Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERLINDUNGAN KEPENTINGAN BISNIS DAN UNIFIKASI HUKUM PERDATA

PERLINDUNGAN KEPENTINGAN BISNIS DAN UNIFIKASI HUKUM PERDATA

Ratings: (0)|Views: 283 |Likes:
Published by adedidikirawan
A. PENTINGNYA UNIFIKASI
Pluralisme hokum dalam system hukum perdata internasional merupakan sumber masalah dalam kegiatan bisnis . masalah ini antara lain mengakibatkan timbulnya keraguan dan kekhawatiran pihak-pihak pelaku bisnis terhadap keamanan, kepastian dan jaminan perlindungan hukum yang mereka peroleh maka pluralisme sangat berpengaruh terhadap konsistensi penerapan prediksi-prediksi bisnis yang pada akhirnya sering mengakibatkan batalnya suatu transaksi karena tidak sahnya kontrak.
Seluruh system hukum di dunia pada prinsipnya dapat diklasifikasikan atas dua kelompok besar ,yaitu:
a) Eropa Kontinental (civil law system) :
a.1) mengutamakan sistem hukum tertulis
a.2) mengutamakan prinsip nasionalitas
a.3) hukum yang berlaku adalah hokum Negara tempat jawaban atas penerimaan penawaran itu diterima kembali oleh pihak yang melakukan penerimaan
b) Anglo Saxon (common law system) :
b.1) mengutamakan system hokum kebiasaan
b.2) menguatamakan prinsip domisili,
b.3) hukum yang berlaku terhadap suatu kontrak adalah hokum post-box yaitu ,hokum tempat penerimaan
Dalam bidang penanaman modal menurut hukum Indonesia ( Pasal 3 UU No. 1 Tahun 1967 , tentang Penanaman Modal Asing ) ,perusahaan dibentuk dengan bentuk badan hukum (PT) Indonesia adalah berstatus atau berkewarganegaraan Indonesia.
Fungsi unifikasi HPI antara lain :
1. untuk melenyapkan keraguan terhadap jaminan kepastian dan perlindungan hukum
2. untuk melapangkan lintas hubungan internasional dalam bidang keperdataan ,termasuk bisnis internasional
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (harmonazition) keragaman sistem hukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukan untuk semua negara yang menerimanya .
Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapat diklasifikasikan atas dua jenis yaitu:
B.1) penyatuan hukum
Penyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukum perdata internasional intern negara-negara , yang turut serta dalam tindakan demikaian itu, menjadi system hokum perdata internasional (konvensi) yang diberlakukan di antara
mereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat oleh konvensi demikian
B.2) penyatuan kaidah-kaidah hukum
Penyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikian untuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakim untuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (harmonazition) keragaman sistem hukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukan untuk semua negara yang menerimanya .
Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapat diklasifikasikan atas dua jenis yaitu:
B.1) penyatuan hukum
Penyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukum perdata internasional intern negara-negara , yang turut serta dalam tindakan demikaian itu, menjadi system hokum perdata internasional (konvensi) yang diberlakukan di antara mereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat oleh konvensi demikian
B.2) penyatuan kaidah-kaidah hukum
Penyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikian untuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakim untuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
C. KONFERENSI DEN HAAG 1893
Konferensi ini pada mulanya melibatkan negara-negara intern Eropa, dan kemudian melibatkan negara-negara dikawasan Asia seperti : jepang (1904), inggris (1951), Turki (1956) , Israel dan Republik Persatuan Arab (1960) , Amerika Serikat (1964) , Canada (1968) , Negara-negara Amerika Latin.
Sejak Tahun 1951 konferensi ini ini mencapai bentuk permanen , konfe
A. PENTINGNYA UNIFIKASI
Pluralisme hokum dalam system hukum perdata internasional merupakan sumber masalah dalam kegiatan bisnis . masalah ini antara lain mengakibatkan timbulnya keraguan dan kekhawatiran pihak-pihak pelaku bisnis terhadap keamanan, kepastian dan jaminan perlindungan hukum yang mereka peroleh maka pluralisme sangat berpengaruh terhadap konsistensi penerapan prediksi-prediksi bisnis yang pada akhirnya sering mengakibatkan batalnya suatu transaksi karena tidak sahnya kontrak.
Seluruh system hukum di dunia pada prinsipnya dapat diklasifikasikan atas dua kelompok besar ,yaitu:
a) Eropa Kontinental (civil law system) :
a.1) mengutamakan sistem hukum tertulis
a.2) mengutamakan prinsip nasionalitas
a.3) hukum yang berlaku adalah hokum Negara tempat jawaban atas penerimaan penawaran itu diterima kembali oleh pihak yang melakukan penerimaan
b) Anglo Saxon (common law system) :
b.1) mengutamakan system hokum kebiasaan
b.2) menguatamakan prinsip domisili,
b.3) hukum yang berlaku terhadap suatu kontrak adalah hokum post-box yaitu ,hokum tempat penerimaan
Dalam bidang penanaman modal menurut hukum Indonesia ( Pasal 3 UU No. 1 Tahun 1967 , tentang Penanaman Modal Asing ) ,perusahaan dibentuk dengan bentuk badan hukum (PT) Indonesia adalah berstatus atau berkewarganegaraan Indonesia.
Fungsi unifikasi HPI antara lain :
1. untuk melenyapkan keraguan terhadap jaminan kepastian dan perlindungan hukum
2. untuk melapangkan lintas hubungan internasional dalam bidang keperdataan ,termasuk bisnis internasional
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (harmonazition) keragaman sistem hukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukan untuk semua negara yang menerimanya .
Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapat diklasifikasikan atas dua jenis yaitu:
B.1) penyatuan hukum
Penyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukum perdata internasional intern negara-negara , yang turut serta dalam tindakan demikaian itu, menjadi system hokum perdata internasional (konvensi) yang diberlakukan di antara
mereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat oleh konvensi demikian
B.2) penyatuan kaidah-kaidah hukum
Penyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikian untuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakim untuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (harmonazition) keragaman sistem hukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukan untuk semua negara yang menerimanya .
Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapat diklasifikasikan atas dua jenis yaitu:
B.1) penyatuan hukum
Penyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukum perdata internasional intern negara-negara , yang turut serta dalam tindakan demikaian itu, menjadi system hokum perdata internasional (konvensi) yang diberlakukan di antara mereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat oleh konvensi demikian
B.2) penyatuan kaidah-kaidah hukum
Penyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikian untuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakim untuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
C. KONFERENSI DEN HAAG 1893
Konferensi ini pada mulanya melibatkan negara-negara intern Eropa, dan kemudian melibatkan negara-negara dikawasan Asia seperti : jepang (1904), inggris (1951), Turki (1956) , Israel dan Republik Persatuan Arab (1960) , Amerika Serikat (1964) , Canada (1968) , Negara-negara Amerika Latin.
Sejak Tahun 1951 konferensi ini ini mencapai bentuk permanen , konfe

