7.1
Masa arsitektur pra modern (pre modern architecture periods)
D
iawali dengan adanya gejala-gejala yang muncul sebagai suatu bentuk perubahan menuju kearah arsitektur yanglebih baru apakah itu modern atau pembaharuan dari gaya renaissance ataupun aliran-aliran yang pernah berkembang sebelumnya. Arsitektur modern perkembangannya mulai sekitar akhir abad sembilanbelas dan puncaknya pada abad duapuluh, maka lebih populer disebut
arsitektur modern,
dan yang terjadi sebelumnyamerupakan
arsitektur pra modern
yang mengawali abad-abad sebelum duapuluhan.Keadaan seperti ini merupakan perkembangan sebelum modern atau
pre modern architecture periods
dalam bentuknya antara lain :
Karya tulis dalam bidang arsitektur
Bentukbentuk karya tulis seperti ini sudah banyak dilakukan oleh tokoh-tokoh renaissance seperti
Alberti,Vignola dan Palladio.
Terobosan Baru dalam Desain
C.N.Ledoux (arsitek Perancis);
dalam desain arsitekturnya, bereksprimen membuat rumah tinggal berbentuk bola/
Maison des Gardes Agricoles 1773-1779.
Hal seperti ini masih dianggap asing atau tidak seperti biasanya, danmenunjukkan pemboikotan dari kaidah-kaidah arsitektur
renaissance.
C.N. Ledoux Rumah Bola, hasil eksprimen yang keluar dari pakem-pakem arsitektur biasanya.Ini sebuah rancangan yang berani, suatu terobosan baru terutama penerapannya dalam rumah tinggal. Banyak pula yang menganggapkeberanian arsitek Perancis ini belum mampu lepas dari ciri klasik arsitektur Eropa, dilihat dari desain pintu jendela yang tetap simetrisdan taat pada pola as.Gagasan-gagasan C.N.Ledoux kandas oleh antara lain , keinginanKaisar Napoleon waktu itu untuk kembali ke gaya kuno, ditambahkemudian
Ecole des Beauxs Arts
, dalam pelajaran arsitektur, bahwa
arsitektur itu adalah
seni semata
.
Violet-Le-Duc (1814-1879),
mengembangkan bentuk-bentuk arsitektur yang tumbuh dari sistem konstruksi bangunan yangditerapkannya.
Ecole Polytecnique (1794),
yaitu pendidikan ke politeknikan justrulebih menekankan arsitektur itu adalah keilmuan
/science
, artinyasiapa saja bisa belajar arsitektur
tanpa bakat seni
sekalipun.
Terjadinya revolusi industri,
di hampir seluruh kawasan Eropa, terutama sekali dimotori Inggris (abad 18), banyak membawa kemungkinan-kemungkinan baru terutama dalam bidang ekonomi dan membawa perubahan pada bidangstruktur sosial masyarakatnya.Revolusi Industri Eropa dimotori oleh Inggris berdampak pada hal-hal mendasa dan membawa pembaharuan- pembaharuan terutama yang diakibatkan oleh :
1. Dimulainya sistem mekanisasi2. Munculnya bangunan –bangunan utilitas3. Perubahan pada sistem pendidikan4.Urbanisasi, perkotaan menjadi gaya tarik masyarakat pedesaan.
Dalam bidang arsitektur perubahan yang jelas menonjol sebagai dampak dari revolusi industri adalah dikutidengan
revolusi ide
, misalnya antara lain :
•
Tampilan bangunan harus menarik.
•
Bangunan jujur dalam penerapan konstruksi.
•
Pengurangan sedapat mungkin unsur-unsur hiasan sebagai konsekwensi penerapan asas guna/manfaat.
•
Muncul wujud-wujud bangunan dengan konsep idealisme.
•
Peranan arsitek sebagai tokoh arsitek individu mulai berperan dan mengemuka dan semakin menguatkan posisinya.Hal-hal tersebut diatas menjadi landasan pijak menuju perkembangan
arsitektur modern
atau
arsitektur abad duapuluh.
