Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRASANGKA SOSIAL

PRASANGKA SOSIAL

Ratings: (0)|Views: 2,134|Likes:
Published by Selly Monika

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: Selly Monika on Jun 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
 
2011
[
PRASANGKA SOSIAL
] 
FG
 
Selly Monika NAchmad Rifky FauziA.Muh. ZulfikarLythia Reski AdilaKurniadi IsmailDimas Jeyraff 
ED
 
XI
 
PRASANGKA SOSIAL
 
A. Definisi Prasangka Sosial
Menurut Worchel dan kawan-kawan (2000) pengertian prasangka dibatasi sebagai sifat negatif yang tidak dapat dibenarkan terhadap suatu kelompok dan individu anggotanya. Prasangka atau
 prejudice
merupakan perilaku negatif yang mengarahkan kelompok pada individualisberdasarkan pada keterbatasan atau kesalahan informasi tentang kelompok. Prasangka jugadapat didefinisikan sebagai sesuatu yang bersifat emosional, yang akan mudah sekali menjadimotivator munculnya ledakan sosial. Menurut Marat (1981), prasangka sosial adalah dugaan-dugaan yang memiliki nilai positif atau negatif, tetapi biasanya lebih bersifat negatif. Sedangkanmenurut Brehm dan Kassin (1993), prasangka sosial adalah perasaan negatif terhadap seseorangsemata-mata berdasar pada keanggotaan mereka dalam kelompok tertentu.Menurut David O. Sears dan kawan-kawan (1991), prasangka sosial adalah penilaian terhadapkelompok atau seorang individu yang terutama didasarkan pada keanggotaan kelompok tersebut,artinya prasangka sosial ditujukan pada orang atau kelompok orang yang berbeda dengannyaatau kelompoknya.Prasangka sosial memiliki kualitas suka dan tidak suka pada obyek yang diprasangkainya, dankondisi ini akan mempengaruhi tindakan atau perilaku seseorang yang berprasangka tersebut.Selanjutnya Kartono, (1981) menguraikan bahwa prasangka merupakan penilaian yang terlampautergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifatnya berat sebelah dandibarengi tindakan yang menyederhanakan suatu realitas.Prasangka sosial menurut Papalia dan Sally, (1985) adalah sikap negatif yang ditujukan padaorang lain yang berbeda dengan kelompoknya tanpa adanya alasan yang mendasar pada pribadiorang tersebut. Lebih lanjut diuraikan bahwa prasangka sosial berasal dari adanya persainganyang secara berlebihan antar 2 individu atau kelompok. Selain itu proses belajar juga berperandalam pembentukan prasangka sosial dan kesemuanya ini akan terintegrasi dalam kepribadianseseorang.Allport, (dalam Zanden, 1984) menguraikan bahwa prasangka sosial merupakan suatu sikap yangmembenci kelompok lain tanpa adanya alasan yang objektif untuk membenci kelompok tersebut.Selanjutnya Kossen, (1986) menguraikan bahwa prasangka sosial merupakan gejala yang interenyangmeminta tindakan prahukum, atau membuat keputusan-keputusan berdasarkan bukti yang tidakcukup. Dengan demikian bila seseorang berupaya memahami orang lain dengan baik makatindakan prasangka sosial tidak perlu terjadi. Menurut Sears individu yang berprasangka padaumumnya memiliki sedikit pengalaman pribadi dengan kelompok yang diprasangkai. Prasangka
 
cenderung tidak didasarkan pada fakta-fakta objektif, tetapi didasarkan pada fakta-fakta yangminim yang diinterpretasi secara subjektif.Jadi, dalam hal ini prasangka melibatkan penilaian
a
 priori 
karena memperlakukan objek sasaranprasangka (target prasangka) tidak berdasarkan karakteristik unik atau khusus dari individu,tetapi melekatkan karakteristik kelompoknya yang menonjol.
B
. Ciri-Ciri Prasangka Sosial
C
iri-ciri prasangka sosial menurut Brigham (1991) dapat dilihat dari kecenderungan individu untukmembuat kategori sosial (
s
oci 
al 
c
at 
egoriz
at 
ion
). Kategori sosial adalah kecenderungan untukmembagi dunia sosial menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kita (in group) dan kelompokmereka (out group). In group adalah kelompok sosial dimana individu merasa dirinya dimilikiatau memiliki (kelompok kami). Sedangkan out group adalah grup di luar grup sendiri(kelompok mereka). Timbulnya prasangka sosial dapat dilihat dari perasaan in group dan outgroupyang menguat.
C
iri-ciri dari prasangka sosial berdasarkan penguatan perasaan in group danout group adalah :1.
 
Proses generalisasi terhadap perbuatan anggota kelompok lain.Menurut Ancok dan Suroso (1995), jika ada salah seorang individu dari kelompok luar berbuatnegatif, maka akan digeneralisasikan pada semua anggota kelompok luar. Sedangkan jika adasalah seorang individu yang berbuat negatif dari kelompok sendiri, maka perbuatan negaitf tersebut tidak akan digeneralisasikan pada anggota kelompok sendiri lainnya.2.
 
Kompetisi sosialKompetisi sosial merupakan suatu cara yang digunakan oleh anggota kelompok untukmeningkatkan harga dirinya dengan membandingkan kelompoknya dengan kelompok laindan menganggap kelompok sendiri lebih baik daripada kelompok lain.3.
 
Penilaian ekstrim terhadap anggota kelompok lainIndividu melakukan penilaian terhadap anggota kelompok lain baik penilaian positif ataupunnegatif secara berlebihan. Biasanya penilaian yang diberikan berupa penilaian negatif.4.
 
Pengaruh persepsi selektif dan ingatan masa laluPengaruh persepsi selektif dan ingatan masa lalu biasanya dikaitkan dengan
st 
ereo
ipe
.
S
ereo
ipe
adalah keyakinan (believe) yang menghubungkan sekelompok individu dengan ciri-ciri sifat tertentu atau anggapan tentang cirri-ciri yang dimiliki oleh anggota kelompok luar.Jadi,
st 
ereo
ipe
adalah prakonsepsi ide mengenai kelompok, suatu image yang padaumumnya sangat sederhana, kaku, dan klise serta tidak akurat yang biasanya timbul karenaproses generalisasi. Sehingga apabila ada seorang individu memiliki
st 
ereo
ipe
yang relevandengan individu yang mempersepsikannya, maka akan langsung dipersepsikan secara negatif.5.
 
Perasaan frustasi (
s
cope
 
go
at 
ing
)Menurut Brigham (1991), perasaan frustasi (
s
cope
 
go
at 
ing
) adalah rasa frustasi seseorangsehingga membutuhkan pelampiasan sebagai objek atas ketidakmampuannya menghadapikegagalan. Kekecewaan akibat persaingan antar masing-masing individu dan kelompokmenjadikan seseorang mencari pengganti untuk mengekspresikan frustasinya kepada objek

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->