Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Laporan Penelitian Sekolah Permainan

Contoh Laporan Penelitian Sekolah Permainan

Ratings: (0)|Views: 845 |Likes:
Published by Kang Andre Riyanto

More info:

Published by: Kang Andre Riyanto on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Keterampilan baca-tulis merupakan modal utama bagi murid. Dengan bekalkemampuan baca tulis, murid dapat mempelajari ilmu lain; dapatmengkomunikasikan gagasannya, dan dapat mengekspresikan dirinya.Kegagalan dalam penguasaan keterampilan ini akan mengakibatkan masalahyang fatal, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,maupun untuk menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Namun, modalutama yang penting ini, masih belum merata dimiliki para murid. Banyak muridyang masih belum dapat membaca dan menulis. Harian Kompas (26 juli 1999)melaporkan bahwa di Propinsi Irian Jaya ada murid berijazah SD tidak dapatmembaca. Bahkan ada siswa kelas 1 SMP Timika yang mengaku tidak dapatmembaca apa yang ditulisnya.Sementara itu, para guru sekolah dasar masih berkutat tentang bagaimanamembuat metode mengajar baca-tulis yang cepat pada siswa. Di sekolah Dasar antara siswa yang telah dan belum mampu membaca dan menulis dibedakandengan siswa yang belum mampu membaca dan menulis. Kecenderungantersebut misalnya tampak dengan adanya pengelompokan anak yang sudah dan belum pandai membaca dan menulis. Perlakuan itu menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang tua, karena anaknya ditempatkan dalam kelompok yang belum pandai membaca dan menulis. Untuk memenuhi tuntutan masyarakat,tumbuh kecenderungan baru berupa pengajaran baca-tulis melalui pendekatanyang baru bagi siswa kelas rendah supaya mereka bisa mengikuti materi pelajaran dengan lancar.Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar / madrasahibtidaiyah sangat mengandalkan penggunaan metode-metode yang atraktif danmenarik. Pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus dan betah mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-2 setelah bahasa ibu.Apabila siswa sudah tertarik dengan pembelajaran maka akan dengan mudahmeningkatkan prestasi siswa dalam bidang bahasa. Di sebagian siswa, pembelajaran Bahasa Indonesia sangat membosankan karena mereka sudahmerasa bisa dan penyampaian materi yang kurang menarik sehingga secara tidak langsung siswa menjadi lemah dalam penangkapan materi tersebut. Penulissebagai guru Bahasa Indonesia sangat merasakan problem pembelajaran yangterjadi selama ini. Negara – negara maju tidak lagi menggunakan metode – metode pengajaranmembaca tulis menggunakan ejaan dan pendekatan bunyi
(phonic approach)
seperti yang banyak dijumpai di Indonesia. Para ahli literasi di negara – negaramaju berpendapat bahwa membaca bukan hanya sekedar membunyikan huruf – 
 
huruf tetapi memberi makna pada tulisan. Melalui metode ini anak tidak hanyasekedar belajar membaca namun juga berpikir tentang isi bacaan.Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini sudah seharusnya metode pengajaran membaca disesuaikan dengan konteks dan penggunaan bahasa yangdapat diterima siswa, dan bukan memberikan kata – kata tanpa konteks dan pengertian. Demikian juga dengan pengajaran menulis, ketrampilan menulis(hand writing) dengan jalan menyalin, mencontoh dan sebagainya merupakancara yang sia – sia (Godman dan kawan kawan:1986). Pengajaran literasi bukanhanya belajar membunyikan dan menuliskan huruf-huruf dengan caramerangkai-rangkainya melainkan upaya mengembangkan kemampuan literasi(baca-tulis) yang berdasar kepada kemampuan berbahasa. Sehingga kemampuankognitif anak dalam menggunakan bahasa akan lebih baik.Melalui penggunaan metode yang menarik dan atraktif akan menciptakansuasana belajar yang menyenangkan tidak kaku. Sehingga siswa dapat merasanyaman dalam belajar di ruangan kelas. Para pakar pendidikan sepakat bahwa penyampaian materi akan lebih mudah dan tepat sasaran apabila kondisi mental peserta didik dalam kondisi senang / rileks.Bagi para ahli literasi dari negara maju, pengembangan kemampuan literasi berarti mengembangkan kognitif anak yang berhubungan dengan kemampuan berbahasa. Dalam hal ini baca-tulis hanya sebagai sarana anak dalammengemukakan perasaan dan pikiran yang telah berkembang seiring dengan perkembangan bahasa mereka. Dengan kata lain belajar membaca dan menulis(dalam arti kemampuan mekanik) merupakan konsekuensi dari pengembangankemampuan berbahasa. Selanjutnya, pemaknaan terhadap bacaan dan tulisan(construction of meaning) yang ada di sekeliling anak merupakan hasil darisosialisasi anak dengan lingkungannya.Di lain pihak, peneliti mengamati bahwa pengembangan literasi yangdilaksanakan di Indonesia selama ini lebih berarti pada mengajarkan baca-tulisdengan pengertian mengajarkan sistem/mekanisme atau cara membunyikan,menuliskan dan merangkai huruf menjadi kalimat yang diberikan oleh guru atau buku pelajaran membaca/menulis. Dengan demikian kebebasan anak mengembangkan kemampuan berbahasa melalui bacaan yang ada danmengemukakan perasaan dan pikiran mereka melalui tulisan, sangat terbatas.Oleh sebab itu guru sebagai pihak yang paling berperan penting dalam proses pembelajaran di sekolah dan di kelas perlu menggunakan pendekatan pengajaranyang baru. Melalui pendekatan pembelajaran model permainan siswa akan bermain sekaligus belajar. Metode ini mengkombinasikan antara kegemaran bermain dan bergerak aktif siswa dengan belajar membaca dan menulis.Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitianini adalah
Pembelajaran Aktif Melalui Model Permainan UntuMeningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Siswa Kelas……….TahunPelajaran…………...
 
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalahsebagai berikut:1.Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran model permainan?2.Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran model permainan terhadapmotivasi belajar siswa?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:1.Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran model permainan.2.Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran model permainan.
D. Manfaat Penelitian
Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:1.Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai denganmateri bahasa Indonesia.2.Meningkatkan motivasi pada pelajaran bahasa Indonesia3.Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi bahasa Indonesia.
E. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalahmeliputi:1.Penelitian inihanya dikenakan pada siswa kelas………………………………… tahun pelajaran 200X/200X.2.Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran200X/200X.3.Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan…………………

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tata PeWe liked this
Shannon Nelson liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->