GIRO
1. Pengertian Giro
Menurut Undang-Undang no.7 tahun 1992 tentang perbankan
³Giro adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindah bukuan.´
Sedangkan menurut Simorangkir dalam bukunya Seluk Beluk Bank Komersial
³Giro merupakan simpanan pihak ketiga (nama peorangan atau perusahaanberbadan hukum) pada bank komersial yang dipercayakan untuk di bukukandalam rekening giro, penarikan simpanan baki rekening giro itu setiap saat dapat ditarik dengan menggunakan alat (instrument) yang disebut cek atau bilyet giro,cek dan bilyet gio disebut uang giral dapat digunakan sebagai alat penukar sepanjang pihak ketiga bersedia menerimanya.´
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa giro adalah simpanan pihak ketiga(perorangan atau badan usaha) yang berupa uang, dan penarikannya dapat dilakukansetiap saat baik dengan menggunakan cek atau bilyet giro,serta dapat pula dengancara lain seperti pemindah bukuan.
2
. Hal ± Hal Yang Harus Diperhatikan
a. Simpanan, berupa penyimpanan sejumlah uang dibank dalam bentuk giro ataudisebut juga rekening Koran (current account) simpanan ini dilakukan dengankesepakatan atau perjanjian anta nsabah dengan bank. Nasabah mempercayakanuangnya kepada bank dan bank akan mengelola uang itu menurut ketentuan yangberlaku dan telah disepakati bersama.b. Penarikan dapat dilakukan setiap saat, artinya bila nasabah yang menyetor pagihari ia dapat menarik dana (simpanan giro) pada sore harinya. Dalam hal lain selangbeberapa saat selam kantor kas bank buka.c. Cara penarikan, yang paling banyak dilakukan adalah dengan cek atau bilyetgiro. Namun dengan batas-batas tertentu penarikan dalam bentuk lain seperti dengansurat perintah atau pemindah bukuan dapat dilakukan.