mata, memulai menghilangnya kelopak mata yang bengkak, tidak adanyakonjungtiva merah, mata perih, pasien sudah dapat berkonsentrasi penuh,serta tidak ditemukan gangguan proses berpikir, bicara, dan lain-lain (AzizAlimul hidayat, 2008).Diperkirakan tiap tahun 20%-40% orang dewasa mengalamikesukaran tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius (NurmiatiAmir, 2007). Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cenderungmeningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. Menurut data
Internasional Of Sleep Disorder
, prevalensi penyebab-penyebab gangguan tidur yaitu sindroma kaki gelisah (5-15%),ketergantungan alkohol (10%), sindroma terlambat tidur (5-10%), depresi(65%) (Dr. Iskandar Japardi, 2002).Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada pasien rawatinap di ruang Mawar RSUP NTB pada 7 Januari 2010, di dapatkan hasil bahwa 2 dari 3 pasien DM mengalami gangguan kualitas tidur. Hal inisesuai dengan teori yang mengatakan bahwa, keluasan perubahan tidur bergantung pada status fisiologis, psikologis, dan lingkungan fisik klien(Fundamental Keperawatan Vol. 2, 2005). Dari data tanggal 1 Februari2010 didapatkan total jumlah pasien DM yang rawat inap di ruang Mawar RSUP NTB 3 bulan terakhir yaitu 22 pasien.Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitastidur. Faktor fisik meliputi rasa nyeri, sedangkan faktor psikologismeliputi depresi, kecemasan, ketakutan dan tekanan jiwa. Klien yang sakit2