2
Berita Utama
Edisi 240 TEdisi 240 TEdisi 240 TEdisi 240 TEdisi 240 Tahun XIahun XIahun XIahun XIahun XI6 - 13 Juni 20116 - 13 Juni 20116 - 13 Juni 20116 - 13 Juni 20116 - 13 Juni 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Redaksi :
Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri)Blok B No. 7 Kec. Pondok GedeKel. Jatiwaringin Bekasi 17411
Telp.
(021) 8461157
Contact Person :
0812 9936 977, 0878 66 999 09
E-mail :
mediarakyat_new@yahoo.com
Website :
WWW.mediarakyatonline.com
Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil,Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
Hisar MT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Kusmayanto, Ujang, Irwan Hamid,
Litbang :
Drs.Bendra Suryana,
Manager Iklan :
Heni Astuti,
Manager Distribusi:
Taharlin, SH,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi,Besti, Hanif Manaf.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif H, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu W,
Jakarta Barat :
Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor :
Suparman,
Depok :
Ali, Ruslan,
Kab. Bekasi :
S. Wahyudi, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Dede Irawansyah,
Purwakarta :
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Biro Kota Bandung :
Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka:
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini,Wawan Setiawan, Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Biro Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
...................
Biro Cianjur :
Ruslan AG,Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
Biro Ciamis:
Heri Herdiana (Kepala),
Biro Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kepala), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi (Kepala),
Kota Palembang,
Edi Rudianto(Kepala),
Kota Prabumulih :
Alex Effendi (Kepala),
Biro Batu Raja :
Sahmi (Kepala),
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Biro Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
PerwakilanJambi :
Leman Burhan, (Kepala), Hendar,
Muara Bungo :
Suyono,
Kab. Tebo :
Heri Zaldi,
Musirawas/ Lubuk Linggau :
Iman Koesnadi, Agus Saliem,
Biro Sarolangon :
LeniHartati,
Biro Bangko :
Zainal Arifin,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
...................
Biro Batam :
Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, EnglisSimaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto (Kepala), Syadri,
Kab. Bintan :
Defran, Edi Ishak, Amdiman,
Biro Natuna :
Roy S.(Kepala),
Biro Kab. Anambas :
S. Edwar. S (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah (Kepala), Kuswandi,
Batang :
RikaIda (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Perwakilan Jawa Timur:
Deasy Epita A (Kepala),
Mojokerto :
Moh. Lutfi,
Biro Lamongan :
Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, JulianTri, Prayitno,
Biro Banyuwangi :
M. Arif Afandi,
Biro Jombang
: Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah,
Kupang :
Moses Mone Kaka (Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau:
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus(Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Perwakilan Sumatera Utara :
Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik,
Deli Serdang :
Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi,
Serdang Gegadai :
Erikson Gultom
,
Biro Samosir :
Pardingotan Sitanggang (Kepala), Ekomario S. Malau, Gaya Malau,
Padang Sidempuan:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman AP, Putu Artha.
Makassar :
Darwis S
Garut,(MR)
Kehidupan masyarakat yang cerdas, terampil, danberwawasan luas dapat dicapai dengan meningkatkan minatdan budaya gemar membaca sebagai modal dasar untukmenciptakan kualitas sumber daya manusia yang mandiri,dinamis, dan sejahtera.Minat baca, buku, dan perpustakaan adalah tiga elemenpokok dalam suatu sistem pendidikan yang dapatmenciptakan kualitas sumber daya manusia. Demikiandisampaikan Bupati Garut H. Aceng H. M. Fikri, S.Ag. padapembukaan Pelatihan Program Pengembangan BudayaBaca dan Pembinaan Perpustakaan Tahun 2011, di HotelCempaka Jl. Otista No. 267.Sehubungan dengan peningkatan minat bacamasyarakat, lanjut Bupati, Presiden RI Megawati Sukarno Putrimencanangkan Gerakan Membaca Nasional tanggal 12Nopember 2002 di Istana Negara Jakarta, Presiden SusiloBambang Yudhoyono mencanangkan PemberdayaanPerpustakaan di Masyarakat tanggal 17 Mei 2006. PemerintahDaerah Garut mendukung kegiatan meningkatkan minat baca,dan berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkanminat baca di kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakatumum. Salah satu sarana untuk meningkatkan danmengembangkan minat baca melalui pemanfaatanperpustakaan.Menurut Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten GarutWawan Nurdin, Pelatihan bertujuan untuk meningkatkankualitas serta kuantitas layanan di bidang perpustakaan,meningkatkan profesionalisme pengelola perpustakaan,memberdayakan perpustakaan agar dapat dimanfaatkan olehmasyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan wawasanilmu pengetahuan dan teknologi, serta untuk lebihmenyebarluaskan kebijakan pemerintah di bidangperpustakaan.Peserta sebanyak 150 orang terdiri dari pengelolaperpustakaan desa, pengelola perpustakaan sekolah,pengelola perpustakaan pondok pesantren, pengelolaperpustakaan masyarakat, serta pengelola perpustakaanmasjid.
