Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
47Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEKNOLOGI PEMBUATAN PELET

TEKNOLOGI PEMBUATAN PELET

Ratings: (0)|Views: 2,619 |Likes:
Published by Euis Sugihartina

More info:

Published by: Euis Sugihartina on Jun 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

 
TEKNOLOGI PEMBUATAN PELET
Pelet merupakan bentuk bahan pakan yang dipadatkan sedemikian rupa dari bahan konsentratatau hijauan dengan tujuan untuk mengurangi sifat keambaan pakan. Patrick dan Schaible (1980)menjelaskan keuntungan pakan bentuk pelet adalah meningkatkan konsumsi dan efisiensi pakan,meningkatkan kadar energi metabolis pakan, membunuh bakteri patogen, menurunkan jumlah pakan yang tercecer, memperpanjang lama penyimpanan, menjamin keseimbangan zat-zat nutrisi pakan dan mencegah oksidasi vitamin. Stevent (1981) menjelaskan lebih lanjut keuntungan pakan bentuk pelet adalah 1) meningkatkan densitas pakan sehingga mengurangi keambaan,mengurangi tempat penyimpanan, menekan biaya transportasi, memudahkan penanganan dan penyajian pakan; 2) densitas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi pakan yang tercecer; 3) mencegah ³de-mixing´ yaitu peruraian kembali komponen penyusun pelet sehingga konsumsi pakan sesuai dengan kebutuhan standar. Proses pengolahan peletmerujuk pada Pujaningsih (2006) terdiri dari 3 tahap, yaitu pengolahan pendahuluan, pembuatan pelet dan perlakuan akhir.
Pengolahan Pendahuluan
 Proses pendahuluan ditujukan untuk pemecahan dan pemisahan bahan-bahan pencemar ataukotoran dari bahan yang akan digunakan. Setelah seluruh bahan baku disiapkan, tahapselanjutnya adalah menggiling bahan baku tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkanukuran partikel yang seragam--berbentuk tepung (mash) (McEllhiary, 1994). Seluruh bahan yangtelah digiling, ditimbang dengan menggunakan timbangan duduk. Selanjutnya, bahan±bahantersebut dicampurkan.
Pembuatan Pelet
 
 
Pembuatan pelet terdiri dari proses pencetakan, pendinginan dan pengeringan. Perlakuan akhir terdiri dari proses sortasi, pengepakan dan pergudangan. Menurut Pfost (1964), proses pentingdalam pembuatan pelet adalah pencampuran (mixing), pengaliran uap (conditioning), pencetakan(extruding) dan pendinginan (cooling).Proses kondisioning adalah proses pemanasan dengan uap air pada bahan yang ditujukan untuk gelatinisasi agar terjadi perekatan antar partikel bahan penyusun sehingga penampakan peletmenjadi kompak, durasinya mantap, tekstur dan kekerasannya bagus (Pujaningsih, 2006). Proseskondisioning ditujukan untuk gelatinisasi dan melunakkan bahan agar mempermudah pencetakan. Disamping itu juga bertujuan untuk membuat : (1) Pakan menjadi steril, terbebasdari kuman atau bibit penyakit; (2) Menjadikan pati dari bahan baku yang ada sebagai perekat;(3) Pakan menjadi lebih lunak sehingga ternak mudah mencernanya dan (4) Menciptakan aroma pakan yang lebih merangsang nafsu makan ternak.Walker (1984) menjelaskan bahwa selama proses kondisioning terjadi penurunan kandungan bahan kering sampai 20% akibat peningkatan kadar air bahan dan menguapnya sebagian bahanorganik. Proses kondisioning akan optimal bila kadar air bahan berkisar 15 ± 18%. Winarno(1997) menjelaskan lebih lanjut bahwa kadar air yang lebih dari 20% akan menurunkankekentalan larutan gel hasil gelatinisasi.Efek lain dari proses kondisioning yaitu menguapnya asam lemak rantai pendek, denaturasi protein, kerusakan vitamin bahkan terjadinya reaksi ³Maillard´. Reaksi µMaillard¶ yaitu polimerisasi gula pereduksi dengan asam amino primer membentuk senyawa melanoidin berwarna coklat, proses ini terjadi akibat adanya pemanasan (Muller, 1988). Warna coklat pada bahan ini menurut Muller (1988) menurunkan mutu penampakan warna pelet. Nikersond dan
 
L
ouis (1978) menambahkan bahwa pemanasan dapat menyebabkan dehidrasi pada gula. Gulayang terdehidrasi membentuk polimer sesama gula yang diikuti oleh gugus amina membentuk senyawa coklat.Gelatinasi merupakan sumber perekat alami pada proses ³pelleting´. Pencetakan merupakantahap pemadatan bentuk melalui alat extruder. Temperatur bahan sebelum masuk ke dalammesin pencetak sekitar 80°C dengan kelembaban 12±15%. Kelemahan sistem ini adalahdiperlukannya tambahan air sebanyak 10 ± 20% ke dalam campuran pakan, sehingga diperlukan pengeringan setelah proses pencetakan tersebut. Penambahan air dimaksudkan untuk membuatcampuran atau adonan pakan menjadi lunak, sehingga bisa keluar melalui cetakan. Jikadipaksakan tanpa menambahkan air ke dalam campuran, mesin akan macet dan pelet yang keluar dari mesin pencetak biasanya kurang padat (Pujaningsih, 2006).Selama proses kondisioning terjadi peningkatan suhu dan kadar air dalam bahan sehingga perludilakukan pendinginan dan pengeringan (Walker, 1984). Proses pendinginan (cooling)merupakan proses penurunan temperatur pelet dengan menggunakan aliran udara sehingga peletmenjadi lebih kering dan keras. Proses ini meliputi pendinginan butiran-butiran pelet yang sudahterbentuk, agar kuat dan tidak mudah pecah. Pengeringan dan pendinginan dilakukan pada tahapini untuk menghindarkan pelet itu dari serangan jamur selama penyimpananPengeringan pada intinya adalah mengeluarkan kandungan air di dalam pakan menjadi kurangdari 14%, sesuai dengan syarat mutu pakan ternak pada umumnya. Proses pengeringan perludilakukan apabila pencetakan dilakukan dengan mesin sederhana. Jika pencetakan dilakukandengan mesin pelet sistem kering, cukup dikering anginkan saja hingga uap panasnya hilang,sehingga pelet menjadi kering dan tidak mudah berubah kembali ke bentuk tepung (Pfost, 1964).

Activity (47)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Risno Awanii liked this
Rio Setiawan liked this
Made Sudarma liked this
jusf liked this
August Sisca liked this
Lutfi Alfianto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->