Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Legal Dokumentasi Keperawatan

Aspek Legal Dokumentasi Keperawatan

Ratings: (0)|Views: 599 |Likes:
Published by Boru Putri Hasian
Dokumentasi keperawatan wajib dilakukan sebagai tanggung jawab profesi keperawatan atas tindakan keperawatan yang telah dilakukan, kekuatan dokumentasi keperawatan dihadapan hukum sama kuatnya dengan dokumentasi kesehatan yang lain, proses pendokumentasian yang baik akan menghindarkan perawat dari proses hukum yang tidak perlu ada.
Dokumentasi keperawatan wajib dilakukan sebagai tanggung jawab profesi keperawatan atas tindakan keperawatan yang telah dilakukan, kekuatan dokumentasi keperawatan dihadapan hukum sama kuatnya dengan dokumentasi kesehatan yang lain, proses pendokumentasian yang baik akan menghindarkan perawat dari proses hukum yang tidak perlu ada.

More info:

Published by: Boru Putri Hasian on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
 Aspek Legal Dokumentasi Keperawatan
1
ASPEK LEGAL DOKUMENTASI KEPERAWATANHasianna HabayahanRS. Mediros- JakartaI. PendahuluanA. Definisi
Dokumen adalah suatu catatan atau rekaman yang dapat dibuktikankeabsahannya atau dapat dijadikan bukti dalam persoalan hukum (Tungpalan,1983). Potter & Perry, 1997, Mendefinisikan dokumentasi sebagai segala sesuatuyang tertulis atau tercetak tentang suatu pelaksanaan peristiwa tertentu atau suatukeadaan tertentu dan dapat dijadikan bukti hukum. Sedangkan pendokumentasianadalah suatu rangkaian proses ³
action
´
dari mencatat atau merekam peristiwadari sesuatu objek atau aktifitas pemberian jasa atau pelayanan yang dianggapberharga dan penting. Definisi dari dokumentasi keperawatan adalah suatu buktidari kegiatan pencatatan atau pelaporan dari semua aktifitas yang berkaitandengan pemberian atau pelaksanaan proses perawatan ataupun asuhankeperawatan kepada klien yang berguna bagi kepentingan klien, perawat dan mitrakerja. Dokumentasi keperawatan dapat juga diartikan sebagai suatu informasilengkap yang meliputi status kesehatan klien, kebutuhan klien, kegiatan asuhankeperawatan serta respons klien terhadap asuhan keperawatan yang diterimanya.Proses pendokumentasian seyogyanya harus dibuat segera setelah selesaimemberikan proses keperawatan kepada klien, proses pembuatannya merupakansuatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan serta membentuk sirkulus yangtidak terputus. Proses tersebut dimulai dari upaya mendapatkan data melaluiwawancara baik langsung atau tidak langsung, atau dapat melalui kwesioner,proses diteruskan dengan mencatat dan memilah data untuk dimasukkan dalamkelompok tertentu, selanjutnya menginput data sesuai dengan jenisnya, diteruskandengan menganalisa data yang diperlukan dengan memperhatikan data yangditemukan oleh kolega lain, menarik kesimpulan dari data tersebut danmenentukan rencana yang akan dilakukan, melaksanakan rencana tersebut danpada akhirnya melakukan evaluasi serta membuat umpan balik untukmenyempurnakan hasil.
B
. Pelayanan Keperawatan
 Pelayanan kesehatan merupakan suatu tatanan yang terdiri dari banyakkomponen dimana masing-masing komponen tersebut saling berhubungan, salingmempengaruhi dan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Upaya pelayanankesehatan di rumah sakit merupakan gabungan berbagai upaya pelayanan sepertipelayanan medik, pelayanan keperawatan, pelayanan laboratorium, pelayananradiologi, pelayanan rehabilitasi medik dsb, semua upaya pelayanan tersebutsaling berhubungan dan berinteraksi dengan tujuan yang sama yaitumenyembuhkan penyakit atau kelainan, meringankan penderitaan ataupunmeningkatkan derajat kesehatan klien. Pelayanan keperawatan sendiri mempunyai
 
