Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENUKAR KALOR

PENUKAR KALOR

Ratings: (0)|Views: 319 |Likes:
Published by Setiawan Asghaf

More info:

Published by: Setiawan Asghaf on Jun 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

 
JENIS DAN PRINSIP DASAR PENUKAR KALOR 
Penukar kalor banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dandi industri. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita seringmempergunakan peralatan masak memasak yang semuanya sebenarnyamerupakan alat penukar kalor. Di dalam mobil maupun alat transport lainnya banyak dijumpai radiator maupun alat pengkondisi udara kabin, yang keduanya juga merupakan penukar kalor. Di industri, banyak sekali peralatan penukar kalor seperti ketel uap (
boiler 
), pemanas lanjut (
 super heater 
), pendingin oli pelumas (
oil coole
), kondenser (
condenser 
), dan lain-lain. Khusus untuindustri semen, sebenarnya peralatan utama produksi seperti
 suspension preheater 
,
calciner 
,
kiln
, dan
cooler 
sebenarnya juga merupakan alat penukar kalor. Selain itu masih banyak penukar kalor untuk fungsi lainnya yangdipergunakan dalam industri semen seperti pendingin minyak pelumas, pendingin udara untuk kebutuhan jet pulse filter, dan lain sebagainya. Jikaditinjau dari fungsinya, semua penukar kalor sebenarnya sama fungsinya yaitumenukarkan energi yang dimiliki oleh suatu fluida atau zat ke fluida atau zatlainnya. Perlu dicatat di sini bahwa fluida atau zat yang saling ditukarkanenerginya tersebut dapat merupakan fluida atau zat yang sama namun berbedatemperaturnya. Sebagai contoh dalam hal penukar kalor yang berfungsi untuk mendinginkan minyak pelumas
 gearbox
dengan pendingin air, ini berarti bahwa penukar kalor tersebut berfungsi memindahkan energi yang dimiliki oleh minyak  pelumas ke air pendinginnya, sehingga air tersebut menerima energi dari minyak  pelumas yang ditandai dengan kenaikan temperaturnya. Sedangkan bagiminyak pelumas yang memberikan energinya ke air akan mengalami penurunan temperaturnya sehingga kekentalannya dan sifat melumasinya akanmenjadi lebih baik dan dapat dipergunakan untuk melumasi kembali. Dalamkasus seperti ini seolah-olah penukar kalor hanyalah merupakan tempat berlangsungnya transfer energi dari minyak pelumas menuju air pendingin.
 
Fungsi Penukar Kalor
Dalam praktek fungsi penukar kalor yang dipergunakan di industrilebih diutamakan untuk menukarkan energi dua fluida (boleh sama zatnya) yang berbeda temperaturnya. Pertukaran energi dapat berlangsung melalui bidangatau permukaan perpindahan panas yang memisahkan kedua fluida atau secarakontak langsung (fluidanya bercampur). Energi yang dipertukarkan akanmenyebabkan perubahan temperatur fluida (panas sensibel) atau kadangdipergunakan untuk berubah fasa (panas laten). Laju perpindahan energi dalam penukar kalor dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kecepatan aliran fluida,sifat-sifat fisik yang dimiliki oleh kedua fluida yang saling dipertukarkanenerginya (viskositas, konduktivitas termal, kapasitas panas spesifik, dan lain-lain), beda temperatur antara kedua fluida, dan sifat permukaan bidang perpindahan panas yang memisahkan kedua fluida. Bagaimana pengaruh setiap parameter terhadap laju perpindahan panas akan dibahas secara lebih detaildalam modul yang lain. Walaupun fungsi penukar kalor adalah untumenukarkan energi dua fluida atau dua zat, namun jenisnya banyak sekali. Halini terjadi karena biasanya desain penukar kalor harus menunjang fungsi utama proses yang akan terjadi di dalamnya.
Jenis-jenis Penukar Kalor
Sebelum kita membahas tentang berbagai jenis penukar kalor,sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu “code dan standardyang banyak dipergunakan dalam masalah penukar kalor ini yaitu TEMA (
Tubular Exchanger Manufacturer Association
) yaitu suatu asosiasi para pembuat penukar kalor diAmerika dan ASME (
 American Society of Mechanical Engineers
). TEMA lebih banyak membahas mengenai jenis penukar kalor, metode perhitungan kinerjadan kekuatannya (proses perancangan), istilah bagian-bagian dari penukar kalor (parts), dan dasar pemilihan dalam aplikasi penukar kalor dalam kehidupansehari-hari khususnya di industri. Sedangkan ASME lebih memuat masalah prosedur dasar bagaimana membuat penukar kalor serta standard bahan yang
 
akan atau biasa dipergunakan. Kedua aturan atau prosedur tersebut tidak lain bertujuan untuk melindungi para pemakai dari bahaya kerusakan, kegagalanoperasi, serta kemana dan dengan lasan apa apabila kita melakukan “complaint”terhadap masalah yang kita hadapi. Hal ini dapat dimengerti karena padaumumnya penukar kalor bekerja pada temperatur dan tekanan yang tinggi sertakadang- kadang menggunakan fluida yang bersifat kurang ramah terhadapkehidupan kita.
Jenis penukar kalor berdasarkan proses perpindahan panas yang terjadi.
Berdasarkan proses perpindahan panas yang terjadi, penukar kalor dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
a.
Tipe kontak langsung 
, dimana antara dua zat yang dipertukarkanenerginya dicampur atau dikontakkan secara langsung. Contohnya adalahclinker cooler dimana antara clinker yang panas dengan udara pendingin berkontak langsung. Contoh yang lain adalah cooling tower untumendinginkan air pendingin kondenser pada instalasi mesin pendinginsentral atau PLTU, dimana antara air hangat yang didinginkan oleh udarasekitar saling berkontak seperti layaknya air mancur. Dengan demikiancirri khas dari penukar kalor seperti ini (kontak langsung) adalah bahwakedua zat yang dipertukarkan energinya saling berkontak secara langsung(bercampur) dan biasanya kapasitas energi yang dipertukarkan relatif kecil. Contoh-contoh lain adalah
desuper-heater 
tempat mencampur uap panas lanjut dengan air agar temperatur uap turun, pemanas air umpanketel uap (
boiler 
) dengan memanfaatkan uap yang diekstraksi dari turbinuap. Alat yang terakhir ini sering disebut feed water heater.
b.
Tipe tidak kontak langsung ,
maksudnya antara kedua zat yangdipertukarkan energinya dipisahkan oleh permukaan bidang padatanseperti dinding pipa, pelat, dan lain sebagainya sehingga antara kedua zattidak tercampur. Dengan demikian mekanisme perpindahan panasdimulai dari zat yang lebih tinggi temperaturnya mula-mula mentransfer 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Era Nur Septi liked this
Rafi Ardiansyah liked this
DannyIndra liked this
Faiz de Porras liked this
Joe Arie liked this
Fredoardi Sukma liked this
Rina Kelmas liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->