Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Akuakultur (Permasalahan Tanah Pada Lokasi Akuakultur

Makalah Akuakultur (Permasalahan Tanah Pada Lokasi Akuakultur

Ratings: (0)|Views: 475 |Likes:
Published by RNH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: RNH on Jun 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
PERMASALAHAN PADA AKUAKULTUR ³Permasalahan Kondisi Tanah pada Lokasi Akuakultur´
 Diajukan untuk memenuhi nilai mata kuliah Akuakultur 
Disusun oleh :Yulianti S. 230110090075Rizky Nur Handini 230110090089Iqbal Meinizar Adjam 230110090085Kusma I. Imama 230110090081Laura Febrina 230110090090
F
AKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTANUNIVERSITAS PADJADJARANJATINANGOR 2011
 
PENDAHULUAN
Akuakultur merupakan nama untuk semua jenis daerah air atau lahan basah, dimanahewan dan tanaman air dibudidayakan. Masyarakat sangat tergantung pada laut dansumberdayanya. Kehidupan dan mata pencaharian sebagai nelayan merupakan bagian dari tradisidan budaya masyarakat kita. Ikan merupakan bagian penting dari makanan dan merupakansumber pendapatan yang menguntungkan.Kolam ikan memerlukan pasokan air yang terus-menerus. Oleh karenanya, kolam ini harus berlokasi dekat dengan sumber air, seperti saluran irigasi, sungai, mata air, atau air rumah. Untuk sungai, berhati-hatilah untuk tidak memilih daerah yang rawan banjir saat musim hujan.Lahan dengan kemiringan landai akan memudahkan pengeringan dan pembersihan kolamikan atau untuk mengalirkan air masuk dan keluar kolam. Ini sangat berguna jika menginginkanlebih dari satu kolam dalam suatu sistem akuakultur di lahan Anda. Lahan yang datar juga baik,tapi sedikit lebih banyak memerlukan kerja untuk perawatan dan pasokan airnya. Lahan yangsangat curam jauh lebih sulit untuk diolah dan memerlukan lebih banyak perawatan.Sedimen didefinisikan sebagai hasil proses erosi, baik erosi permukaan, erosi parit atauerosi tanah lainya, yang berdasarkan mekanisme pengangkutannya dibagi menjadi dua kategoriyaitu muatan sedimen melayang (suspended load) dan Muatan sedimen dasar (bedload).Suspended load merupakan material dasar sungai (bed material) yang melayang di dalamaliran sungai, terdiri dari butiran-butiran pasir halus. Sedangkanbed load merupakan partikel- partikel kasar yang bergerak sepanjang dasar sungai.Hasil sedimen biasanya diperoleh dari pengukuran sedimen terlarut dalam sungai(suspended sediment) atau pengukuran langsung dalam waduk. Besarnya transpor sedimendalam aliran sungai merupakan fungsi dari suplai sedimen dan energi aliran sungai. Besarnyasedimen yang masuk ke dalam sungai dan besarnya debit ditentukan oleh faktor iklim, topografi,geologi, vegetasi dan cara bercocok tanam di daerah tangkapan air yang merupakan asaldatangnya sedimen.
 
Di sungai, kolom air dari atas kebawah biasanya tidak sama, oleh karena itu sampel air sungai harus diambil pada beberapa kedalaman (minimal permukaan dan dasar). Kualitas datayang yang dihasilkan sangat tergantung pada keutuhan contoh uji yang sampai dianalisis. Selama pengambilan, pengepakan, dan pengangkutan contoh air dan sedimen ke laboratorium dapatterjadilost dancontamination, sehingga contoh air yang sampai ke laboratorium tidak utuh lagi.Terjadinyalost mengakibatkan hasil analisis lebih rendah dibanding kadar yang sebenarnyadalam contoh dancontam ination mengakibatkan hasil analisis lebih tinggi dibanding kadar yangsebenarnya.Kesulitan yang dihadapi dalam pengukuran sampel air dan pengukuran beban sedimendisamping karena polutan yang bersifat dinamis akibat pengaruh karateristik fisik air,tanah/sedimen, padatan atau cairan, cuaca, jumlah polutan, kecepatan lepasnya polutan kelingkungan, efluen, sifat kimia, sifat biologi dan sifat biologi polutan, dan intervensi manusia, juga kosentrasi parameter yang umumnya rendah (ppm, ppb atau ppt) merupakan problemanalitik yang sering muncul ketika menganalisis sampel di laboratorium (Barcelona, 1988).

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sudirman Aditia liked this
Nur Faiizah Af liked this
Abde Firmansyah liked this
albaraquaculture liked this
Rauhun Imutz liked this
Rauhun Imutz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->