>> Undang/Ali
Peningkatan Minat BacaBuku dan perpustakanTiga Elemen
Surabaya,(MR)
Sumber daya air adalahaspek vital yang tidak dapatdipisahkan dari kehidupanmanusia, untuk dan demi pera-daban manusia. Bahkan dapatdipastikan, tanpa pengemba-ngan sumber daya air, perada- ban manusia tidak akan menca- pai tingkat yang dinikmati saatini. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila pengembangandan pengelolaan sumber dayaair disebut sebagai pondasi peradapan manusia.Mulai bulan Oktober 2009sampai dengan bulan Mei 2011hujan berkepanjangan sehing-ga menyebabkan kerugian bagi para petani dan bagi pegusahaagro lainnya. Sedang mulai akhir bulan Mei diperkirakan kemarauakan tiba.Kepala Dinas PU PengairanPropinsi Jawa Timur Ir. Supaad,MSi, dalam sambutannyasidang TKPSDA WS Brantaske II/2011 di Hotel Regent’sPark, Malang pekan lalu menga-takan “ Awal bulan Juni atauakhir bulan Mei musim kemarautiba, kita perlu mengkoor-dinasikan dan mengalokasikankebutuhan air dari Kali Brantaskarena debit kecil, perencana-annya harus matang, jadi haruslebih hati-hati,”.“Sesuai Undang-undang bahwa air irigasi untuk kepenti-ngan yang terdahulu dan perludiutamakan dan prediksi musimkemarau kapan akan dimulaidan kapan prediksi musimhujan akan dimulai berdasarkananalisis data statistik dari dari-data terdahulu.” SambungSupaad.Dalam Sidang Pleno BMKGmembahas bahwa pada bulanMei masih mengalai Lenina,sedangkan prediksi cuaca dalamsetiap bulan dikirim oleh BMKGke masing-masing daerahKabupaten, dan sebagian kecil prediksi awal musing kering pada bulan Mei sesuai, tetapikebanyakan mundur pada bulanJuni (sehingga up date prakiraansetiap bulan).Prakiraan bulan Juni 2011curah hujan berkisar antara 0-25 mm, khusus di Malangkurang lebih 150 mm masih akanterjadi dan perkiraan musimhujan pada tahun 2011 ini akanmundur pada bulan oktober dan Nopember Dasarian III. Sedang pada bulan Desember DasarianI, II, dan III curah hujan berkisar 200-300 mm berdasarkan serisdata, metode ulangnya.Pimpinan sidang (KabidO&P Dinas Pengairan) Ir.Soenoko CES mengatakan “Sesuai kajian dari BMKG makaPola Operasi Waduk danAlokasi air (POWAA) di DASBrantas pada musim kemarau2011 adalah dengan DI.Jatimlerek bulan Juni 2011diberikan rata-rata 2,33 m3/detik, DI. Menturus bulan Juni2011 diberikan rata-rata 3,05 m3/detik, dan Suplay dari Waduk Wonorejo dimaksudkan dalam perhitungan sebagai tambahandalam alokasi air.” Katanya“Tanaman padi dilahan perhutani di Kabupaten Blitar tidak bisa dimasukan dalamsistem DI. Lodoyo karena statuslahan yang dimaksud masihhutan dan milik Perhutani sertalokasinya lebih tinggi darisaluran Irigasi yang ada, Sawahdi Rowoparas KabupatenJombang seluas 689 Ha telahlama mendapatkan air darisaluran Mrican Kanan dandisetujui masuk dalam sistemDI. Mrican Kanan. Diharapkan pihak BBWS Brantas segeramembangun/memasang pintusadap dan bangunan ukur”,lanjut Soenoko.“Dalam melaksanakan kegi-atan Pemeliharaan, Perbaikan,Rehabilitasi jaringan irigasiyang berdampak terhadap berkurangnya besarnya alokasiair yang ditentukan dalamPOWAA maka pihak pelaksanakegiatan diharapkan melakukankoordinasi untuk mendapatkan persetujuan dengan pihak pengelola jaringan irigasi danDinas Kabupaten/kota setem- pat.” Katanya.
