Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Pemikiran Pendidikan Ibnu Sina

Konsep Pemikiran Pendidikan Ibnu Sina

Ratings: (0)|Views: 4,997|Likes:
Published by subramo

More info:

Published by: subramo on Jun 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
PERBANDINGAN KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKANIBNU SINA DAN FAZLUR RAHMAN
MAKALAHDisusun guna memenuhi tugas individuMata Kuliah Perbandingan PendidikanDosen Pengampu Mustolih, M.Pd.I, M.Pd.Disusun Oleh: Nama : SUTARJO NIM : 2083271
PROGRAM S.1/PAI/VISEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA(STAINU) KEBUMEN2011
1
 
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU SINA(AFGANISTAN)A.Riwayat Hidup Ibnu Sina
 Nama lengkapnya adalah Abu ’Ali al-Husyn ibn Abdullah. Penyebutannama ini telah menimbulkan pebedaan pendapat di kalangan para ahli sejarah.Sebagian dari mereka mengatakan bahwa nama tersesut diambil dari bahasa latin,Avin Sina, dan sebagian yang lain mengatakan bahwa nama tersebut diambil darikata Al-Shin yang dalam bahasa Arab berarti Cina. Selain itu ada juga pendapatyang mengatakan bahwa nama tersebut dihubungkan dengan nama tempatkelahirannya, yaitu Afshana.Dalam sejarah pemikiran islam, Ibnu Sina di kenal sebagai intelektualmuslim yang banyak mendapat gelar. Ia lahir pada tahun 370 H. bertepatandengan tahun 980 M, di Afshana, suatu daerah yang terletak di dekat bukhara, dikawasan Asia Tengah. Ayahnya bernama Abdullah dari Belkh, suatu kota yangtermasyhur dikalangan orang-orang Yunani, kota tersebut sebagai pusat kegiatan polotik, juga sebagai pusat kegiatan intelektual dan keagamaan.Adapun Ibu Ibnu Sina bernama Astarah, berasal dari Afshana yang termasuk wilayah Afganistan. Namun demikian, ia ada yang menyebutkan sebagai berkebangsaan Persia, karena pada abad ke-10 M, wilayah Afganistaninitermasuk daerah Persia.Tampilnya Ibnu Sina selain sebagai ilmuwan yang terkenal didukung olehtempat kelahirannya sebagai ibu kota kebudayaan, dan orang tuanya yang dikenalsebagai pejabat tinggi, juga karena kecerdasannya yang luar biasa. Sejarahmencatat, bahwa Ibnu Sina melalui pendidikannya pada usia lima tahun di kotakelahirannya Bukhara. Pengetahuan yang pertama kali ia pelajari ialah membacaal-qur’an. Setelah itu ia melanjutkan dengan mempelajari ilmu-ilmu agama islamseperti tafsir, fiqh, ushuluddin dan lain-lain. Berkat ketekunan dan kecerdasannya,ia berhasil menghafal al-qur’an dan menguasai berbagai cabang ilmu keislaman pada usia yang belum genap sepuluh tahun.Ibnu Sina banyak kaitannya dengan pendidikan, barangkali menyangkut pemikirannya tentang falsafat ilmu. Menurut Ibnu Sina terbagi menjadi 2, yaitu:1.ilmu yang tak kekal2.ilmu yang kekalIlmu yang kekal dari peranannya sebagai alat dapat disebut logika. Tapi berdasarkan tujuannya, maka ilmu dapat dibagi menjadi ilmu yang praktis danilmu yang teoritis.Sejarah mencatat sejumlah guru yang pernah mendidik Ibnu Sinadiantaranya:1.Mahmud al-Massah (ahli matematika)2.Abi Muhammad Ismail ibn al Husyaini (ahli fiqh)3.Abi Abdillah an-Natili (ahli manthiq dan falsafah)Selanjutnya dengan cara otodidak, ibnu sina mempelajari ilmu kedokteransecara mendalam, hingga ia menjadi seorang dokter yang termasyhur padazamannya. Hal ini didukung oleh kesungguhannya melakukan penelitian dan praktek pengobatan. Berkenaan dengan ini sebagian para penerjemah menduga bahwa ibnu sian mempelajari ilmu kedokteran dari ‘Ali abi Sahl al-Masity danAbi mansur al-Hasan ibn Nuh al-Qamary. Dengan cara demikian, ilmukedokteran mengalami perkembangan yang didukung oleh keluasan teori dan praktek.Upaya memperdalam dan menguasai berbagai cabang ilmu pengetahhuandilanjutkan ibnu sina pada saat ia memperoleh kesempatan menggunakan perpustakaan milik Nuh bin Mansyur yang pada saat itu menjadi sultan di2
 
