Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
syariah mandiri

syariah mandiri

Ratings: (0)|Views: 681|Likes:
Published by thachelax
Perbankan Syariah Bank Mandiri
Perbankan Syariah Bank Mandiri

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: thachelax on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
109
JURNAL EKONOMI ISLAM
Vol. II, No. 1, Juli 2008
Analisis Kinerja Keuangan BankSyariah Mandiri Periode 2002 – 2007 (dengan Pendekatan PBINo. 9/1/PBI/2007)
Oleh: Yunanto Adi Kusumo*
 Abstract 
Bank iredblty iMld be seen orm ts fnanial perormanie. One o the large Islami bank n Indnesa s Bank Syarah andr. Ts researih ams t knw  fnanial perormanie o Bank Syarah andr or perd 2002 t 2007. Ts researih s a qManttatve researih, Msng desirptve analyss. Te analyss exerise the 
Regulation of Bank Indonesia No. 9/1/PBI/2007 comprising the assessment system of  the soundness of Islamic bank in Indonesia, including: capital, quality of productive 
asset, management, earnng, lqMdty and als senstvty t market rsk (ALS).Hwever ths researih nly analyss the fnanial aspeit, wthMt management irtern.Te resMlt o ths researih reveales that iaptal rat s very strng, rat o qMalty 
of productive asset is good enough, earning ratio is very good, liquidity ratio is very strong and sensitivity to market risk ratio is very weak. Financial performance of  Bank Syariah Mandiri as a whole pertaines the goodness.
Keyword:
 fnanial perormanie, qMalty o prdMitve asset, earnng, lqMdty,
dan
sensitivity to market risk.
I. Pendahuluan
Perkembangan perbankan syariah di Indonesia cukup pesat, hal ini terlihatdari data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia. Pada Desember 2003terdapat 2 Bank Umum Syariah dan 8 Unit Usaha Syariah dengan total assetlebih dari 7,8 triliun rupiah (belum termasuk BPRS).
1
Sedangkan pada Desember2007 di Indonesia terdapat 3 Bank Umum Syariah dan 26 Unit Usaha Syariahdengan total asset perbankan syariah di Indonesia sebesar lebih dari 36 triliun
*
Penulis adalah alumni Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam UnivesitasIslam Indonesia Yogyakarta. Emai: yan_antok@yahoo.co.id
1
Bank Indonesia (2004).
Statistik Perbankan Syariah Januari 2004
. (Jakarta: Bank Indonesia).
 
JURNAL EKONOMI ISLAM
110
 Yunanto Adi Kusumo:
 Analisis Kinerja Keuangan ...
Vol. II, No. 1, Juli 2008
rupiah (belum termasuk BPRS).
2
Hal ini merupakan pencapaian prestasi yang membanggakan bagi perbankan syariah di Indonesia, karena dalam waktu empattahun perkembangan perbankan syariah sangat pesat (lebih dari 400%). Bank syariah dengan umur yang masih muda namun memiliki prestasi yang sangatbagus, bahkan Bank Indonesia menargetkan pangsa pasar perbankan syariah pada akhir tahun 2008 sebesar 5% dari pangsa pasar perbankan nasional,
3
meskipunpangsa pasarnya masih sebesar 1,76% (per Desember 2007).
4
Dengan semakin ketatnya persaingan antar bank syariah maupun denganbank konvensional, membuat bank syariah dituntut untuk memiliki kinerja yang bagus agar dapat bersaing dalam memperebutkan pasar perbankan nasionaldi Indonesia. Selain itu BI juga semakin memperketat dalam pengaturan danpengawasan perbankan nasional. Karena BI tidak ingin mengulangi peristiwa diawal krisis ekonomi pada tahun 1997 dimana banyak bank dilikuidasi karena kinerjanya tidak sehat, yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Salah satupenilaian kinerja yang dapat dilakukan adalah dengan menilai kinerja keuanganuntuk mengetahui tingkat kesehatan bank. Karena kinerja keuangan dapatmenunjukkan kualitas bank melalui penghitungan rasio keuangannya. Untuk menghitung rasio keuangan dapat dilakukan dengan menganalisis laporankeuangan bank yang dipublikasikan secara berkala. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja bank syariah dan salah satunya adalah Peraturan Bank Indonesia No. 9/1/PBI/2007yang dalam penilaiannya menggunakan pendekatan CAMELS (
aptal, Asset,
 Management, Earning, Liquidity 
dan
Sensitivity Market Risk 
). Ini merupakanalat ukur resmi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk menghitung kesehatan bank syariah di Indonesia. Namun dalam penelitian ini penulis hanya menganalisis kinerja dari aspek keuangan saja yang terdiri dari
aptal, Asset,
Earning, Liquidity 
dan
Sensitivity Market Risk,
sehingga aspek 
management 
tidak 
termasuk dalam aspek yang dianalisis karena bukan bagian dari aspek keuangansuatu perusahaan. Dan salah satu bank syariah besar di Indonesia adalah Bank Syariah Mandiri yang memiliki aset lebih dari 12 triliun rupiah
5
dan memiliki231 unit jaringan kantor pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
6
 