>>Hs/Gc
Antisipasi KemarauTKPSDA WS BrantasAlokasikan Kebutuhan Air
Jakarta,(MR)
Pemerintah diibaratkan seperti supir oplet (angkutanumum) oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) JimlyAshidiqie karena memindahkan kembali penangananperkara peradilan pemilu kada dari MK ke Mahkamah Agung(MA). "Jangan seperti oplet, jangan maju mundur. Dulu di MAdipindah ke MK, sekarang dikeluarkan lagi (dari MK ke MA).Ini kayak supir oplet namanya. Sekarang di cek salahnya apa,kurangnya apa mbok ya diperbaiki," tandas Jimly.Berdasarkan data panitera MK yang diakses lewat situsMK, sejak 2008 hingga 1 Juni 2011, MK telah menerima 337perkara perselisihan hasil pemilu kada. Dari jumlah tersebut312 perkara telah diputuskan dan hanya 35 perkara yangdikabulkan.Pengesahan Perubahan atas UU 24/2003 tentang MKseharusnya diketok palu oleh Badan Legislasi DPR Senin,30 Mei 2011. Namun hampir seluruh fraksi memintapengesahan ditunda, karena ada sejumlah pasal krusial yangmemerlukan pendalaman.Sebelumnya, Media Indonesia (31/5) memberitakan,dalam kunjungan Komisi III DPR RI ke MK hakim konstitusiAkil Mochtar mengingatkan bahwa kewenangan MK atasperadilan pemilu kada tidak terdapat dalam UU 24/2003.Kewenangan tersebut, ujarnya, ada dalam UU 12/2008tentang Perubahan Kedua atas UU 32/2004 tentang Peme-rintahan Daerah, UU 22/2007 tentang PenyelenggaraanPemilu, dan UU 48/2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.“Jadi pemindahan wewenang pengadilan sengketapemilihan umum kepala daerah tidak bisa dilakukan dalamperubahan UU MK,” ujar Akil saat itu. Sehingga bila peradilanitu ingin dipindah maka DPR harus merubah pula UU yangmemberikan kewenangan itu pada MK. Meskipun begitu,sebagai hakim konstitusi Akil mengaku, ia tidak memperma-salahkan bila kewenangan tersebut dipindah kembali.
>>Mohammad
Peradilan PemilukadaPemerintah SepertiSupir Oplet
Jimly Ashidiqie
Jakarta,(MR)
Setelah Menteri Pemu-da dan Olahraga Andi AlifianMallarangeng, kini giliranMenteri Koordinator BidangPerekonomian IndonesiaHatta Rajasa menjalanipemeriksan Komisi Pembe-rantasan Korupsi (KPK).Hatta diperiksa terkait kasusdugaan korupsi biayapengangkutan kereta rel listrik(KRL) hibah dari pemerintahJepang di Kementerian Per-hubungan (dulu Departemen Perhubungan) pada 2006.“Saya memberikan penjelasan sebagai warga negaraterkait dengan masalah KRL hibah tersebut,” kata Hattaseusai diperiksa di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, JakartaSelatan, Rabu (1/6). Hatta diperiksa pukul 07:30-09:15 WIB.Ia enggan berkomentar. Ketua Umum Partai AmanatNasional (PAN) itu memilih segera masuk ke mobilpribadinya dengan alasan harus menghadiri PeringatakanHari Lahir Pancasila.Ketika ditanya mengenai keterlibatan adiknya, AhmadHafiz Tohir, Hatta enggan untuk menjelaskannya danmeminta wartawan untuk bertanya kepada penyidik KPK.“Itu soal materi, silahkan tanyakan ke penyidik,” ujar Hattasingkat.Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan Hatta diperiksaterkait kapasitasnya sebagai mantan Menteri Perhubungandalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I. Dalam kasustersebut, KPK telah menetapkan mantan Dirjen Perkere-taapian Soemino sebagai tersangka. Ia disebut-sebut telahmelakukan penunjukan langsung terhadap PT SumitomoCo untuk membawa KRL bekas dari Jepang.Berdasarkan pengakuan Soemino, selain dirinya, masihada empat orang yang bukan berasal dari DepartemenPerhubungan yang turut dalam survei proyek kereta tersebut.Menurut Dirjen Perkeretaapian di era kepemimpinan MenteriPerhubungan Hatta Rajasa itu, mereka adalah Jon Erizaldan adik kandung Hatta, Hafiz Tohir.Hafiz Tohir, Adik kandung Menteri Perekonomian HattaRajasa, diduga terlibat dalam kasus hibah Kereta Rel Listrik(KRL) dari Jepang pada 2006-2007. Adik mantan MenteriPerhubungan Hatta Rajasa itu disebut-sebut turut sertamelakukan survei ke Jepang bersama Direktur PT Powertel,Jon Erizal, yang juga tercatat sebagai politisi Parta AmanatNasional (PAN). Namun, saat diminta komentar di GedungKPK rabu (1/6), Hatta Rajasa enggan mengomentari dugaanketerlibatan adiknya tersebut.
