elektroda, yaitu dengan membawa langsung elektron dari enzim hasil respirasi bakteri ke elektroda. Adapun bakteri yang termasuk dalam jenis ini adalah
Shewanella putrefaciens
,
Aeromonas hydrophila
, dan lain-lain. 2.2. Metabolisme dalam
Microbial Fuel Cells
Ada 3 cara proses metabolisme mikro organisme di dalam sistem
microbial fuel cells
, metabolisme dengan redox tinggi, metabolisme denganredox rendah-medium dan fermentasi. Pada metabolisme dengan redox tinggi,elektron dan proton dapat dipindahkan melalui reaksi dehidrogenasi NADH,ubiquinone, coenzim Q dan cytochrome. Contoh konsorsia mikroba yangmenggunakan sistem metabolisme ini adalah
Pseudomonas aeruginosa, Enterococcus faecium
dan
Rhodoferax ferrireducens
. Pada metabolismedengan redox rendah-medium, potensial anoda berkurang dengan adanyakomponen penerima elektron seperti sulphate dan nitrat, karena elektron akanterdeposit dalam komponen tersebut. Bila tidak ada sulfat atau nitrat,fermentasi akan menjadi proses penggerak utama. Beberapa jenis mikroorganisma yang diketahui dapat menghasilkan produk fermentasi ada dalamgenus
Clostridium, Alcaligens, Enterococcus
. Produk fermentasi seperti acetat pada kondisi potensial yang rendah akan dioksidasi oleh bakteri anaerobseperti species
Geobacter
, menghasilkan elektron di MFC. Di dalam Tabel 1disajikan beberapa contoh species bakteri yang digunakan dalam
Microbial Fuel Cells
dan metabolismenya.Tabel 1.Species Bakteri yang Digunakan di dalam
Microbial Fuel Cell
danMetabolismenya
Tipe MetabolismeBakteriLiteratur
Oxidatif
Rhodoferax ferrireducensGeobacter sulfurreducens Aeromonas hydrophila Eschericia coliShewanella putrefaciens Pseudomonas aeruginosa Erwinia dissolvens Desulfovibrio
Chaudhuri, Lovley (2003)Bond dan Lovley (2003)Pham, dkk. (2003)McKinlay, Zeikus (2004)Kim, dkk. (2002)Rabaey, dkk. (2005)Vega dan Ferndanez (1987)Cooney, dkk. (1996)3