Kita yakini bahwa belum ada satu perusahaan atau industri punyang dapat mengoperasikan faktor produksi tanpa memanfaatkantenaga kerja. Bahkan ada semacam kecenderungan, makin besar perusahaan dari segi kuantitas dan kualitas, makin besar jumlahkebutuhan akan tenaga kerja. Meskipun telah ditemukan teknologibaru berupa mesin-mesin otomatis dan komputerisasi berupaperangkat keras maupun perangkat lunak, tetapi bagi sebagian besar perusahaan belum dapat melaksanakan kegiatannya tanpa adanyatenaga kerja. Justru dengan semakin modernnya peralatan produksi(mesin-mesin), kebutuhan tenaga kerja yang profesional juga makinmeningkat (Sastrohadiwiryo, 2003).Tenaga kerja, sebagai sumber daya manusia yang sangat pentingperanannya dalam proses produksi, perlu memperoleh perlindunganterhadap kemungkinan bahaya kebisingan di tempat kerja. Ketulianakibat bising merupakan cacat yang bersifat menetap (
irreversible
),sehingga meskipun kelainan tersebut dikategorikan sebagaikecelakaan kerja yang berhak memperoleh kompensasi, upaya terbaikadalah mencegah agar tidak terjadi kerusakan pendengaran (Budiono,2003).Berkaitan dengan upaya penerapan kesehatan dan keselamatankerja, penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan salah satu upayadalam pengendalian kebisingan tempat kerja sebagai pelengkappengendalian teknis maupun pengendalian administratif. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, khususnya3