Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
62Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Imperialisme Dan Kolonialisme Di Indonesia

Dampak Imperialisme Dan Kolonialisme Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 8,388 |Likes:
Published by Resmha Andhika

More info:

Published by: Resmha Andhika on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

 
 1Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
   M   a   y   3   1 ,   2   0   1   0
Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
Praktek imperialisme dan kolonialisme di Indonesia mempunyai dampak yang sangat besar bagibangsa Indonesia. Bukan hanya mengakibatkan terjadinya penderitaan dan kesengsaraan fisik, tetapi juga psikhis, bahkan akibatnya terasa hingga saat ini. Selain mengakibatkan penderitaan dankesengsaraan, imperialisme barat juga meninggalkan kosakata, budaya, marga, sarana jalan danbeberapa pabrik gula, dan aturan perundangan. Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonialsangat dipengaruhi oleh sistem kolonial yang diterapkan oleh pemerintahan Hindia Belanda.Setelah sistem tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 pemerintah kolonial menerapkansistem ekonomi baru yang lebih liberal. Sistem tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870. Menurut undang-undang tersebut penduduk pribumi diberi hak untukmemiliki tanah dan menyewakannya kepada perusahaan swasta. Tanah pribadi yang dikuasai rakyatsecara adat dapat disewakan selama 5 tahun. Sedangkan tanah pribadi dapat disewakan selama 20tahun. Para pengusaha dapat menyewa tanah dari guberneman dalam jangka 75 tahun. Dalam jangkapanjang, akibat sistem sewa tersebut tanah yang disewakan cenderung menjadi milik penyewa. Apabilapada masa sistem tanam paksa perekonomian dikelola oleh negara maka sejak Undang-undang Agraria1870 kegiatan ekonomi lebih banyak dijalankan oleh swasta.Nilai-nilai kapitalisme mulai masik ke dalam struktur masyarakat Indonesia. Komersialisasi telahmenggantikan sistem ekonomi tradisional. Nilai uang telah menggantikan satuan ekonomi tradisionalyang selama ini dijalankan oleh masyarakat pedesaan. Masalah sistem perburuhan dikeluarkan aturanyang ketat. Tahun 1872 dikeluarkan Peraturan Hukumam Polisi bagi buruh yang meninggalkan kontrakkerja. Pada tahun 1880 ditetapkan Koeli Ordonanntie yang mengatur hubungan kerja antara koeli(buruh) dengan majikan,terutama di daerah perkebunan di luar Jawa. Walaupun wajib kerja dihapuskansesuai dengan semangat liberalisme, pemerintah kolonial menetapkan pajak kepala pada tahun 1882.Pajak dipungut dari semua warga desa yang kena wajib kerja. Pajak tersebut dirasakan oleh rakyat lebihberat dibandingkan denganwajib kerja.Di bidang ekonomi, penetrasi kapitalisme sampai pada tingkat individu, baik di pedesaanmaupun di perkotaan. Tanah milik petani menjadi objek dari kapitalisme. Tanah tersebut menjadi objekkomersialisasi, satu hal yang tidak kekenal sebelumnya dalam masyarakat tradisional di pedesaan.Dengan demikian, terjadi perubahan dalam masyarakat pedesaan terutama dalam melihat aset tanahyang dimilikinya. Apabila sebelum adanya UU Agraria tahun 1870 tanah yang dimiliki tidak memiliki artiekonomi yang penting kecuali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka setelah dikeluarkannyaundang-undang tersebut terjadi komersialisasiaset petani. Penetrasi tersebut sering kali mengabaikanhak-hak rakyat menurut hukum adat. Nilai ekonomi uang telah menggantikan nilai ekonomi menurutcara-cara ekonomi tradisional seperti sistem barter dan lain-lain.Sistem ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda adalah sistem tanam paksadan sistem kapitalisme menurut Undang- Undang Agraria tahun 1870. Melalui kedua sistem tersebut
 
 2Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
   M   a   y   3   1 ,   2   0   1   0
terjadi mobilitas tenaga kerja dari tempat tinggal mereka ke daerah perkebunan baik yang berada dalamsatu pulau maupun luar pulau. Misalnya, sejak tahun 1870 terjadi pengirimam buruh besar-besaran dariJawa ke daerah perkebunan di Sumatera.
 
 3Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
   M   a   y   3   1 ,   2   0   1   0
Dampak dari imperialisme Belanda di IndonesiaTransportasi
Dibangunnya jaringan jalan raya, jalan kereta api serta perhubungan laut dengan menggunakankapal api. Misalnya, sejak tahun 1808, di Jawa dibangun Jalan Raya Post (Groete Posweg) yangmenghubungkan kotakota besar di Jawa. Pada akhir abad ke-19 terdapat 20.000 km jaringan jalan rayadi Jawa. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk menunjang kegiatan perkebunan, pengangkutanbarang dan tenaga kerja. Namun demikian, kondisi tersebut tidak hanya mengakibatkan terjadinyamobilitas hasil-hasil perkebunan dan barang tetapi juga telah mengakibatkan terjadinya mobilitaspenduduk dari satu tempat ke tempat lainnya melalui jaringan jalan yang ada.Jaringan kereta api di Indonesia termasuk salah satu yang tertua di Asia. Misalnya sejak tahun1863 telah dibangun jaringan rel kereta api antara Semarang dan Yogyakarta. Bebarapa tahunkemudiandisusul dengan rel antara Jakarta-Bogor. Pada akhir abad ke- 19 telah terhubung rel kereta api antaraJakarta-Surabaya. Jaringan perhubungan jalan kereta api tersebut telah mempercepat mobilitaspenduduk dari satu kota ke kota lainnya.
Transmigrasi
Adanya jaringan jalan raya serta jalan kereta api dan hubungan laut telah membantumempercepat pertumbuhan kota. Terjadilah urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota.Pada akhir abad ke-19 lahirlah kota-kota baru di pedalaman serta di pesisir pantai.Demikian juga dengankota-kota lama menjadi incaran penduduk untuk bermukim . Lahirnya kota-kota tersebut terkait denganperkembangan ekonomi seperti perkebunan serta perdagangan antar pulau. Pada akhir abad ke-19lahirlah kota pedalaman seperti Bandung, Malang dan Sukabumi. Kota-kota tersebut lahir karena disekitarnya dikembangkan perkebunan. Sedangkan di pesisir pantai berkembang pula kota-kota pesirirseperti Tuban, Gresik, Batavia, Surabaya, Semarang, Banten, Makasar, yang telah lama ada maupun kotabaru seperti Kotaraja, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, dan Banjarmasin.
Pendidikan
Pembangunan pendidikan telah mempercepat mobilitas penduduk. Sekolah-sekolah yangdidirikan di perkotaan telah menarik minat yang besar dari penduduk sekitarnya. Banyak penduduk yangberpindah dari satu kota ke kota lainnya karena alasan sekolah. Misalnya, para priyayi dari berbagaikabupaten di Jawa Barat banyak yang berpindah ke Bandung untuk sekolah. Lulusan dari sekolah di sanaada yang tetap bermukin di kota tersebut, ada juga yang kembali ke daerah asalnya atau ke daerah laintempat mereka bekerja. Pendidikan yang berkembang di Indonesia pada abad ke-19 menggunakansistem yang diselenggarakan oleh organisasi agama Kristen, Katholik dan Islam. Sistem persekolahanIslam menggunakan sistem pesantren. Di luar itu, pemerintah kolonial menerapkan sistempendidikan Barat.

Activity (62)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Iqa Saranghero liked this
KhayTara Bay liked this
Sitisholika liked this
Lee Min She liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->