Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
musibah

musibah

Ratings: (0)|Views: 404|Likes:
Published by Ruhan Luthfi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Ruhan Luthfi on Jun 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2011

pdf

text

original

 
Drs. Ahmad Izzan, M.A. 2010. Sakitku Ibadahku. KlinikalMahira: Jakarta Timur.
Islam adalah agama yang sempurna. Semua aspek atau bidang kehidupan diatur di dalam Islam.Tidak hanya aspek spiritual saja yang diatur, melainkan sosial, politik, dan ekonomi tak terlepas didalamnya. Maka, tidaklah mengherankan jika umat Islam mendapati suatu permasalahan dalambidang apa pun, mereka merujuk pada Al Qur'an dan hadits. Mereka pasti mendapatkan solusipermasalahan darinya. Begitu pula dengan hal yang berkaitan dengan sakit atau penyakit.Sakit atau penyakit termasuk musibah yang diturunkan Allah SWT (sejak Nabi Adam a.s.) kepadamakhluk-Nya, termasuk manusia. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah menderitasuatu penyakit dalam hidupnya. Bahkan seorang nabi pun pernah merasakannya. 
“Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika dia berdoa kepada Rabbnya, ' (Ya Rabbku), Sungguh, akutelah ditimpa penyakit, padahal Engkau Rabb yang Maha Penyayang dari semua yangpenyayang'. Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanyadan Kami kembalikan keluarganya kepadanya. (Kami lipatgandakan bilangan mereka) sebagairahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.”
 
(QS. Al- Anbiya' [21]:83-84).Ketika seseorang ditimpa suatu penyakit hendaknya bersabar. Tidak putus asa untuk mencarikesembuhannya. Selain itu, jangan berkeluh kesah dalam menghadapinya. Dan yang terpentingadalah selalu berdoa kepada Allah untuk meminta kesembuhannya. Allah-lah yang menurunkanpenyakit kepada hambanya dan Allah pula lah yang menentukan kesembahan setiap penyakit.Seseorang menderita sakit dapat disebabkan karena
terus-menerus bekerja tanpa memerdulikankesehatan tubuhnya
. Sakit bisa jadi
sebagai teguran dari Allah SWT
. Mungkin dalamkehidupannya, orang yang tertimpa sakit telah melupakan Allah dan ketika diturunkannya penyakitkepadanya, maka orang itu kembali ke jalan Allah sehingga ia mengerjakan apa yang diperintahkandan yang dilarang-Nya. Selain itu, Allah SWT menurunkan penyakit kepada hamba-Nya bisa juga
sebagai ujian untuk meninggikan derajat
. Mungki Allah ingin meninggikan derajat seseorang saatditimpakan penyakit kepadanya.Hakikat musibahMusibah sebagai ujian kepada manusia. Musibah yang diturunkan kepada manusia, yaitu untukmenguji keimanan dan kesabarannya. Melalui musibah itulah dapat diketahui siapakah orang-orang yang beriman dan tidak beriman.
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kamitelah beriman', dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah emnguji orang-orangsebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yangdusta,”
(QS. Al-'Ankabut [29]: 2-3).
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allahorang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar,”
(QS. Ali 'Imron [3]: 142)
 