>> Sahrial Nova
Hatta Rajasa Diperiksa KPKTerkait KRL Hibah
Hatta Rajasa
Jakarta,(MR)
PARTAI Demokrat (PD)dinilai gagal membuktikandirinya sebagai parpol yang antidan bersih dari korupsi.Pemecatan M Nazaruddin dari jabatan bendahara umumkarena dugaan suap Sesmen- pora Wafid Muharam dan percobaan suap Sekjen MK Janedjri M Gaffar dianggapsebagai buktinya.Kondisi itu diilustrasikanDirektur Monitoring dan Advo-kasi Pusat Studi Hukum danKebijakan, Ronald Rofiandri, berbanding terbalik dengan
Demokrat Dinalai Gagal Buktikan Bersih Korupsi
klaim ketua Dewan Pembina PD,SBY, bahwa partainya bersihdan antikorupsi.Ia mencurigai, kondisi itutak terelakkan karena sistemkontrol dan evaluasi terhadapkadernya tidak berjalan di parpol pemenang pemilutersebut. “Seharusnya, sebagai bagian dari evaluasi, ada per-hatian khusus terhadap kinerjadan aktivitas lain anggota partai politik, terutama yangduduk di parlemen sehinggatidak kebobolan sepertisekarang,” jelas Ronald kepadawartawan di Jakarta, Kamis pekan lalu.Ronald menyebutkan, kasus Nazaruddin mempunyai eksesnegatif yang cukup besar bagiPartai Demokrat ke depan. “Dan bukan tidak mungkin masih adakasus-kasus lain yangdilakukan kader lainnya yang berpotensi menghancur-kancitra PD,” isyarat Ronald.Ia menyatakan prihatindengan apa yang dialami PDakhir-akhir ini. “Sangat kitasayangkan, mereka (Demokrat) punya wakil yang belakanganini bermasalah,” tukas Ronald.
>> Sahrial Nova
Masa Kampanye Partai Demokrat
Lubuklinggau,(MR)
Setiap kali musim liburansekolah dan libur kerja datangkeinginan masyarakat untuk menikmati liburan denganmengunjungi objek wisatacukup besar akan tetapi pariwisata di Kota Lubukling-gau dan Kabupaten MusiRawas stagnan dari tahun ketahun tidak ada perubahan aliasmati suri.Padahal kedua derah inimemiliki potensi pariwisatacukup besar apabila digarapakan memberikan kontribusi dannilai ekonomis bagi masyarakatsetempat. Akibatnya, masyara-kat pada hari-hari libur lebihmemilih daerah tetangga sepertidaerah Rejang Lebong untuk menghabiskan waktunya atauPantai Panjang, Bengkulu.
Pariwisata di Lubuklinggaudan Musi Rawas Mati Suri
“Kalau di Linggau danMusi Rawas meskipun banyak objek wisata tapi tidak ada yangdikelola secara serius Cumaseperti itu saja tidak ada kema- juannya, makanya kita lebihmemilih objek wisata di curupini,” kata Chandra salah seorangwisatawan lokal.Dia mencontohkan bebera- pa objek wisata di Musi Rawasyang tidak digarap secara seriustersebut antara lain, DanauRaya Kecamatan Rupit, GuaBatu Kecamatan Ulu Rawas,dan beberapa air terjun. Untuk Kota Lubuklinggau ada Bendu-ngan Watervang, Air TerjunTemam namun sayang objek wisata ini tidak tersentuh pengelolaan yang professionaldan setiap tahun pula peme-rintah daerah berdalih tidak memiliki anggaran untuk mengembangkan objek wisatatersebut.Pendapat yang sama jugadisampaikan Alex, (40) Ketua RTdi dekat objek wisata watervangyang mengatakan bahawa jangankan libur panjang. setiaphari minggu saja banyak masyarakat yang datang kewatervang. Artinya kalau objek wisata ini di bangun dan dikelolasecara professional tentu akanmenjadi tenpat wisa andalankota Lubuklinggau.“Cukup banyak masyarakatyang datang ke Watervangnamun karena tidak ada perkembangan objek wisata inikalah dengan yang ada di daerahtetangga seperti danau atauObjek Wisata Subhan Air Panasmilik Rejang Lebong,” katanya.Dia berharap kedepan berbagai potensi wisata yangdimiliki Lubuklinggau danKabupaten Musi Rawas ini bisadi kembangkan dan dikelolasecara baik. Sebab selainmenjadi ikon daerah juga akanmemberi pengaruh positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat sekitarnya.“Kita hanya berharap potensi wisata daerah ini bisadilirik pemerintah untuk dikembangkan karena sayang potensinya cukup besar tapitidak tergali secara baik dan justru terbengkalai,” demikiantandasnya.
>> Saliem / imam
“Kalau di Linggau danMusi Rawas meskipunbanyak objek wisata tapitidak ada yang dikelolasecara serius Cumaseperti itu saja tidak adakemajuannya,