kebijakan tersebut masih dipermasalahan pengadaan lokasi penampungan sementara dan peningkatan kapasitas transfer station (Chalik dkk., 2004). Dengan fokus kebijakan yang masih beratpada penanggulangan sampah yang diproduksi oleh masyarakat Jakarta, terlihat bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Jakarta dalam mengurangi volume sampah belum kuat.Berdasarkan kebijakan yang ada maka pengelolaan sampah yang dilakukan hanya berorientasi pada pemusnahan sampah secepatnya. Dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan seperti saat ini, maka pencamaran lingkungan baik pencemaran air, tanah, ataupun udara akan tetap terjadi.Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk merubah cara pandang terhadap sampah daribarang tidak berguna menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Hal tersebut sebenarnya telah dibuktikan oleh para pemulung dimana sampah dapat memberikan penghidupan kepada 6000 pemulung di TPA Bantar Gebang dan 2000 pemulung di TPA Cilincing (Kompas, 8 Januari 2004). Tulisan ini membahas model pengelolaan sampah di Jakarta dengan konsep 4-R (replace, reduce, recycle, re-use), sehingga persepsi sampah sebagai bahan tidak berguna dapat berubah menjadi barang yang memberikan manfaat yang lebih banyak kepada masyarakat. 
 
BAB 3Tinjauan Pustaka 3.1 Proses Pengelolaan Sampah di JakartaMenurut Menteri Negara Lingkungan Hidup, 2003, sampah adalah sisa usaha atau kegiatan yang berwujud padat baik berupa bahan organik maupun bahan anorganik yangbersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap tidak berguna lagi, sehingga dibuang ke lingkungan (Chalik dkk., 2004). Setiap harinya manusia dengan kegiatannya baik berupa kegiatan dalam menjalankan usahanya maupun dalam kegiatanrumah tangga, menghasilkan sampah. Dengan besarnya penduduk di Jakarta, maka sampah yang dihasilkan akan tinggi, sehngga membutuhkan pengelolaan yang baik.Pengelolaan sampah di Jakarta dibagi atas sumber sampah yaitu, sampah rumah tangga, sampah pasar temporer, sampah jalan, sampah P.D Pasar Jaya, sampah komersial, dan sampah industri. Gambar 1, memberikan skematis penanganan sampah Jakarta.(Chalik dkk, 2004). Pada skema tersebut terdapat tiga tahap pengumpulan sampah,yaitu,tempat pembuangan sementara (TPS), stasiun peralihan sementara, dan tempatpembuangan akhir (TPA).Menurut skema ini pengurangan volume sampah, baru terjadi pada saat sampah dikumpulkan di TPS, dan hanya dilakukan bagi bahan-bahan yang dapat digunakan kembali(re-use). Kenyataan yang ada saat ini, peran pemulung sangat berarti dalam mereduksi volume sampah mulai dari tahap pengumpulan pertama (pewadahan) sampai diTPA, terutama untuk re-use dan recycle. Sampah anorganik yang dipisahkan oleh para pemulung kemudian di jual kepada juragan lapak untuk lebih lanjut dijual kepada pabrik untuk bahan yang didaur ulang (recycle).Memperhatikan peran serta pemulung dan juragan lapak tersebut, pada dasarnya keikutsertaan masyarakat dalam mereduksi volume sampah telah berjalan, namun belumterkoordinir. Hal ini mungkin disebabkan persepsi mengenai sampah tersebut yangtidak tepat, seperti yang diberikan oleh definisi di atas. Para pemulung membuktikan bahwa tidak semua sampah adalah barang tidak berguna, malahan sebagian darisampah merupakan sumber penghidupan mereka.Gambar 1. Alur Penanganan Sampah DKI Jakarta Sumber: Chalik dkk, 2004. 3.2 Konsep 4-RKonsep 4-R berasal dari sistem penanganan sampah yang diberikan pada table-1, yang merupakan penjabaran dari konsep clean production (Pamekas, 2003), terutama pada metoda pencegahan dan pengurangan (prevention dan minimisation).Pengelolaan sampah menuju zero waste management menggunakan konsep 4-R dikembangkan atas dasar hirarki berikut (Pamekas, 2003):R ke 1 (Replace) , proses ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah dengan meminimalkan (minimasi) penggunaan barang-barang melalui cara menggantikan pemakaian barang-barang tertentu. Sebagai contoh penggunaan tissue diganti dengan saputangan, plastik pembungkus diganti dengan daun sehingga timbulan sampah dapat berkurang.R ke 2 (Reduce), adalah konsep yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah seb

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusuf Basri Mohd liked this
Nev Autoboot liked this
Arie Nonigel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->