2
tahun 2004, setiap tahun ada 539.000 kasus baru dan kematian101.000 orang. Insiden kasus TB BTA positif sekitar 110 per 100.000penduduk
(Depkes RI, 2008).
Seseorang terinfeksi penyakit Tuberkulosis dipengaruhi olehberbagai faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan, perilaku,keadaan sosial ekonomi masyarakat yaitu kemiskinan, kekurangangizi, rendahnya latar belakang pendidikan (buta huruf), kepadatanpenduduk serta lingkungan rumah.
(Misnadiarly, 2006)
. Akan tetapifaktor-faktor yang berperan paling penting pada insidensi kejadianTuberkulosis adalah lingkungan rumah, karena lingkungan rumahmerupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap status kesehatan penghuninya
(Notoatmodjo, 2003).
Penyakit TBC tergolong penyakit rakyat. Lebih banyakmasyarakat kurang mampu yang diserangi basil TBC dibandingkandengan masyarakat mampu. Biasanya masyarakat yang hidupnyaberdesak-desakan, rumah yang padat, tidak ada ventilasi udara, dankurang cahaya matahari, basil TBC gemar bersarang di lingkunganyang seperti itu, basil TBC bertebaran dalam udara. Tua, muda,besar, kecil dapat dimasuki basil ini
(Sistem Informasi TBC, 2008).
Menurut J.A Salvato dalam buku Lubis menyatakan bahwaakibat perumahan yang tidak sehat akan menyebabkan angkakesakitan Tuberkulosis 8 kali lebih tinggi dan angka kematian 8,6 kalilebih tinggi dibanding dengan perumahan sehat
(Lubis, 1989)
.