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: adedidikirawan on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
PERLINDUNGAN KEPENTINGAN BISNIS DAN UNIFIKASI HUKUM PERDATAA. PENTINGNYA UNIFIKASIPluralisme hokum dalam system hukum perdata internasional merupakan sumber masalah dalam kegiatan bisnis . masalah ini antara lain mengakibatkan timbulnyakeraguan dan kekhawatiran pihak-pihak pelaku bisnis terhadap keamanan, kepastian dan jaminan perlindungan hukum yang mereka peroleh maka pluralisme sangat berpengaruhterhadap konsistensi penerapan prediksi-prediksi bisnis yang pada akhirnya seringmengakibatkan batalnya suatu transaksi karena tidak sahnya kontrak.Seluruh system hukum di dunia pada prinsipnya dapat diklasifikasikan atas duakelompok besar ,yaitu:a) Eropa Kontinental (
civil law system)
:a.1) mengutamakan sistem hukum tertulisa.2) mengutamakan prinsip nasionalitasa.3) hukum yang berlaku adalah hokum Negara tempat jawaban atas penerimaan penawaran itu diterima kembali oleh pihak yang melakukan penerimaan b) Anglo Saxon
(common law system)
: b.1) mengutamakan system hokum kebiasaan b.2) menguatamakan prinsip domisili, b.3) hukum yang berlaku terhadap suatu kontrak adalah hokum
 post-box
yaitu ,hokumtempat penerimaanDalam bidang penanaman modal menurut hukum Indonesia ( Pasal 3 UU No. 1 Tahun1967 , tentang Penanaman Modal Asing ) ,perusahaan dibentuk dengan bentuk badanhukum (PT) Indonesia adalah berstatus atau berkewarganegaraan Indonesia.Fungsi unifikasi HPI antara lain :1.untuk melenyapkan keraguan terhadap jaminan kepastian dan perlindunganhukum2.untuk melapangkan lintas hubungan internasional dalam bidang keperdataan,termasuk bisnis internasional
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
 