Drs. Ahmad Izzan, M.A. 2010. Sakitku Ibadahku. KlinikalMahira: Jakarta Timur.
Musibah sebagai ampunan kepada manusia. Mungkin Allah mempunyai tujuan lain terhadap ujianyang diberikan kepada manusia, yaitu agar segala dosa dan kesalahan mukmin tersebut dapatterhapus.
“Jika Allah menghukum manusia karena kezhalimannya, niscaya tidak akan ada yangditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun. Tetapi, Allah menangguhkanmereka sampai waktu yang sudah ditentukan...”
(QS. An-Nahl [16]: 61)
“... Kalau bukan karena Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, niscaya tidak seorang pun diantara kalian bersih (dari perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allahmembersihkan siapa yang Dia kehendaki”
(QS. An-Nur [24]: 21).Seorang mukmin akan selalu diuji dengan suatu bencana sebagai bukti, kesaksian dan sekaliguspenjelasan bagi manusia atas kesabaran, kekuatan, dan keimanannya.
“Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa,dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu)orang-orang yang pabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un( Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)'. Mereka itulah yangmemperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yangmendapat petunjuk”
(QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).
“Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri danAllah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian)
(QS Asy-Syura [42]: 30).Musibah sebagai balasan atas perbuatan-perbuatan mereka yang bertentangan dengan perintahAllah SWT. Misalnya mereka berbuat maksiat, merampas hak-hak orang lain, atau menindas orang-orang yang lemah. Dalam hal ini Allah menurunkan musibah sebagai balasan bagi para pelakunya,baik di dunia maupun di akhirat atas segala perbuatannya.
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami adzab karena dosa-dosanya, di antara mereka adayang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yangmengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, ada pula yang Kami tenggelamkan.Allah sama sekali tidak hendak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimidiri mereka sendiri”
(QS Al-'Ankabut [29]: 40).Musibah terkadang menjadi teguran bagi seorang hamba Allah. Tujuannya agar dia kembali kepadajalan yang benar yaitu jalan keimanan sebagaimana firman Allah SWT
“Pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum adzab yanglebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”
(QS. As-Sajdah [32]:21).Musibah sebagai akibat dari dorongan nafsu. Banyak orang mengetahui bahwa zina dan minuman
 
Drs. Ahmad Izzan, M.A. 2010. Sakitku Ibadahku. KlinikalMahira: Jakarta Timur.
keras adalah penyebab 70 penyakit dan musibah yang acapkali menimpa mereka. Namun merekatetap meminum minuman keras dan berzina dengan penuh kesadaran. Selain itu, banyak pulaorang mengetahui bahwa menikahi kerabat dekat merupakan penyebab timbulnya pewarisanberbagai penyakit keturunan, tetapi mereka tetap saja melakukannya.
“ Makanlah dari rezeki yang baik-baik ang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlahmelampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian. Dan barang siapaditimpa kemurkaan-Ku, maka binasalah dai”
(QS. Thaha [20]: 81).
“Janganlah kalian mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalanyang buruk”
(QS. Al-Isra' [17]: 32).Musibah sebagai akibat dari kebodohan manusia. Allah telah memerintahkan manusia untukmencari ilmu dan memuliakan para ulama. Selain itu, diperintahkan pula agar manusia bertanyakeapda orang-orang yang berilmu di antara mereka dan berpaling dari orang-orang bodoh. Denganbegitu, manusia tidak akan jatuh ke dalam berbagai musibah karena kebodohannya sendiri ataukebodohan orang lain. Selain itu, manusia bisa tertimpa musibah karena mereka tidak berusahauntuk memperoleh pengetahuan.
“... Katakanlah, 'Ya Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku”
(QS. Thaha [20]: 114).
“... Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidakmengetahui, (mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dankitab-kitab...,”
(QS. An-Nahl [16]: 43-44).
“... Jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”
(QS. Al-A'raf [7]: 199).Musibah demi kebaikan manusia. Akan tetapi, karena manusia tidak memiliki pengetahuanmengenai hal-hal gaib dan apa yang akan terjadi pada dirinya pada masa mendatang, dia acapkalimarah dan berpaling dari kenhyataan serta tidak memahami makna dibalik ujian itu. RasulullahSAW bersabda
“Seandainya kalian mengetahui hal-hal gaib, niscaya kalian akan menerima kenyataan”
Seandainya seorang muslim meyakin perkataan Rasulullah di atas, niscaya jiwanya akan merasatenang. Dan seandainya seorang muslim memahami makna serta maksud perbincangan Nabi Musaa.s. Dengan hamba Allah yang saleh, yakni Khidir pada Al Qur'an surah Al Kahfi, niscaya diabersyukur kepada Allah dan memuji-Nya atas ujian yang menimpa dirinya.Oleh karena itu, jika seorang mukmin merenungkan dengan mata hati setiap musibah yangmenimpanya – akibat ulah sendiri atau akibat ulah orang lain -, niscaya jiwanya akan merasatenang, baik sekarang maupun masa mendatang serta tidak akan memberontak terhadap dirisendiri, orang lain, atau takdir. Karena itu, seorang mukmin hendaknya bertawakal kepada Allahdengan sungguh-sungguh, bukan mencaci-Nya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->