Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Eksekusi Putusan Cerai Talak Dan Implikasi Hukumnya Terhadap Harta Bersama - p. Sudono

Eksekusi Putusan Cerai Talak Dan Implikasi Hukumnya Terhadap Harta Bersama - p. Sudono

Ratings: (0)|Views: 1,534|Likes:
Published by Hana Matsushina
Implikasi hukum eksekusi cerai talak terhadap harta bersama, sebuah tesis
Implikasi hukum eksekusi cerai talak terhadap harta bersama, sebuah tesis

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Hana Matsushina on Jun 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
EKSEKUSI PUTUSAN CERAI TALAK DAN IMPLIKASI HUKUMNYATERHADAP HARTA BERSAMA
Oleh : Drs. Sudono , M.H
1
PENDAHULUAN
Kekuasaan absolut Pengadilan Agama berdasarkan pasal 49 Undang-Undang nomor 3 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang_undang nomor 7tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan teakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-UndangNomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama disebutkan bahwa, PengadilanAgama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikanperkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang, a.Perkawinan, b. Waris, c. Wasiat, d. Hibah, e. Wakaf, f. Zakat, g. Infaq, h. shodaqoh,dan i. Ekonomi syari’ah.Dalam penjelasan pasal 49 UU.No.3/2006 dikatakan bahwa yang dimaksuddengan bidang perkawinan adalah hal-hal yang diatur dalam atau berdasaarkanUU. Perkawinan yang berlaku, yang dilakukan menurut syari’at antara lain,tentang”
Penyelesaian Harta Bersama” 
. Undang-undang telah memberikan jaminan hukum tentang keutuhan dan keselamatan harta bersama ,dan bilaterjadi masalah yang menyangkut harta bersama masing-masing pihak baik suamiatau istri, baik masih dalam ikatan perkawinan maupun setelah terjadi perceraian,masing-masing dapat mengajukannya ke Pengadilan Agama baik melalui gugatantersendiri maupun melalui gugatan rekonpensi. Karena ruang lingkup hartabersama sangat luas terutama sejak diundangkannya UU.No.3/2006 tentangperubahan atas UU.No.7/1989 tentang Peradilan Agama ,wewenang dankekuasaan Peradilan Agama bertambah luas dimana tadinya hanya 22 item,sekarang menjadi 41 item.Dilingkungan Peradilan Agama terdapat dua istilah cerai, yaitu cerai talakdan cerai gugat, yang keduanya dapat direkonpensi dengan harta bersama.Akantetapi pada saat Pengadilan Agama memutus perkara cerai gugat yangdirekonpensi harta bersama, tidak ada kesulitan eksekusi dan tidak ada halanganhukum bagi tergugat (suami) untuk memohon dan memperoleh hak-haknya.Sebaliknya dalam perkara cerai talak yang direkonpensi dengan harta bersama,1 Adalah Hakim Pengadilan Agama Banyuwangi kelas I A, sekarang SPT.di Pengadilan Agama Lumajang kelas I A, sejak 01 Oktober 2010.
1
 