 Aspek Legal Dokumentasi Keperawatan
2
 
porsi yang cukup besar dan amat penting dalam tatanan pelayanan kesehatanyang ada di rumah sakit, sebab hampir tidak pernah ada pelayanan medik ataupunpelayanan kesehatan lain yang dilakukan tanpa dukungan pelayanan keperawatandan begitu pula sebaliknya.Keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan di rumahsakit merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang didasarkan padapenerapan ilmu keperawatan yang dilaksanakan secara profesional denganpendekatan pada aspek biopsikososial & spiritual serta berpayung pada kaidahhukum dan etika keperawatan. Pada perkembangannya ilmu keperawatan selaluberubah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh karenanyapelayanan keperawatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebihbaik, bermutu, aman, ramah dan tentu saja lebih profesional serta sesuai dengantuntutan kebutuhan dan keinginan masyarakat.Konsep Kolaborasi yang berkembang akhir-akhir ini merupakan pilihanterbaik dalam merespons kebutuhan dan keinginan masyarakat dalam mencaripelayanan kesehatan yang baik, bermutu, aman dan ramah serta profesional.Kolaborasi disini diartikan sebagai kontribusi berimbang dari para praktisikesehatan yang terikat dalam semangat kolegalitas yang bersama-samamelakukan upaya asuhan kesehatan profesional dengan tujuan kesembuhan ataumeringankan penderitan klien. Sedangkan kolegalitas menekankan pada rasasaling menghargai inter dan antar profesi yang terikat dalam satu kemitraan kerjauntuk bersama mengatasi masalah kesehatan klien. Sikap saling menghargai danmenghormati disertai rasa kolegalitas diantara para praktisi akan menghindari parapraktisi dari kebiasan saling menyalahkan, saling merendahkan dan salingmelempar tangung jawab yang dapat menimbulkan permasalahan dalam kualitaspelayanan dan dapat merupakan pintu masuk dari datangnya berbagai keluhanklien yang dapat berakibat timbulnya gugatan hukum.
II. Aspek legal Dokumentasi Keperawatan
Dalam Undang-Undang RI No.23 Tahun 1992, Tentang Kesehatan,tercantum bahwa penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukandengan pengobatan dan atau perawatan. Bertolak dari dasar tersebut maka dapatditarik kesimpulan bahwa pelayanan keperawatan memegang peranan pentingdidalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Dalam pelaksanaantugas profesi keperawatan diperlukan berbagai data kesehatan klien sebagai dasar dari penentuan keputusan model asuhan keperawatan yang akan diberikan, olehkarenanya sangat diperlukan suatu proses pendokumentasian yang berisikan datadasar keperawatan, hasil pemeriksaan atau assesment keperawatan, analisakeperawatan, perencanaan tindak lanjut keperawatan. Harus diyakini bahwakeberhasilan tujuan keperawatan akan sangat bergantung pada keberhasilanmekanisme pendokumentasian.Disamping itu berkesesuaian juga dengan Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia nomor 32 tahun 1996, tentang tenaga kesehatan Bab I pasal 11: yangmenyatakan bahwa tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diridalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilanmelalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan
 
 Aspek Legal Dokumentasi Keperawatan
3
 
kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Makna yang dapat diambil dandipahami dari Peraturan Pemerintah diatas adalah bahwa dalam melakukan tugasdan kewenangannya seorang perawat harus dapat membuat keputusan modelasuhan keperawatan yang akan dilakukan, proses tersebut dilakukan berdasarkanilmu pengetahuan keperawatan yang dimiliki oleh perawat, kemampuan tata kelolamasalah yang dimiliki oleh perawat dan kewenangan yang melekat pada profesikeperawatan. Rangkaian proses tatalaksana masalah keperawatan tersebutdigambarkan dalam suatu lingkaran tidak terputus yang terdiri dari mengumpulkandata (
ata collecting 
)
memproses data (
 pr 
ocess
)
luaran (
out 
 p
ut 
)
umpan balik(
ee
db
ack 
), tentunya untuk dapat menunjang terlaksananya seluruh kegiatan diatasdiperlukan upaya pencatatan dan pendokumentasian yang baik.Berdasarkan Permenkes No. 269/Menkes/Per III/2008, dinyatakan bahwarekam medik adalah berkas yang berisikan
catatan
dan
okumen
tentang identitaspasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telahdiberikan kepada pasien. Jelas sekali dinyatakan bahwa rekam medik berisikanberkas
catatan
baik
catatan me
ik 
(dokter) maupun
catatan
 p
a
ame
ik 
(perawat)dan atau
catatan
 p
etugas kesehatan lain
yang berkolaborasi melakukan upayapelayanan kesehatan dimaksud. Selain itu rekam medik juga berisikan
okumen
 yang dapat terdiri dari lembaran expertise pemeriksaan radiologi, pemeriksaanlaboratorium, pemeriksaan EKG dll. Berdasarkan hal diatas serta melihat padatanggung jawab atas tugas profesi dengan segala risiko tanggung gugatnyadihadapan hukum, maka dokumentasi keperawatan memang benar diakuieksistensinya dan keabsahannya serta mempunyai kedudukan yang setara dengandokumen medik lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Undang-undang,Peraturan Pemerintah dan Permenkes yang berisikan tentang kewajiban tenagakesehatan untuk mendokumentasikan hasil kerjanya didalam rekam kesehatan juga berlaku untuk profesi keperawatan.
III. Substansi Dasar Dokumentasi Keperawatan
Dokumen keperawatan selain merupakan salah satu alat bukti hukum jugadapat berfungsi sebagai sarana yang dapat melindungi diri, mitra kerja dan bahkanrumah sakit tempat bekerja dari permasalahan hukum. Perlu dipahami prosespembuatan suatu dokumen keperawatan tidak sebatas hanya mengisi data padaformat yang telah disiapkan, akan tetapi juga harus mampu menterjemahkan danmendokumentasikan semua aktifitas fungsional keperawatan yang dilakukan,Seperti diketahui tujuan dari dokumentasi keperawatan adalah:1. Kepentingan komunikasi, yaitu : (1). Sebagai sarana koordinasi asuhankeperawatan, (2). Untuk mencegah informasi berulang, (3). Sarana untukmeminimalkan kesalahan & meningkatkan penerapan asuhan keperawatan,(4) Mengatur penggunaan waktu agar lebih efesien.2. Memudahkan mekanisme pertanggungjawaban & tanggung gugat, karena :(1). Dapat dipertanggungjawabkan baik kualitas asuhan keperawatan dankebenaran pelaksanaan, (2). Sebagai sarana perlindungan hukum bagiperawat bila sampai terjadi gugatan di pengadilan.Salah satu cara untuk membuat dokumentasi keperawatan yang baik adalahselalu berfokus pada : (1). Selalu melakukan proses pencatatan yang aktual,faktual dan realistik, (2). Hasil pencatatan yang dibuat harus jelas, sistematik dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->