Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
skripsi Keperawatan (KMB)

skripsi Keperawatan (KMB)

Ratings: (0)|Views: 3,198 |Likes:

More info:

Published by: Mustafa Ibrahim Yawarmansyah on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUAN1.1LATAR BELAKANGSuhu tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: kecepatan metabolisme basal, rangsangan saraf simpatis, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, hormon kelamin,demam (peradangan), status gizi, aktivitas, variasi diurnal (
 Ritme Sirkadian
), gangguanorgan, lingkungan (radiasi, konduksi, evaporasi), usia, stress. Dikatakan demam jikatemperatur tubuh meninggi sampai 38
0
C atau lebih, yang biasanya menunjukkan bahwatubuh sedang melawan infeksi (Tony Smith & Sue Davidson, 2009).Berbagai penyakit memang dimulai dengan manifestasi demam, terutama penyakit infeksi pada umumnya, juga dehidrasi, gangguan pusat pengatur panas,keracunan termasuk oleh obat, proses imun, dan sebagainya. Sebanyak 10-15% anak yang dibawa ke dokter adalah karena demam. Demam pada umumnya tidak berbahayatetapi demam tinggi dapat membahayakan anak (Purwoko, Djauhar Ismail, Soetaryo,2003). Pada anak, peningkat suhu tubuh sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan luas permukaan tubuh yang lebih besar dari pada berat badan anak mempercepat kehilangansuhu tubuh anak, sehingga anak dapat berada pada kondisi dehidrasi lebih cepat dandapat berujung pada komplikasi terjadinya kejang (Suriadi, 2010).Salah satu faktor yang mempengaruhi seringnya anak mengalami sakit adalahwilayah tropis, dimana wilayah tropis seperti Indonesia memang baik bagi kuman untuk  berkembangbiak contohnya flu, malaria, demam berdarah, dan diare (Tri Tuti Damayati,2008). Anak dengan diare, sangat beresiko mengalami kehilangan cairan sehingga
 
2
mengarahkan anak pada kondisi dehidrasi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwaanak yang berada pada kondisi dehidrasi lebih cepat dan dapat berujung pada komplikasiterjadinya kejang (Suriadi, 2010). Hal ini tentu saja menjadi penting untudipertimbangkan. Di RSUP NTB, Diare merupakan kasus penyakit anak tertinggi. Daridata yang diambil pada 12 November 2010 di bangsal Dahlia RSUP NTB, didapatkandata pasien anak yang dirawat inap dengan diare 2008-2010 sebagai berikut:Tabel 1.1 : Jumlah Pasien Rawat inap Bangsal Dahlia Dengan kasus Gastroenteritis2008- 12 November 2010.
TahunJumlah Pasien PerbulanTotalJanFeb.MaretAprilMeiJuniJuliAgs.Sept.Okt. Nov.Des.20086832315454353534329763405752009281444465360544239688246576.20105475488458324023344322*-513*Sumber: Buku Ekspedisi Pasien Rawat Inap Bangsal Dahlia RSUP NTBKeterangan Tabel:22*: Jumlah pasien dari tanggal 1 – 12 November 2010.513*: Total jumlah pasien per 1 Januari 2010- 12 November 2010.
Pengendalian suhu tubuh juga telah diakui sebagai komponen penting dari perawatan di Britania Raya (Johnston et al, 2003.). Tindakan-tindakan dalam mengatasidemam menurut Mueser (2007) antara lain, kompres dengan air hangat dan pemberianobat antipiretik.
Namun, selama ini kompres dingin atau es menjadikebiasaan yang diterapkan para ibu saat anaknya demam. Selain itu,kompres alkohol juga dikenal ibu sebagai bahan untuk mengompres.
 
3
Namun kompres mengunakan es sudah tidak dianjurkan karena padakenyataannya demam tidak turun bahkan naik dan dapat menyebabkananak menangis, menggigil dan kebiruan (
Tri Tuti Damayati, 2008
).
Kenyataanlain yang ditemukan dilapangan, pelaksanaan kompres sebagai salah satu tindakanmandiri untuk menangani demam masih juga sering dilupakan, dan kalaupundilaksanakan, kompres kebanyakan dilakukan di daerah dahi (
 frontal 
). Hal ini sesuai darihasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada tanggal 12 November 2010 padaorang tua dengan anak yang menderita diare didapatkan bahwa 5 dari 6 orang tua pasienmelakukan kompres hangat pada daerah dahi. Jika dlihat dari sisi anatomis, sebenarnyakompres yang dilakukan pada daerah aksila lebih efektif dibandingkan kompres didaerahdahi. Hal ini dikarenakan pada daerah aksila banyak terdapat pembuluh darah besar dan juga banyak terdapat kelenjar keringat apokrin (Elizabeth J. Crowin, 2002). Sesuaidengan teori radiasi, vasodilatasi perifer juga meningkatkan aliran darah ke kulit untuk memperluas penyebaran suhu tubuh yang meningkat ke luar. Dengan kompres hangat pada daerah yang mempunyai vaskular yang banyak, maka akan memperluas daerah yangmengalami vasodilatasi. Vasodilatasi yang kuat pada kulit, akan memungkinkan percepatan perpindahan panas dari tubuh ke kulit, hingga delapan kali lipat lebih banyak (Anas Tamsuri, 2006). Dengan hal ini diharapkan, proses penyesuaian suhu tubuh denganlingkungan akan berlangsung lebih cepat. Namun, sebagai seorang perawat pemberianintervensi keperawatan lebih ditekankan pada pemberian tindakan mandiri, diluar  penanganan kolaborasi farmakologi. Hal ini dapat dilihat dari intervensi keperawatan pada diagnosa keperawatan
hipertermia
(Anas Tamsuri, 2006).

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ulfah Dzakkiyah liked this
Nita Love Vicksz liked this
Ri Ni liked this
uchalmj liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->