Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Validitas

Validitas

Ratings: (0)|Views: 3,913|Likes:
Published by Irfan Syahroni
Dalam setiap kegiatan pendidikan maka tidak akan bisa dipisahkan dengan evaluasi. Tanpa adanya evaluasi maka semua kegiatan pendidikan hanya sia-sia belaka, karena kita tidak akan pernah mengetahui apakah pendidikan yang dilaksanakan berhasil atau gagal, baik atau buruk, lulus atau tidak lulus. Evaluasi merupakan kegiatan akhir yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan peserta didiknya terhadap materi yang telah diberikan atau bisa juga evaluasi itu diartikan sebagai sebuah proses untuk menentukan nilai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Evaluasi dapat dikatakan baik apabila memenuhi tiga syarat pokok yaitu validitas (kesahihan), reliablitas (kehandalan), dan kepraktisan
Dalam setiap kegiatan pendidikan maka tidak akan bisa dipisahkan dengan evaluasi. Tanpa adanya evaluasi maka semua kegiatan pendidikan hanya sia-sia belaka, karena kita tidak akan pernah mengetahui apakah pendidikan yang dilaksanakan berhasil atau gagal, baik atau buruk, lulus atau tidak lulus. Evaluasi merupakan kegiatan akhir yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan peserta didiknya terhadap materi yang telah diberikan atau bisa juga evaluasi itu diartikan sebagai sebuah proses untuk menentukan nilai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. Evaluasi dapat dikatakan baik apabila memenuhi tiga syarat pokok yaitu validitas (kesahihan), reliablitas (kehandalan), dan kepraktisan

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Irfan Syahroni on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
 1
 VALIDITAS
Oleh : M. Irfan Syahroni
A. PENDAHULUAN
Dalam setiap kegiatan pendidikan maka tidak akan bisa dipisahkan denganevaluasi. Tanpa adanya evaluasi maka semua kegiatan pendidikan hanya sia-sia belaka, karena kita tidak akan pernah mengetahui apakah pendidikan yangdilaksanakan berhasil atau gagal, baik atau buruk, lulus atau tidak lulus. Evaluasimerupakan kegiatan akhir yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan peserta didiknya terhadap materi yang telah diberikan atau bisa jugaevaluasi itu diartikan sebagai sebuah proses untuk menentukan nilai segala sesuatuyang ada hubungannya dengan dunia pendidikan
1
.Sekolah sebagai sebuah institusi yang menyelenggarakan pendidikandiumpamakan sebagai sebuah tempat pengolahan di mana calon siswa sebagai bahanmentah yang akan diolah, maka lulusan sekolah itu diumpamakan sebagai hasilolahan yang siap dipergunakan. Untuk mengetahui apakah seorang siswa lulus atautidak lulus maka perlu diadakan evaluasi sebagai alat penyaring
2
.Dengan demikian evaluasi menduduki kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan karena hasil evaluasi dapat merupakan pencerminan keberhasilan ataukegagalan dari pendidikan itu sendiri. Hasil evaluasi ini kemudian akan digunakanuntuk mengambil berbagai keputusan pendidikan. Namun, tidak semua hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk mengambilkeputusan pendidikan, hanya evaluasi yang baik saja yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan pendidikan. Evaluasi dapat dikatakan baik apabila memenuhitiga syarat pokok yaitu validitas (kesahihan), reliablitas (kehandalan), dankepraktisan
3
.
1
Khairon Rosyadi,
Pendidikan Profetik 
, (Jakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2004), hlm. 283-284.
2
Suharsimi Arikunto,
 Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan
, (Jakarta: P.T. Bumi Aksara, 2003),cet. Keempat, hlm. 4-5.
3
Max Darsono et all,
 Belajar dan Pembelajaran
, (Semarang: IKIP Semarang Press, 2000), hlm.107.
 
