Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budaya Indonesia Yang Di Klaim Malaysia

Budaya Indonesia Yang Di Klaim Malaysia

Ratings: (0)|Views: 1,098 |Likes:

More info:

Published by: Zahh Nugrahæni Hikari on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
Budaya Indonesia Yang Di Klaim Malaysia 
24.08.2009 | Author:aisya| Article Posted inSejarah  lainnya Batik ,lainnya Budaya indonesia dicuri malaysia,lainnya bunga raffesia,lainnya kuda lumping,lainnya Malaysia,lainnya reog ponorogo,lainnya tari pendet,lainnya wayang kulit, 10 Budaya Indonesia Yang Di Klaim MalaysiaSungguh sangat Menyakitkan hati bangsa indonesia atas ulah negeri tetangga yang telah banyak meng klaim budaya-budaya indonesia,mengapa negara tetangga tersebut begitu leluasa mengklaim budaya kita?apakah karena kita terlihat begitu lemah??mengutip perkataan bapak jerowacik selaku menteri budaya dan pariwisata sore tadi yang mengatakan bahwa ³Kita adalahnegara kaya kebudayaan,sedangkan negara tetangga miskin kebudayaan,makanya dia berusahauntuk memiliki sebagian kebudayaan tersebut´..sepertinya kok tenang-tenang saja dan cenderung pasrah begitu saja budaya kita dicomot dan di injak2 oleh negara tetangga.sungguh sangat ironissekali,padahal yang namanya budaya itu adalah smbol suatu negara,jikalau budaya kita sudahdipermainkan serta di klaim,itu sama saja menginjak2 harga diri bangsa indonesia«dari semua budaya yang di klaim malaysia,saya menulis 10 besar yang telah di klaim «.
1.Batik 
 Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik Indonesia. Bangsa ini harus segeramenghapus bayang-bayang yang meresahkan itu agar perajin batik Indonesia di kemudian haritidak perlu memberi royalti kepada negara lain.Perajin batik Pekalongan, Romi Oktabirawa, mengatakan hal itu dalam pembentukan ForumMasyarakat Batik Indonesia di Jakarta. Romi mengatakan, generasi batik masa lampau hanyamelihat kompetisi antarperajin di dalam negeri. Kini, sudah saatnya perajin batik bersatu,menunjukkan eksistensi bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia.
 
U
ntuk melestarikannya, Pemerintah Indonesia akan menominasikan batik Indonesia untuk dikukuhkan oleh
U
nesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage).
2
.Tari Pendet
 Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yangdilakukan Malaysia. Berbagai aset budaya nasional dalam rentang waktu yang tak begitu lama,diklaim negara tetangga. Pola pengklaimannya pun dilakukan melalui momentum formalkenegaraan. Seperti melalui media promosi µVisit Malaysia Year¶ yang diselipkan kebudayaannasional Indonesia.
3.Wayang Kulit4.Angklung5.Reog Ponorogo6.Kuda Lumping7.Lagu Rasa Sayange8.Bunga Rafflesia Arnoldi
 
9.Keris
 
10.Rendang Padang
 
Benarkah Lagu Terang Bulan Asli Buatan Indonesia? 
31 Agustus 2009solarsedayu 3 komentar 
Senin, 31 Agustus 2009 ± 09:27 wibFerdinan ± Okezone
J
AKARTA
± Lagu Terang Bulan mendadak kembali tenar belakangan ini. Mencuatnya laguyang pertama kali diputar di RRI Jakarta dengan piringan hitam pada 1956 silam, kemudianmenjadi µamunisi¶ bagi sekelompok masyarakat di Indonesia yang jengah atas aksi klaimMalaysia terhadap sejumlah produk buatan Indonesia.
 
Berdasarkan penelusuran okezone, lagu Terang Bulan ini diadaptasi sebuah lagu yang populer  berjudul ³La Rosalie´, pada akhir abad 19 di wilayah jajahan Perancis, sekitar lautan Hindia. ³LoRosalie sendiri adalah gubahan musisi berkebangsaan Perancis Pierre-Jean de Béranger (1780-1857).Popularitas lagu tersebut sampai melintasi lautan Hindia dan mencapai wilayah KepulauanMelayu pada awal abad 20. Pada tahun 1888, lagu tersebut digunakan sebagai lagu kebangsaannegara bagian Perak, Malaysia.Lagu tersebut pertama kali digunakan sebagai lagu kebangsaan Perak ketika Sultan Idris dariPerak diundang oleh Ratu Victoria ke London pada tahun 1888, setahun setelah dinobatkansebagai Sultan. Nada yang sama kemudian diperkenalkan oleh ³Indonesian Bangsawan´ (Opera), yang sedangmengadakan pementasan di Singapura pada tahun 1920. Dengan serta-merta, melodi tersebutkemudian menjadi sangat terkenal dan kemudian dinamai Terang Bulan.Terang Bulan dengan segera menjadi lagu tembang ³evergreen´, yang sering ditampilkan pada pesta-pesta, kabaret-kabaret, dan dinyanyikan oleh begitu banyak orang pada tahun 1920-anhingga 1930-an. Namun setelah kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada 1957 dan lagu ³Allah Lanjutkan
U
siaSultan´ diadaptasi sebagai lagu kebangsaan negara Malaysia dengan judul ³Negaraku´, lagutersebut tidak dimainkan secara bebas lagi dan penggunaannya telah diatur oleh
U
ndang-undang.Polemik lagu kebangsaan Malaysia menjadi sebuah tanda tanya karena hingga kini belum bisadipastikan siapa pencipta lagu tersebut. Kepala Cabang Lokanta Surakarta Perum Percetakan Negara RI, Ruktiningsih lantas menggelar jumpa pers di Solo pada 28 Agustus 2009.Menurut dia, lagu µTerang Bulan¶ pertama kali diputar di RRI Jakarta pada tahun 1956,sedangkan Malaysia baru merdeka pada 31 Agustus 1957. Perbedaan antara lagu Terang bulandengan lagu kebangsaan Malaysia µNegaraku¶, kata dia, hanya terletak pada syairnya saja,sedangkan nada dan iramanya hampir sama.Di saat yang hampir bersamaan kemudian Aden Bachri mengungkapkan lagu Terang Bulanadalah ciptaan ayahnya, Syaiful Bachri. Bachri kemudian akan mendatangi perusahaan rekamannegara Lokanta di Surakarta, Solo untuk menyusuri keberadaan rekaman asli Terang Bulan.Bachri seperti diberitakan RCTI juga berniat mendatangi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, bila telah memiliki bukti autentik. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik hingga kini belum bisa memastikan lagu Terang Bulan asli buatan Indonesia.Kepada okezone, dia mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan asal muasal lagutersebut. ³Kita mengecek sejarah lagu itu di Arsip Nasional,´ ujarnya, di Jakarta.
(
kem)
 

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gema Fajar liked this
Hana Khairunnisa liked this
faidah jenia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->