Karena merupakan salah satu bank syariah besar di Indonesia, sehingga kinerja 
2
Bank Indonesia (2008).
Statistik Perbankan Syariah Desember 2007 
. (Jakarta: Bank Indonesia).
3
Bank Indonesia (2006).
Kebijakan Akselerasi Pengembangan Perbankan Syariah 2007- 2008 
. (Jakarta: Bank Indonesia).
4
Bank Indonesia (2008).
Statistik Perbankan Syariah Desember 2007 
. (Jakarta: Bank Indonesia).
5
Bank Syariah Mandiri (2008).
Laporan keuangan publikasi triwulanan bulan desember 2007 bank syariah mandiri 
. (Jakarta: Bank Syariah Mandiri).
6
 
Bank Indonesia (2008).
Statistik Perbankan Syariah Desember 2007 
. (Jakarta: Bank Indonesia).
 
111
 Yunanto Adi Kusumo:
 Analisis Kinerja Keuangan ...
JURNAL EKONOMI ISLAM
Vol. II, No. 1, Juli 2008
BSM merupakan salah satu tolak ukur penilaian masyarakat akan kinerja bank syariah yang ada di Indonesia.
II. Kinerja Keuangan Bank Syari’ah
Kinerja 
(performance)
dalam kamus istilah akuntansi adalah kuantikasidari keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode tertentu.
7
Kinerja bank secara umum merupakan gambaran prestasi yang dicapai oleh bank dalamoperasionalnya. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuanganbank pada suatu periode tertentu baik mencakup aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dananya. Kinerja menunjukkan sesuatu yang berhubungandengan kekuatan serta kelemahan suatu perusahaan. Kekuatan tersebut dipahamiagar dapat dimanfaatkan dan kelemahan pun harus diketahui agar dapat dilakukanlangkah-langkah perbaikan.
8
 
Kinerja perusahaan dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasilaporan keuangan. Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dankinerja di masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakaiseperti pembayaran dividen, upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuanperusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo.Kinerja merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaandi manapun, karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaandalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya.
9
Selain itu tujuanpokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapaisasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkansebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diharapkan.
10
Standarperilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkandalam anggaran.Rasio merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan untuk menganalisislaporan keuangan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbanganantara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunakanalat analisa berupa rasio keuangan dapat menjelaskan dan memberikan gambarankepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangansuatu perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya.
7
Siegel Joel G. dan Joek Shim (1994).
Kamus Istilah Akuntansi.
(Jakarta: PT ElexMedia Komputindo).
 
8
 
Maharani Ika Lestari dan Toto Sugiharto (2007).
Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya 
, Proceeding PESAT AuditoriumKampus Gunadarma 21-22 Agustus 2007. (Jakarta: Universitas Gunadarma).
9
 Anita Febryani dan Rahadian Zulfadin (2003).
 Analisis Kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa di Indonesia 
. Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol. 7 No. 4, 2003.
10
 
Ibid.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->