Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Humanisme Dan Kognitivisme

Humanisme Dan Kognitivisme

Ratings: (0)|Views: 2,081|Likes:
Published by Yulius Selly

More info:

Published by: Yulius Selly on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
Senin, 19 April 2010
Aliran Humanisme
 
Pandangan humanistik tentang manusia intinya menolak pandangan Freut yang menyatakanmanusia pada dasarnya tidak rasional, tidak tersosialisasikan, dan tidak memiliki controlterhadap nasib dirinya sendiri. Sebaliknya Rogers, yang menokohi pandangan humanistic, berpendapat bahwa manusia itu memiliki dorongan untuk mengarakhan dirinya ketujuan yang positif: manusia itu rasional: tersosialisasikan dan untuk berbagai hal yang dapat menentukannasibnya sendiri. Bila individu berada dalam suasana ( kondisi ) yang berkembang, makaindividu itu akan mengarahkan dirinya untukmenjadi lebih maju dan positif.Dengan demikian individu akan tercebas dari kecemasaan dan menjadi anggota masyarakat yangdapat bertingkah laku secara memuaskan. Selanjutnya Rogers ( 1961 ) mengemukakan gambaran pribadi manusia sebagai aliran atau arus yang terus menerus mengalir tanpa henti,sebagai sesuatuyang tidak pernah selesai. Hal ini berarti bahwa pribadi individu merupakan proses menjadi ( on becoming ) yang tidak pernah selesai dan tidak pernah sempurna.Pandangan Adler ( 1954 ) tentang manusia tergolong ke dalam pandangan humanistik. Dalamkehidupannya manusia tidak semata-mata di bgerakan oleh rasa tanggung jawab social dansebagian lagi oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu.Secara keseluruhan pada dasarnya aliran humanisme menekankan pentingnya sasaran ( objek )kognitif dan efektif pada diri seseorang serta kondisi lingkungannya. Apabila sesorang berhubungan dengan lingkungan sekitar maka persepsi orang itu tidak terlepas dari faktor-faktor subjektif. Oleh Karen itu upaya membelajarkan peserta didik perlu dilakukan dengan membantutumbuhnya pengalaman belajar baru yang dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.Atas dasar sumber dan proses perkembangannya, terjadi penggunaan berbagai macam istilahyang sering dipertukarkan. Untuk keperluan studi prikologis telah diadakan penertiban dengandiadakan penggolongannya. Yaitu: ( a ) motif primer atau motif dasar menunjuk pada motif yangtidak dipelajari yang untuk ini sering digunakan istilah drive. Golongan motif ini pun dibedakanlagi, yakni: ( 1 ) dorongan fisiologis yang bersumber pada kebutuhan organis yang mencakuplapar, haus, pernapasan, seks, kegiatan dan istirahat dan ( 2 ) dorongan umum ( morgan¶s generaldrive) dan motif darurat ( wodworth¶s emergency motife ), termasuk didalamnya takut, kasihsayang, kegiatan ingin tahu dan kekaguman, termasuk dorongan untuk melarikandiri,menyerang, berusaha, dan mengejar dalam rangka mempertahankan dan menyelamatakandirinya 9 motif-motif yang termasuk kedalam kategori primer tersebut pada umumnya terjadisecara natural. ( b ) motif skunder menunjuk pada motif yang berkembang dalam diri indifidukarena pengalaman dan dipelajari. Golongan ini termasuk antara lain: ( 1 ) takutyang dipelajari; (2 ) motif-motif sosial; ( 3 ) motif objektif dan interest; ( 4 ) maksud aspirasi dan ispirasi; ( 5 )motif berprestasi.Diposkan oleh durronn
http://durronn.com/ 
 
M
onday, 02.05.2005 10:00
C
arl Rogers : Psikolog Aliran Humanisme
Posted onPsychology.Carl Ransom Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinios, Chicago. Rogersmeninggal dunia pada tanggal 4 Pebruari 1987 karena serangan jantung.Latar belakang: Rogers adalah putra keempat dari enam bersaudara. Rogers dibesarkan dalamkeluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras,dan kaku dalam hal agama, moral dan etika. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologihumanis, aliran fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide ± ide dan konsepteorinya banyak didapatkan dalam pengalaman -pengalaman terapeutiknya.
Ide pokok dari teori ± teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiriuntuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah ± masalah psikisnyaasalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individuuntuk aktualisasi diri.Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri.
Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak ± kanak seperti yang diajukan oleh aliranfreudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya.Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akanmempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yangterjadi pada waktu itu.Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi - potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman danoleh belajar khususnya dalam masa kanak ± kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akanmengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.
Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis
, karena ia sangat menekankan padarealitas yang berarti bagi individu. Realitas tiap orang akan berbeda ± beda tergantung pada pengalaman ± pengalaman perseptualnya. Lapangan pengalaman ini disebut dengan
 fenomenal  field 
. Rogers menerima istilah
self 
sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut.Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalamanyang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.
Konsep diri initerbagi menjadi 2 yaitu
konsep diri real
dan
konsep diri ideal
. Untuk menunjukkan apakahkedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak, Rogers mengenalkan 2 konsep lagi, yaitu
Incongruence
dan
C
ongruence
.
Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yangdirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.
 Sedangkan
C
ongruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan denganseksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral, dan sejati.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut
need for positive regard 
, yangterbagi lagi menjadi 2 yaitu
conditional positive regard 
(bersyarat) dan
unconditional positiveregard 
(tak bersyarat).
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yangmengalami penghargaan positip tanpa syarat.
Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilaiadanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (
 fully human being 
)
:1. Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman denganfleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
2. Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga iaselalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan dirisebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itusendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbulseketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengansangat baik.
 
4
. Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan ±  paksaan atau rintangan ± rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebasmemiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masadepan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapatmeilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yangingin dilakukannya.
5. Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akanmendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri ± ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimuluskehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata ± mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan sertaperkembangan orang lain.
Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnyatampaknya merupakan pusat dari dunia, bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya.Selain itu gagasan bahwa seseorang harus dapat memberikan respons secara realistis terhadapdunia sekitarnya masih sangat sulit diterima.
Semua orang tidak bisa melepaskansubyektivitas dalam memandang dunia karena kita sendiri tidak tahu dunia itu secaraobyektif.
Rogers juga mengabaikan aspek ± aspek tidak sadar dalam tingkah laku manusia karena ia lebihmelihat pada pengalaman masa sekarang dan masa depan, bukannya pada masa lampau yang biasanya penuh dengan pengalaman traumatik yang menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit psikologis.Teori Rogers ini memang sangat populer dengan masyarakat Amerika yang memilikikarakteristik optimistik dan independen karena Rogers memandang bahwa pada dasarnyamanusia itu baik, konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positip.Pertanyaannya yaitu :
Apakah teori ini juga akan sama efektifnya jika diaplikasikan padamasyarakat dengan budaya, dan struktur sosial serta sistem kemasyarakatan yangberbeda dengan Amerika?
Sumber Referensi:
Schultz, Duane.
 Psikologi Pertumbuhan: Model ± Model Kepribadian Sehat 
. Jogjakarta: Kanisius, 1991.
 
http://blog.kenz.or.id/ 

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Indha Cemut liked this
Iga Yessika liked this
Nur Wi liked this
Yuli Opo Yepeak liked this
Bambang Dermawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->