 2Dalam makalah ini penulis hanya akan membahas tentang validitas saja,karena topik yang lain akan dikemukakan oleh pemakalah lain.
B. PENGERTIAN VALIDITAS
Validitas berasal dari kata valid (kata sifat) yang berarti tepat, benar, shahih,dan abasah, yang selanjutnya dibendakan menjadi validitas yang mempunyai artiketepatan, kebenaran, kesahihan, dan keabsahan
4
.Di dalam Wikipedia Indonesia validitas diartikan sebagai “kesahihan,kebenaran yang diperkuat oleh bukti atau data”
5
. Demikian juga dalam KamusBahasa Indonesia dapat jumpai validitas diartikan sebagai “sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum”
6
.Dengan demikian, evaluasi yang tidak didukung dengan bukti-bukti konkritatau bertentangan dengan kaidah-kaidah dan hukum yang berlaku tidak dapatdikatakan sebagai evaluasi yang valid.Sejalan dengan definisi yang dikemukakan di atas, Max Darsono dalamkonteks pendidikan lebih lanjut menyatakan bahwa kevalidan sebuah evaluasi harusdidasarkan atas kesesuaiannya dengan tujuan evaluasi tersebut
7
.Dalam kaitannya dengan tes dan penilaian, Retno mengemukakan tiga pokok  pengertian validitas yang biasa digunakan sebagai berikut.a.
 
Validitas berkenaan dengan hasil dari suatu alat tes atau alat evaluasi, dantidak menyangkut alat itu sendiri. Tes intelegensi sebagai alat untuk melakukan tes kecerdasan hasilnya valid, tapi kalau digunakan untuk melakukan tes hasil belajar tidak valid. b.
 
Validitas adalah persoalan yang menyangkut tingkat (derajat). Sehingga,istilah yang digunakan adalah derajat validitas suatu tes, maka suatu tes adayang bias disebut validitasnya tinggi, sedang, atau rendah.c.
 
Validitas selalu dibatasi pada pengkhususannya dalam penggunaan, dan tidak  pernah dalam arti kualitas yang umum. Suatu tes berhitung mungkin tinggivaliditasnya untuk mengukur keterampilan menjumlah angka, tetapi rendahvaliditasnya untuk mengukur berpikir matematis, dan sedang validitasnya
4
Anas Sudijono,
Pengantar Statistik Pendidikan
, (Jakarta: Raja Grafindo, 1999), cet. IX, hlm.93.
5
 
http.//.wwwid..wikipedia.org/wiki/Validitas
 
6
Dani K.,
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia
, (Surabaya: Putra Hasan, 2002), hlm. 666.
7
Max Darsono et all,
loc. cit.
 
 
 3untuk meramal keberhasilan siswa dalam pelajaran matematik yang akandatang
8
.Kata validitas digunakan paling tidak dalam tiga konteks, yaitu: validitas penelitian, validitas butir dan validitas tes
9
. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga penggunaan validitas tersebut.a.
 
Validitas penelitian (
research validity
) merupakan validitas yangmempersoalkan derajat kesesuaian hasil penelitian dengan keadaansebenarnya. Valitidas penelitian mengandung dua sisi, yaitu : (1) validitasintenal yang mempersoalkan kesesuaian antara data hasil penelitian dengankondisi sebenarnya melalui instrument pengambilan data yang memenuhi persyaratan ilmiah tertentu; dan (2) validitas eksternal yang mempersoalkanderajat kesesuaian antara generalisasi hasil penelitian dengan keadaansesungguhnya melalui penyusunan rancangan
sampling
yang cermat
10
. b.
 
Validitas butir (
item validity
) merupakan validitas yang mempersoalkanderajat kesesuain antara suatu butir dengan perangkat butir-butir lain yangdiukur dengan korelasi antara skor pada butir dengan skor pada perangkat butir (
item total correlation
), yang sering dihitung dengan korelasi biserial. Isivaliditas butir meliputi: (1) tingkat kesukaran butir; (2) daya pembeda butir (
item discriminating power 
); dan (3) efektivitas distraktor 
11
.c.
 
Validitas tes (
test validity
) merupakan validitas yang mempersoalkan derajatketepatan dan kecermatan pengukuran suatu tes, atau sejauh mana tes tersebutmengukur apa yang hendak diukur 
12
.Tes sebagai alat ukur dapat dikatakan memiliki tingkat validitas tinggi apabilaalat ukur tersebut mampu menjalankan fungsinya sebagai alat ukur, yakni mengukur sesuatu sesuai dengan tujuan dilakukan pengukuran. Aspek lain yang terkait dengan
8
Retno Sriningngsih Satmoko,
Proses Belajar Mengajar II: Penilaian Hasil Belajar 
,(Semarang : IKIP Semarang Press, 1999), hlm. 41.
9
Sumadi Suryabrata,
Pengembangan Alat Ukur Psikologis
, (Yogyakarta: Andi, 2000), hlm. 40.
10
 
 Ibid 
., hlm. 41.
11
Saefuddin Azwar,
Tes Prestasi, Fuungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar 
,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), cet. III, 134.
12
Sumadi Suryabrata,
loc. cit.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->