Penggugat rekonpensi (istri) dibenturkan kepada persoalan kesulitan eksekusidengan alasan suami tidak mau mengucapkan ikrar talak padahal putusan ijinikrar talak sudah berkekuatan hukum tetap. Disamping itu istri terbentur denganketentuan normatif yang ditunjukkan oleh pasal 70 ayat (6) UU.No. 3/2006 tentangperubahan atas UU.No. 7/1989 tentang Peradilan Agama, yang menyebutkan “ Jikasuami dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkan hari sidangpenyaksian ikrar talak tidak datang menghadap sendiri atau mengirim wakilnyameskipun telah mendapat panggilan secara sah dan patut, maka gugurlahkekuatan penetapan tersebut, dan perceraian tidak dapat diajukan lagiberdasarkan alasan yang sama. Putusan carai talak yang sudah berkekuatanhukum tetap menjadi kebenaran hukum bagi para pihak yang berperkara danmempunyai nilai pembuktian yang bersifat “sempurna” (Valledig, “mengikat( bindede), dan “memaksa(dwingend).Bahkan sekalipun ada dimohonkanpeninjauan kembali ke Mahkamah Agung, tidak terhalang untuk di eksekusi.Dalam beberapa kasus pada putusan cerai talak yang direkonpensi denganharta bersama, Penggugat rekonpensi (istri) merasa kesulitan untuk memperolehhak-haknya atas pembagian harta bersama karena Pemohon (suami) belummengikrarkan talak. Oleh karena itu pihak Termohon (istri) menyatakankeberatannya dengan alasan,
Kenapa putusan tersebut tidak di eksekusi, padahalsudah berkekuatan hukum tetap.
 Sebagai gambaran bahwa, suami istri yang masih terikat dalam suatuperkawinan saja , harta bersama dapat dipisahkan berdasarkan dugaan padaperbuatan yang membahayakan harta bersama diluar proses perceraian (lihatpasal 186 KUH Perdata) dan SEMA No. 3 tahun l963 tanggal 06 september l963dengan mengajukan marital beslag dan sejalan pula dengan pasal 95 KompilasiHukum Islam, yang menyatakan “Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal 24ayat (2) huruf (c) PP. No.9/1975 dan pasal 136 ayat ( 2 ) , suami atau istri dapatmeminta pengadilan Agama untuk meletakkan sita jaminan atas harta bersamatanpa adanya permohonan gugatan cerai ,apabila salah satu melakukanperbuatan yang merugikan dan membahayakan harta bersama seperti judi,mabuk, boros dan sebagainya”. Apalagi kalau sudah nyata-nyata antara suamiistri sudah tidak mungkin hidup rukun kembali , maka salah satu cara untukmenyelamatkan harta bersama yang menjadi hak Penggugat rekonpensi (istri)maka
mutlak harus dipertimbangkan oleh hakim dengan mengabulkan eksekusiharta bersama
, apalagi pada saat Penggugat rekonpesi mengajukan gugatanrekonpensi harta bersama disertai dengan mengajukan permohonan sita jaminan
2
 
(conservatoir beslag ) , disamping itu tujuan diundangkannya UU.No. 3/2006maupun UU.No. 1/l974 antara lain adalah untuk melindungi hak-hak istri.Oleh karena selama ini mungkin belum ada Pengadilan Agama yangmengabulkan permohonan eksekusi harta bersama atas putusan cerai talak yangdirekonpensi harta bersama, dimana putusan tersebut telah berkekuatan hukumtetap akan tetapi Pengadilan Agama tidak berani mengabulkan permohonaneksekusi harta bersamanya dengan alasan Pemohon dan Termohon secara yuridismasih terikat dalam perkawinan (belum bercerai). Dan sangat mendesak untukdicarikan solusinya. Adapun yang menjadi masalah dalam tulisan ini adalah‘BAGAIMANAKAH PERTIMBANGAN HUKUM PENGADILAN AGAMA DALAMMENGEKSEKUSI HARTA BERSAMA ATAS PUTUSAN CERAI TALAK YANG TELAHBERKEKUATAN HUKUM TETAP PADAHAL PEMOHON TIDAK MAU MENGUCAPKANIKRAR TALAK TERHADAP TERMOHON’.Karena itu menghadapi persoalan cerai talak yang direkonpensi denganharta bersama dalam eksekusinya, bukan saja menyelesaikannya denganketentuan hukum acara yang terdapat dalam UU.No. 3/2006 tetapi Hakim harusberani melakukan CONTRA LEGEM dengan mengesampingkan ketentuan pasal 70ayat (6) UU.No. 3/2006 dan khusus mengenai eksekusinya berkiblat kepadapenerapam pasal 54 UU.No.3/2006 bahwa hukum acara yang berlaku padaPengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama adalah Hukum Acara Perdata yangberlaku pada Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum , kecuali yang telahdiatur secara khusus dalam Undang-Undang ini, dan untuk tercapainya azasperadilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.A.MENERAPKAN HUKUM EKSEKUSI BUKAN HUKUM KASUSDalam keadaan yang normal begitu putusan ijin ikrar talak sudahberkekuatan hukum tetap maka Pemohon dipanggil untuk sidang penyaksianikrar talak, akan tetapi pada hari persidangan yang telah ditetapkan ,Pemohontidak mengkirarkan talaknya, karena semata-mata untuk mangkir terhadapputusan Pengadilan Agama yang mengabulkan gugatan rekonpensi hartabersama, karena selama ini harta bersama dinikmati dan dikuasai oleh Pemohon.Ada paradigma yang mengatakan “TIDAK ADA PEMBAGIAN HARTABERSAMA KALAU TIDAK ADA PERCERAIAN’, kalau paradigma tersebutdipertahankan , maka jawabannya mudah yaitu eksekusi ditangguhkan sampaiPemohon (suami) mengucapkan ikrar talak, atau permohonan eksekusi ditolak
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amaet Jagau liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->