1. Dimulainya Sistem Mekanisasi
Tingkat seni atau keterampilan tangan tidak utama lagi, karena hanpir semua telah digantikan dengan mesin, dankeadaan semacam ini mengakibatkan, nilai-nilai seni semakin berkurang, kemudian dimulainya bahan-bahan produk dengan ukuran-ukuran yang disamakan (sistem prefabrikasi), tapi masih belum ada standarisasi produk pabrik karena belum diorganisir secara baik. Pendidikan arsitektur yang mengajarkan bahwa arsitektur adalah bagian darikesenirupaan bergeser dan berkembang menjadikam arsitektur menjadi bagian dari ilmu(science), kemudianmendapatkan pendidikan struktur dan mekanika teknik.
2. Munculnya Bangunan-Bangunan Utilitas
Bangunan utilitas yang dimaksud di masa pra modern adalah
jenis-jenis bangunan baru
akibat
lahirnya fungsi-fungsi baru.
Bangunan utilitas ini antara lain seperti pabrik. pasar, gudang dan sebagainya. Pada jamanrenaissance pabrik adalah sejenis
home indutry,
yang merupakan kerajinan rumah tangga.Keadaan ini juga dirangsang oleh penemuan-penemuan bahan bangunan baru (baja/besi,kaca ukuran lebar, tebal)memungkinkan
membuat bentangan lebar dan panjang, sistem struktur lebih berkembang (sistem struktur rangkaruang).
3. Kemajuan pada sistem pendidikan
3.1. Dicetaknya banyak buku dipermudah oleh karena adanya mesin cetak.Sedangkan pembuatan mesin serta cara pengoperasiannya membutuhkan tenaga-tenaga siap pakai dan terampil, halini tantangan bagi tenaga yang sebagian besar berasal dari sektor pertanian tradisional di pedesaan. Tenaga terampilini harus didapatkan dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendidikan serta kursus-kursus yang nantinyamenguasai bidang-bidang seperti pemasaran, pemeliharaan maupun pengoperasian mesin-mesin, penyimpanan dansebagainya yang dibutuhkan industri.3.2. Bermunculannya kemudian lembaga-lembaga pendidikan yang pada akhirnya tersedianya tenaga-tenagaterdidik secara melimpah, melebihi keinginan dari sipendiri lembaga. Dari sini kemudian muncul kelompok manusiayang lebih mengedepankan egonya (egoistis, individualistis modern).3.3. Lahirnya paham atau pendapat-pendapat yang mendorong munculnya aliran-aliran dengan kelompok-kelompok pengikutnya.3.4. Kemajuan dalam bidang pendidikan berarti bertanda berkembangnya ilmu pengetahuan termasuk pemahamanyang sebelumnya dunia ini lebar berubah dunia ini diyakini bulat adanya.3.5. Daerah-daerah baru diketemukan. Daerah-daerah baru ini tentu masih kaya akan bahan-bahan alam yang aslidan melimpah. Penguasaan daerah baru oleh para pendatang dari Eropa yang kulit putih sebagai raja-raja baru yangkaya (Orang Kaya Baru/OKB). Keadaan ini menandai adanya bangsawan-bangsawan Eropa diluar benua Eropa.OKB, berhasil bukan karena warisan, tetapi oleh kerakusan orang-orang ini yang pada umumnya tidak dilandasioleh pendidikan yang memadai, bahkan sebagaian terdiri dari para
avonturir.
3.6. Orang-orang ini membangun istana (rumah tinggal) yang meniru istana-istana bangsawan di negara asalnyaEropa.Tiruannya kadang-kadang hanya pada tampak luar dari warisan arsitektur renaissance, tetapi yang dilebih-lebihkan, ditambah kadang dikurangi sesuai selera, ditambah lagi situasi daerah setempat. Pada masa ini banyak