Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1073B - Dinamika Hukum Ketenagakerjaan Indonesia - Final - Agusmidah_bab 1

1073B - Dinamika Hukum Ketenagakerjaan Indonesia - Final - Agusmidah_bab 1

Ratings: (0)|Views: 167 |Likes:
Published by Andi Zany

More info:

Published by: Andi Zany on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
 
1 
BAB
 
1
 
PEMAHAMAN
 
ISTILAH
 
 A.
 
KOMPETENSI
 
Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentangberbagai pengertian dasar dalam Hukum Ketenagakerjaan,sifat, objek dan landasan Hukum Ketenagakerjaan.
B.
 
INDIKATOR
 
Mahasiswa diharapkan mampu:1.
 
menjelaskan pengertian‐pengertian yang dikenaldalam Hukum Ketenagakerjaan.2.
 
menjelaskan sifat Hukum Ketenagakerjaan3.
 
menjelaskan objek Hukum Ketenagakerjaan4.
 
menjelaskan landasan, asas dan tujuan dari HukumKetenagakerjaan
C.
 
DAFTAR
 
ISTILAH
 
KUNCI
 
Ketenagakerjaan
adalah segala hal yang berhubungan dengantenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
Tenaga
 
kerja
adalah setiap orang yang mampu melakukanpekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Pekerja/buruh
yaitu: “setiap orang yang bekerja denganmenerima upah atau imbalan dalam bentuk lain”.
D.
 
MATERI
 
1.
 
Pengertian
 
Hukum
 
Ketenagakerjaan/Hukum
 
Perburuhan
1
 
Ada berbagai rumusan tentang arti dari istilah HukumKetenagakerjaan. Termuat di buku Iman Soepomo yang berjudulPengantar Hukum Perburuhan beberapa pengertian yang diambildari ahli hukum perburuhan. Beberapa di antaranya adalah:
2
 
1
Dalam buku ini istilah Hukum Ketenagakerjaan sepadan dengan istilahHukum Perburuhan sehingga istilah ini akan digunakan secara silih berganti denganmakna yang sama.
2
Iman Soepomo,
Pengantar
 
Hukum
 
Perburuhan
(Djambatan, Jakarta, Cet.XI, 1995), hlm. 1‐2.
 
 
2
Molenaar; sarjana Belanda ini mengatakan bahwa "ar‐beidsrecht" (Hukum Perburuhan) adalah bagian darihukum yang berlaku yang pada pokoknya
mengatur 
 
hubungan
 
antara
 
buruh
 
dengan
 
majikan,
 
antara
 
buruh
 
dengan
 
buruh
 
dan
 
antara
 
buruh
 
dengan
 
 penguasa.
 
Istilah "
 Arbeids
­
recht 
" menurutnya harus dibatasi pada
hukum
 
yang bersangkutan dengan orang‐orang yangberdasarkan perjanjian‐kerja, bekerja pada orang lain.Apabila mereka tidak ataupun tidak lagi atau punbelum bekerja pada orang lain, tidak termasuk dalampembahasan hukum perburuhan.M.G. Levenbach; merumuskan hukum perburuhan atau
arbeidsrecht 
sebagai sesuatu yang meliputi hukum yangberkenaan dengan keadaan penghidupan yanglangsung ada sangkut‐pautnya dengan hubungan‐kerja,dimaksudkannya peraturan‐peraturan mengenaipersiapan bagi hubungan‐kerja yaitu penempatandalam arti‐kata yang luas, latihan dan magang,mengenai jaminan social buruh serta peraturan‐peraturan mengenai badan dan organisasi‐organisasi dilapangan perburuhan.N.E.H van Esveld; beliau tidak membatasi lapangan"
arbeidsrecht 
" pada hubungan kerja dimana dilakukandibawah pimpinan (pengusaha/ majikan), namunmenurutnya meliputi pula pekerjaan yang dilakukanoleh swa pekerja yang melakukan pekerjaan atastanggung jawab dan resiko sendiri.Pendapatnya ini di sandarkan pada penyangkalan atasteori Marx di mana dalam Hukum Perburuhan yangmenjadi pusat perhatian adalah soal pekerjaan danbukan kedudukan para buruh (dibawah perintahmajikan). Pendapat ini dipengaruhi oleh ajaran Katolik yang memaknakan pekerjaan dalam pengertian yangluas, walaupun yang utama tentang pekerjaan yangdilakukan oleh pekerja/buruh.MOK; berpendapat bahwa “
arbeidsrecht 
” adalah hukumyang berkenaan dengan pekerjaan yang dilakukan dibawah pimpinan orang lain dan dengan keadaanpenghidupan yang langsung bergandengan denganpekerjaan tersebut.
 
 
3 
Iman Soepomo; dari berbagai pengertian di atas beliaumembuat rumusan tentang arti kata HukumPerburuhan adalah himpunan peraturan, baik tertulismaupun tidak yang berkenaan dengan kejadian dimana seseorang bekerja pada orang lain denganmenerima upah.
3
 Perkembangan istilah dewasa ini menunjukkan bahwapenggunaan kata “Perburuhan”, “buruh”, “majikan” dansebagainya yang dalam literatur lama masih seringditemukan sudah digantikan dengan istilah“Ketenagakerjaan” sehingga dikenal istilah “HukumKetenagakerjaan” untuk menggantikan istilah HukumPerburuhan, juga sejak tahun 1969 dengandisahkannya UU No. 14 Tahun 1969 Tentang KetentuanPokok Mengenai Tenaga Kerja istilah buruh digantikandengan istilah “tenaga kerja” yang artinya adalah orangyang mampu melakukan pekerjaan baik di dalammaupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasaatau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Suatu perumusan yang luas karena meliputi siapa sajayang mampu bekerja baik dalam hubungan kerja(formal) maupun diluar hubungan kerja (informal)yang dicirikan dengan bekerja di bawah perintah oranglain dengan menerima upah.
4
 Kini istilah Hukum Perburuhan semakin tidak populerdengan diundangkannya UU Ketenagakerjaan (UU No.13 Tahun 2003) yang menjadi UU payung bagimasalah‐masalah yang terkait dengan HukumPerburuhan/Hukum Ketenagakerjaan. Di beberapaperguruan tinggi di Indonesia mata kuliah HukumPerburuhan juga telah banyak digantikan denganistilah lain seperti Hukum Ketenagakerjaan dan HukumHubungan Industrial.Kelompok yang lebih memilih istilah
buruh
 
dan
Hukum
 
Perburuhan
menyatakan bahwa istilah ini lebih fokus danmenjelaskan langsung pada makna sesungguhnya yang
3
 
Ibid,
 
hlm. 3.
4
Lihat UU No. 14 Tahun 1969, LN No. 55 Tahun 1969 dan Penjelasannya,khususnya Penjelasan atas Pasal 1.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->