Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
28Activity
×
P. 1
Revised Naskah Akademik Kurikulum Bahasa Inggris Smp

Revised Naskah Akademik Kurikulum Bahasa Inggris Smp

Ratings: (0)|Views: 12,701|Likes:
Published by Yuslie Republik

More info:

Published by: Yuslie Republik on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/07/2013

pdf

text

original

 
Pengembangan Kurikulum Berbasis KompetensiMata Pelajaran Bahasa InggrisBab I: Pendahuluan
Seiring dengan adanya kesadaran-kesadaran baru tentang apa yang diperlukanoleh bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi yang mengharuskan warga negaraini untuk berkomunikasi dengan warga dunia lainnya, dilakukanlah usaha untuk meninjaudan menata kembali kurikulum mata pelajaran di semua jenjang persekolahan diIndonesia. Disadari bahwa untuk menyiapkan sumber daya manusia yang dapat bertahandalam era global maka pendidikan, termasuk pendidikan bahasa Inggris, harus mampumemberi bekal yang memadai agar lulusan sekolah dapat berpartisipasi dalam berbagaikegiatan akademik, sosial, ekonomi dan sebagainya yang pada dasarnya merupakanrealisasi dari gaya hidup moderen. Kemampuan untuk mengambil bagian aktif dalamkehidupan ini dirumuskan dengan istilah kompetensi.Richards (2001:129) menyebutkan bahwa istilah kompetensi mengacu kepada perilaku yang dapat diamati yang diperlukan untuk menuntaskan kegiatan sehari-haridengan berhasil. Jika dilihat dari sudut pandang ini, maka hasil pembelajaran seharusnya juga dirumuskan sesuai dengan harapan pihak-pihak yang akan menggunakan lulusansekolah sehingga rumusannya berhubungan dengan pekerjaan yang akan dipilih siswa.Konsep ini ternyata juga diadopsi di negara-negara seperti Amerika dan Australia dalamkonteks pengajaran bahasa yang dikenal dengan
Competency-Based Language Teaching 
yang disingkat CBLT. CBLT didasarkan kepada model rancangan kurikulum yangmemperhatikan faktor efisiensi ekonomi dan sosial yang memberikan kemampuankepada siswanya untuk dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat (Richards2001:132)Perkembangan terkini yang terjadi di negara seperti Australia dan AmerikaSerikat menunjukkan pergerakan menuju pengembangan “standar”. Standar, atau yanglazim disebut
benchmark,
diterapkan untuk mengukur tingkat literasi (kewicaraan dankeaksaraan) siswa. Silabus bahasa Inggris sekolah dasar Australia, misalnya, secara jelas1
 
merumuskan standar literasi apa yang diharapkan dicapai siswa pada tiap akhir tahun pelajaran. Di Amerika Serikat, pengajaran bahasa kedua dan bahasa asing pun telahmemasuki era standar ini. Organisasi profesi pengajar bahasa Inggris TESOL, misalnya,telah mengembangkan standar-standar dalam bentuk kompetensi yang harus dicapaisiswa mulai taman kanak-kanak hingga kelas dua belas (Richards 2001:133). Tujuannyatak lain adalah untuk memberi kemampuan kepada lulusan agar dapat berpartisipasidalam dunia yang senantiasa berubah.Selain kesadaran-kesadaran baru yang dimotivasi oleh perubahan praktis dalamkehidupan sehari-hari, terjadi pula kesadaran-kesadaran baru pada tataran teoretis ataufilosofis yang membentuk paradigma baru dalam memaknai pengajaran bahasa.Pemaknaan baru yang antara lain disebabkan oleh hasil-hasil penelitian di bidanglinguistik terapan otomatis mempengaruhi kurikulum pengajaran bahasa. Ini adalah perubahan alami sebab pengembangan kurikulum berada dalam area linguistik terapan(Richards 2001:2). Kemajuan-kemajuan temuan di bidang ini tampaknya juga telahmempengaruhi kurikulum-kurikulum di negara maju seperti Amerika, Inggris, Australia,Singapura dan sebagainya. Perubahan yang cukup signifikan adalah diletakkannyawacana atau
discourse
dalam posisi sentral.Meskipun kesadaran akan pentingnya wacana dalam dunia pendidikan bahasatelah ada selama kurang lebih tiga puluh tahunan, namun baru belakangan ini analisiswacana memasuki jalur utama dalam pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Eropa dan Amerika (Kern 2000:18). Pergeseran paradigma pengajaran bahasa menuju ke pengajaran bahasa yang menyiapkan siswanya untuk memiliki kompetensi agar dapat berpartisipasi dalam masyarakat moderen ini disebutoleh Kern (2000:15) sebagai pendekatan literasi. Pendekatan ini menurut Kern:
-represents a style of teaching educator ought to consider if they wish to prepare learners for 
 
 full participation in societies that increasingly demand multilingual, multicultural and multitextual competence.
(Kern 2000:16)Berpartisipasi dalam komunikasi bahasa berarti berpartisipasi dalam penciptaanteks, baik lisan maupun tulis. Haliday dan Hasan (1976:1) mendefinisikan teks sebagai2
 
wacana, lisan maupun tulis, seberapapun panjangnya, yang membentuk satu kesatuanyang utuh. Hymes (1971:10) menyebut kemampuan berkomunikasi, yang berartimenciptakan wacana, sebagai
communicative competence
. Dengan demikian, kurikulumyang mengklaim sebagai berbasis kompetensi perlu mendefinisikan secara jelas apa yangdidimaksud dengan communicative competence.Ketegasan mengenai kompetensi apa yang perlu dikembangkan dan bagaimanamendefinisikan kompetensi inilah yang manandai perbedaan kurikulum ini dengankurikulum sebelumnya. Pembahasan mengenai konsep kompetensi yang mendasarikurikulum ini dapat ditemukan dalam Bab II. Sejauh ini dapat dikatakan bahwakurikulum 2004 ini berbeda dengan kurikulum pendahulunya dalam dua hal yangmendasar. Pertama, Kurikulum ini didasarkan kepada rumusan kompetensi komunikatif yang didefinisikan sebagai kompetensi wacana dan, kedua, untuk mencapai kompetensiwacana tersebut digunakan pendekatan (pendidikan) literasi.
Bab II: Landasan PengembanganA.Yuridis (UU, PP, Kep Men)
Kurikulum ini diubah dan dikembangkan menurut ....................................
B.Empiris
 Dalam Bab I di atas telah diuraikan pentingnya meninjau dan menatakembali kurikulum sekolah, tak terkecuali kurikulum bahasa Inggris, seiringdengan adanya kesadaran-kesadaran baru pada tataran praktis dan teoretis. Padatataran praktis disadari bahwa kinerja bahasa Inggris siswa Indonesia padaumumnya belum mampu menjawab tantangan komunikasi global, sedangkan pada tataran teoretis pendidikan bahasa perlu memiliki fokus yang jelas mengenaikompetensi apa yang hendak dikembangkan jika siswa ditargetkan untuk dapat berkomunikasi dalam dunia moderen.Untuk mencapai target tersebut, kurikulum ini menetapkan terget literasi yangdapat digunakan sebagai
benchmark 
sebagaimana yang diusulkan Wells (1987).Menurut Wells, terdapat empat tingkat literasi:
 performative, functional,informational 
, dan
epistemic.
Pada tingkat
 performative
, orang mampu membaca3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lilik Yuliyanti liked this
Laela Cahsemud liked this
Neneng Endarwati liked this
Neneng Endarwati liked this
Amrita Titaranti liked this
Tirto Saputro liked this
Aridewi Ningsih liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->