Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fatwa 69-1998_Hukum Menikahkan Wanita Hamil.

Fatwa 69-1998_Hukum Menikahkan Wanita Hamil.

Ratings: (0)|Views: 210|Likes:
Published by Mikel Alonso

More info:

Published by: Mikel Alonso on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/06/2011

pdf

text

original

 
HUKUM MENIKAHKAH WANITA YANG SEDANG HAMIL
Pertanyaan Dari:
M. Irwas Abdullah, Ketua bidang Pengkaderan Pimpinan Wilayah IRM Sulawesi Selatan
Tanya:
Bagaimana pandangan Muhammadiyah tentang hukum menikahkan wanitayang sedang hamil?
Jawab:
Mungkin yang saudara maksud adalah menikahkan wanita hamil karena zina.Di dalam surat an-Nur ayat 2 Allah menetapkan hukuman bagi pelaku zina, yaituhukuman dera. Sedangkan pada ayat 3 surat an-Nur Allah berfirman:
’ÎT
’9$
#
 
’w
 
ßxÅ3Zt’’
)
 
ºpu’ÏR
#
÷
rr
&
 
Zpx
.
Βô³ãBèpu’ÏR
’9$
#
ur
 
’w
 
!
$ygßsÅ3Zt’
 
’wÎ
)
 
Ab
#
 
÷
rr
&
Ô8Βô³ãB
 
4
 
tPÌh’ãmur
 
y7Ï9ºs’’n?tã
 
tûüÏZÏB
÷
sßJø9$
#
 رونلا])24:(3[
Artinya:
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawinimelainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itudiharamkan atas orang-orang yang mukmin.”
Apabila menelaah pendapat para ulama ternyata jumhur ulama sependapat bahwa laki-laki pezina halal menikahi wanita pezina. Oleh karena itu dengan tidak menafikan hukum dosa bagi pelaku perbuatan zina, kami sependapat dengan jumhur ulama bahwa laki-laki yang berzina boleh menikahi wanita yang dihamilinya sendiri.Mereka boleh berkumpul sebagaimana layaknya suami isteri. Hal ini tidak  bertentangan dengan isi surat an-Nur ayat 3 karena mereka statusnya sebagai pezina.Di samping itu juga ada beberapa hadis yang bisa dipakai untuk mendukung pendapat ini, antara lain:
 Pertama,
hadis yang diriwayatkan dari A’isyah dan ditakhrijkan oleh at-Tabaridari ad-Daruqutni, bahwa Rasul saw pernah ditanya tentang seorang laki-laki yangmenzinahi seorang wanita, kemudian ingin menikahinya, lalu Rasul bersabda:
هجخأ] َ َ ح َ لاْمُ  ّ ح َ يُَمُا َ ح َ لاْ َٌك َ ِُ  ُ خِ آَٌفَسِه ُ لُ أَ [نطقرادلا ابطلا
Artinya:
“Permulaannya zina dan akhirnya nikah, dan barang haram tidak dapat mengharamkan barang yang halal.” Kedua
, hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, ia berceritera, ketika AbuBakar berada di masjid, datanglah seseorang dalam keadaan bingung dan tidak jelasapa yang dibicarakan, kemudian berkata Abu Bakar kepada Umar: Bangkitlah dan periksalah, dia mempunyai masalah. Setelah mengadakan pemeriksaan, lalu Umar  berkata: Seorang tamu yang datang kepadanya telah menzinahi anaknya. KemudianUmar menepuk dadanya dan berkata: Allah marah kepadamu, mengapa kamu tidak memasang tabir bagi anakmu? Lalu Abu Bakar memerintahkan agar keduanyadijatuhi hukuman had (dicambuk), kemudian dinikahkan dan diasingkan (dipenjara)selama satu tahun [Ibnul Arabi,
 Ahkamul-Qur’an,
III: 1318].

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->