Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Penyakit Tuberkulosis sudah ada sejak ribuan tahun sebelummasehi. Menurut hasil penelitian, penyakit Tuberkulosis sudah adasejak zaman Mesir kuno yang dibuktikan dengan penemuan padamumi dan penyakit ini juga sudah ada pada kitab pengobatan Cina‘pen tsao’ sekitar 5000 tahun yang lalu. Pada tahun 1882 ilmuanRobert Koch berhasil menemukan kuman Tuberkulosis yangmerupakan penyebab penyakit ini
(Widoyono, 2008).
Pada tahun 1995, WHO memperkirakan terdapat 9 jutapenduduk dunia terserang Tuberkulosis dengan kematian 3 juta orangper tahun. Di Negara-negara berkembang kematian TBC merupakan25% dari seluruh kematian yang sebenarnya dapat dicegah.Diperkirakan 95% penderita TBC berada di Negara berkembang, 75 %penderita TBC adalah kelompok usia produktif (15-50 tahun).Munculnya endemik HIV/AIDS di dunia, diperkirakan penderita TBCakan meningkat
(Depkes RI, 2002).
Di Indonesia, TB merupakan masalah utama kesehatanmasyarakat. Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan ke-3terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah pasiensekitar 10% dari total jumlah pasien TB di dunia. Diperkirakan pada
 
2
tahun 2004, setiap tahun ada 539.000 kasus baru dan kematian101.000 orang. Insiden kasus TB BTA positif sekitar 110 per 100.000penduduk
(Depkes RI, 2008).
Seseorang terinfeksi penyakit Tuberkulosis dipengaruhi olehberbagai faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan, perilaku,keadaan sosial ekonomi masyarakat yaitu kemiskinan, kekurangangizi, rendahnya latar belakang pendidikan (buta huruf), kepadatanpenduduk serta lingkungan rumah.
(Misnadiarly, 2006)
. Akan tetapifaktor-faktor yang berperan paling penting pada insidensi kejadianTuberkulosis adalah lingkungan rumah, karena lingkungan rumahmerupakan salah satu faktor yang memberikan pengaruh besaterhadap status kesehatan penghuninya
(Notoatmodjo, 2003).
 Penyakit TBC tergolong penyakit rakyat. Lebih banyakmasyarakat kurang mampu yang diserangi basil TBC dibandingkandengan masyarakat mampu. Biasanya masyarakat yang hidupnyaberdesak-desakan, rumah yang padat, tidak ada ventilasi udara, dankurang cahaya matahari, basil TBC gemar bersarang di lingkunganyang seperti itu, basil TBC bertebaran dalam udara. Tua, muda,besar, kecil dapat dimasuki basil ini
(Sistem Informasi TBC, 2008).
Menurut J.A Salvato dalam buku Lubis menyatakan bahwaakibat perumahan yang tidak sehat akan menyebabkan angkakesakitan Tuberkulosis 8 kali lebih tinggi dan angka kematian 8,6 kalilebih tinggi dibanding dengan perumahan sehat
(Lubis, 1989)
.
 
3
Data penderita Tuberkulosis di wilayah Provinsi KalimantanTimur pada tahun 2007 berjumlah 1.889 orang, kemudian penderitaTuberkulosis meningkat pada tahun 2008 menjadi 1.993 orang
(P2M Dinas Kesehatan Propinsi. Kaltim, 2007-2008).
Di Kota Samarinda pada tahun 2007 jumlah penderitaTuberkulosis Paru BTA positif sebanyak 333 orang. Sedangkan padatahun 2008 terjadi peningkatan yang cukup tinggi, kasus penderitaTuberkulosis BTA positif sebanyak 455 orang
(P2M Dinas KesehatanKota Samarinda, 2007-2008).
Kecamatan Sungai Kunjang merupakan salah satu dari 6Kecamatan yang ada di Kota Samarinda dan menjadi urutan keduadalam jumlah kasus Tuberkulosis Paru BTA positif pada tahun 2008yakni 68 penderita. Puskesmas Wonorejo adalah salah satuPuskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang danmenjadi urutan terbanyak penderita Tuberkulosis BTA positif dari 3Puskesmas di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang. Selama 2 tahunterakhir mempunyai kecendrung peningkatan kasus Tuberkulosis ParuBTA positif. Pada tahun 2007 ada 9 penderita Tuberkulosis Paru BTApositif dan pada tahun 2008 terjadi peningkatan kasus sebesar 30penderita
 
(Register TBC Puskesmas Wonorejo, 2007-2008).
Peneliti melakukan penelitian pada penderita TB Paru BTApositif di Puskesmas Wonorejo karena peneliti melihat bahwaPuskesmas Wonorejo berada pada letak yang sangat strategis
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more