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (
harmonazition)
keragaman sistemhukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukan untuk semua negara yang menerimanya .Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapatdiklasifikasikan atas dua jenis yaitu:B.1) penyatuan hukumPenyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukum perdatainternasional intern negara-negara , yang turut serta dalam tindakan demikaian itu,menjadi system hokum perdata internasional (konvensi) yang diberlakukan di antaramereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat olehkonvensi demikianB.2) penyatuan kaidah-kaidah hukumPenyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikianuntuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakimuntuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
B. DUA SISTEM UNIFIKASI
Istilah unifikasi sama dengan makna pengharmonisan (
harmonazition)
keragamansistem hukum yang ada untuk membentuk uniformitas system hokum yang di berlakukanuntuk semua negara yang menerimanya .Dalam persfektip hukum perdata internasioanl jalan menuju unifikasi ini dapatdiklasifikasikan atas dua jenis yaitu:B.1) penyatuan hukum
Penyatuan hukum adalah tindakan pengubahan sistem hukumperdata internasional intern negara-negara , yang turut serta dalamtindakan demikaian itu, menjadi system hokum perdata internasional(konvensi) yang diberlakukan di antara
mereka atau termasuk terhadap pihak (Negara) lain yang menerima untuk di ikat oleh konvensi demikianB.2) penyatuan kaidah-kaidah hukum
 
Penyatuan kaidah-kaidah hukum adalah tindakan untuk menyatukan (hanya) kaidah-kaidah hokum perdata internasional negara-negara yang menyutujui tindakan demikianuntuk dibentuk satu kesatuan kaidah (konvensi) yang kelak dapat di gunakan oleh hakimuntuk memutuskan perkara yang dihadapinya .
C. KONFERENSI DEN HAAG 1893
Konferensi ini pada mulanya melibatkan negara-negara intern Eropa, dan kemudianmelibatkan negara-negara dikawasan Asia seperti : jepang (1904), inggris (1951), Turki(1956) , Israel dan Republik Persatuan Arab (1960) , Amerika Serikat (1964) , Canada(1968) , Negara-negara Amerika Latin.Sejak Tahun 1951 konferensi ini ini mencapai bentuk permanen , konferensi ini diselenggarakan empat Tahun sekali secara berkala , hingga kini telah di bahas puluhantopik penting dan di hasilkan sekitar 26 konvensiKonvensi yang bersifat perdata lintas batas Negara itu anatara lain :
1.C)
Convention Relating 
 
to Civil Procedure (March 1, 1954)
Mengatur masalah
 sistematik pembuktian di luar negeri
, yaitu dengan cara
commission rogatoire
, juga mengenai syarat
 penyetoran uang jaminan ongkos perkaraterhadap orang asing (sautio judicatum sovi)
2.C)
Convention on the Law Aplicable to International Sales of Goods (june 15,1955)
Mengatur tentang hukum yang harus dipakai dalam transaksi jual beli , dan beberapa pengecualian terhadap pihak penjual 
3.C)
Convention Concerning the Recognition of legal Personalities of ForeginCompanies , Association and Foundation (june 1,1956) 
Konferensi ini mengatur tentang pengakuan terhadap badan hukum ,badan usaha , perkumpulan dan yayasan – yayasan asing yang beroperasi di wilayah suatu Negara,adalah bahwa hokum berlaku , yaitu
hokum tempat dimana badan usaha itu didirikan(place of incorporation).
4.C)
Convention on the Jurisdiction of The Selected Forum in the cases of  International sales of Good (April 15,1958)
Konvensi ini mengatur tentang pilihan forum dan pilihan hakim yang ditentukan sendirioleh para pihak sehubungan dengan jual beli internasional yang dilakukannya 
5.C)
Convention Abolisihing Requirements of Legalization for Foreign Public Documents (Oct 5,1961)

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->