Hasil penelitian mengenai efek kimia iradiasi pada berbagai macam bahan pangan hasil iradiasi (1 ± 5 kGy) belum pernah ditemukan adanya senyawa yangtoksik. Pengawetan makanan dengan menggunakan iradiasi sudah terjaminkeamanannya jika tidak melebihi dosis yang sudah ditetapkan, sebagaimana yangtelah direkomendasikan oleh FAO-WHO-IAEA pada bulan november 1980.Rekomendasi tersebut menyatakan bahwa semua bahan yang diiradiasi tidak melebihidosis 10 kGy aman untuk dikonsumsi manusia. Pernyataan ini dikeluarkansehubungan dengan munculnya kekhawatiran konsumen akan keracunan sebagai pengaruh sampingnya.Menurut Hermana (1991), dosis radiasi adalah jumlah energi radiasi yangdiserap ke dalam bahan pangan danmerupakan faktor kritis pada iradiasi pangan.Seringkali untuk tiap jenis pangan diperlukan dosis khusus untuk memperoleh hasilyang diinginkan. Kalau jumlah radiasi yang digunakan kurang dari dosis yangdiperlukan, efek yang diinginkan tidak akan tercapai. Sebaliknya jika dosis berlebihan, pangan mungkin akan rusak sehingga tidak dapat diterima konsumenRadiasi yang diserap oleh makanan tidak sama dengan jumlah radiasi yangdipancarkan pembangkit. Dosis ditentukan intensitas danlama penyinaran. Satuannyagray (gy) 1 gray = 1 gy = 100 rads = 0,00024 kal/kg pangan. 1 kgy = 1000 gyDosis rendah ( 1kgy)
Mengendalikan serangga pada biji-bijian
Mencegah pertunasan kentang
Mengendalikan cacing pita pada daging babi
Mencegah pembusukan dan mengendalikan serangga pada buah dan sayur Dosis medium ( 1-10 kgy)
Mengendalikan salmonella, versinia dan campylobacter pada daging, produk unggas dan ikan.
Mencegah jamur pada buah.Dosis tinggi ( > 10 kgy)
Membunuh mikroba dan serangga pada rempah-rempah
Sterilisasi makanan
Dosis randah dan medium masih perlu pendinginan.