Bukhara. Kesempatan tersebut terjadi karena jasa ibnu sina yang berhasilmengobati penyakit Sultan tersebut hingga sembuh.Dalam bidang karir dan pekerjaan yang pertama kali ia lakukan adalahseperti orang tuanya, yaitu membantu tugas-tugas pangeran Nuh bin Mansur. Iamisalnya diminta menyusun kumpulan pemikiran filsafat oleh Abu al-Husain al-‘Arudi. Untuk ini ia menyusun buku al-majmu’. Setelah ia menulis buku al-Hasbil wa al-Manshul dan al-Birr wa al-Ism atas permintaan Abu Bakar al-barqyal-Hawarizmy.Selanjutnya ketika Ibnu Sina berusia 22 tahum ayahnya meninggal dunia,dan kemudian terjadi kemelut politik di tubuh pemerintahan Nuh bin Mansur danAbd Malik saling berebut kekuasaan, yang dimenangkan Abdul Malik.Selanjutnya dalam keadaan pemerintahan yang belum stabil itu datang pulaserbuan dari kesultanan Mahmud Al-Ghaznawi, sehingga seluruh wilayahkerajaan tsamani yang berpusat di Bukhara jatuh ketangan penyerbu itu.Dalam keadaan situasi politik yang kurang menguntungkan itu, Ibnu Sinamemutuskan diri untuk pergi meninggalkan daerah asalnya. Ia pergi ke karkangyang termasuk ibu kota Al-Khawarizm. Di kota ini, ibnu sina berkenalan dengansejumlah pakar seperti Abu Al-Khair Al-Khamar, Abu Sahl ‘Isa bin yahya Al-Masity Al-Jurjani, Bu Ar-Rayhan Al-Biruni dan Abu Nashr Al- ‘Iraqi. Setelah ituibnu sina melanjutkan perjalanan ke Nasa, Abiwarud, Syaqan, Jajarin dan terus keJurjan. Ibnu sina berkesempatan untuk menyelesaikan beberapa karya tulisnyaseperti kitab As-Syifa, An-Najab dan Al-Qanun fi Al-thibb.Karya Ibnu Sina dalam bidang kedokteran antara lain Al-Qanun fi Al-Thibb. Dalam bidang filsafat As-Syifa dan An-Najab. Dalam bidang fisika FiAsam al-‘alum al-‘aqliyah. Bidang logika Al-Isaquji. Bidang bahasa Arab LisanAl-‘Arab. Adapun dalam bidang agama dibagi menjadi 4 cabang, yakni:1.Ilmu Akhla2.Ilmu cara mengatur rumah tangga
3.
Ilmu tata Negara4.Ilmu tentang kenabianDalam ilmu politik ini juga termasuk ilmu pendidikan, karena ilmu pendidikan merupakan ilmu yang berada pada garis terdepan dalam menyiapkankader-kader yang siap untuki melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.
B.
Konsep Pemikiran Pendidikan Ibnu Sina
Pemikiran Ibnu sina dalam bidang pendidikan antara lain berkenaandengan tujuan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, guru dan pelaksanaanhukuman dalam pendidikan. Kelima aspek yang dikemukakan Ibnu Sina ini dapatdikemukakan sebagai berikut.1.Tujuan PendidikanMenurut Ibnu Sina, bahwa tujuan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang ke arah perkembangannya yang sempurna, yaitu perkembangan fisik, intelektual dan budi pekerti. Selain itu tujuan pendidikan menurut Ibnu Sina harus diarahkan pada upaya mempersiapkan seseorang agar dapat hidup dimasyarakat secara bersama-sama dengan melakukan pekerjaan atau keahlian yang dipilihnyasesuai dengan bakat, kesiapan, kecendrungan dan potensi yang dilmilikinya.Khusus pendidikan yang bersifat jasmani, ibnu sina mengatakanhendaknya tujuan pendidikan tidak melupakan pembinaan fisik dan segalasesuatu yang berkaitan dengannya seperti olah raga, makan, minum, tidur danmenjaga kebersihan. Ibnu Sina berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalahuntuk mencapai kebahagiaan (
 sa’adat 
).3

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Saud Ramadhan liked this
Bintang Gejora liked this
luks_guanteng976 liked this
Khoirul Hidayati liked this
BSASciti liked this
Jelita Hati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->