Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Poligami Dalam Antropologi Sosial

Poligami Dalam Antropologi Sosial

Ratings: (0)|Views: 107 |Likes:
Published by Mohamed Afree Awan

More info:

Published by: Mohamed Afree Awan on Jun 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
Dalamantropologisosial,
poligami
merupakan praktik  pernikahankepada lebih dari satusuami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan) sekaligus pada suatusaat (berlawanan dengan monogami, di mana seseorang memiliki hanya satu suami atau istri pada suatu saat).Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri(seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok  ( bahasa Inggris:
 group marriage
, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namum poliginimerupakan bentuk yang paling umum terjadi.Walaupun diperbolehkan dalam beberapa kebudayaan, poligami ditentang oleh sebagiankalangan. Terutama kaumfeminismenentang poligini, karena mereka menganggap poligini sebagai bentuk penindasan kepada kaum wanita.
Daftar isi
o
o
o
o
o
[sunting] Poligami dan agama
[sunting] Hindu
Baik poligini maupun poliandri dilakukan oleh sekalangan masyarakatHindupada zamandulu. Hinduisme tidak melarang maupun menyarankan poligami. Pada praktiknya dalamsejarah, hanyarajadankastatertentu yang melakukan poligami.
[sunting] Buddhisme
Dalam Agama Buddha pandangan terhadap Poligami adalah suatu bentuk keserakahan(Lobha).
 
[sunting] Yudaisme
Walaupun kitab-kitab kunoagama Yahudimenandakan bahwa poligami diizinkan, berbagai kalangan Yahudi kini melarang poligami.
[sunting] Kristen
Gereja-gereja Kristen umumnya, (Protestan, Katolik , Ortodoks, dan lain-lain) menentang  praktik poligami. Namun beberapa gereja memperbolehkan poligami berdasarkan kitab-kitab kuna agama Yahudi. Gereja Katolik merevisi pandangannya sejak masaPaus LeoXIIIpada tahun1866yakni dengan melarang poligami yang berlaku hingga sekarang.
[sunting] Mormonisme
Penganut Mormonisme pimpinanJoseph SmithdiAmerika Serikatsejak tahun 1840-an hingga sekarang mempraktikkan, bahkan hampir mewajibkan poligami. Tahun1882 penganut Mormon memprotes keras undang-undang anti-poligami yang dibuat pemerintah Amerika Serikat. Namun praktik ini resmi dihapuskan ketika Utahmemilih untuk bergabung dengan Amerika Serikat. Sejumlah gerakan sempalan Mormon sampaikini masih mempraktekkan poligami.
[sunting] Islam
 
Artikel utama untuk bagian ini adalah:Poligami dalam IslamIslampada dasarnya 'memperbolehkan' seorang pria beristri lebih dari satu (poligami).Islam 'memperbolehkan' seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sangsuami harus dapat berbuat 'adil' terhadap seluruh istrinya 
. Poligini dalam Islam baik dalam hukum maupun praktiknya, diterapkan secara bervariasi di tiap-tiap negara denganmayoritas penduduk beragama Islam. Di Indonesia sendiri terdapat hukum yangmemperketat aturan poligini untuk  pegawai negeri,dan sedang dalam wacana untuk  diberlakukan kepada publik secara umum.Tunisiaadalah contohnegara Arabdimana  poligami tidak diperbolehkan.
[sunting] Dampak poligami
Dampak yang umum terjadi terhadap istri yang suaminya berpoligami
yang terdiri dari2 faktor yaitu:1.Faktor Internal1.Dampa psikologis: perasaaninferior  istri dan menyalahkan diri karena merasa tindakan suaminya berpoligami adalah akibat dariketidakmampuan dirinya memenuhi kebutuhan biologis suaminya.2.Dampaekonomi: Ketergantungan secara ekonomi kepada suami.Walaupun ada beberapa suami memang dapat berlaku adil terhadap istri-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->