Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Renstra diknas 2012 Bab 5

Renstra diknas 2012 Bab 5

Ratings: (0)|Views: 306 |Likes:
Published by SHerianto

More info:

Published by: SHerianto on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
 
RENSTRA KEMENDIKNAS 2010 - 2014 51
BAB VPROGRAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONALTAHUN 2010--2014
5.1
 
Restrukturisasi Program dan Kegiatan KementerianPendidikan Nasional
 
Kementerian Pendidikan Nasional dipilih menjadi salah satu dari enamkementerian/lembaga yang menjadi proyek percontohan untuk melakukan reformasiperencanaan dan penganggaran. Ketentuan tersebut tertuang dalam Nota Keuangan2009 (Lampiran Pidato Presiden Agustus 2008) dan diperkuat dengan Surat DeputiBidang Pendanaan Pembangunan Bappenas No: 0298/D.8/01/2009, tanggal 19 Ja-nuari 2009. Arsitektur restrukturisasi program dan kegiatan tersebut disajikan padaGambar 5.1. Adapun landasan hukum dari restrukturisasi perencanaan dan peng-anggaran ini adalah UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Sehubungandengan hal tersebut, penyusunan Renstra 2010--2014 menjadi keharusan bagisetiap kementerian/ lembaga. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan jaminankeberlanjutan program sekaligus memudahkan pimpinan baru dalam menjalankantugas. Renstra juga merupakan persyaratan utama bagi upaya mewujudkanakuntabilitas dan transparansi serta peningkatan mutu
output 
dan
outcome 
dalampemanfaatan APBN. Renstra akan menjadi acuan
(guidance)
pelaksanaan programdan kegiatan bagi setiap pimpinan unit kerja agar dalam melaksanakan tugas danfungsinya semakin
accountable 
.Reformasi perencanaan dimaksudkan agar di dalam penyusunan Renstra tergambarsecara jelas keterkaitan antara program, indikator kinerja, dan masukan (
input 
) untuksetiap unit kerja. Reformasi perencanaan dan penganggaran dilakukan untuk lebihmemantapkan kembali penerapan penganggaran berbasis kinerja (
performance ba- sed budgeting 
) khususnya di Kementerian Pendidikan Nasional sejak diberlakukan-nya undang-undang tentang penganggaran dan keuangan. Dalam reformasi peren-canaan dan penganggaran ini setiap eselon I diharapkan menetapkan satu atau duaprogram, sedangkan eselon II dimungkinkan memiliki satu atau dua kegiatan sesuaidengan karakteristik tugas dan fungsinya. Program di setiap eselon I dan kegiatan diseluruh eselon II harus mencerminkan Program Prioritas Nasional (Gambar 5.1).
 
 
52
 
RENSTRA KEMENDIKNAS 2010 - 2014
STRUKTUR PERENCANAANKEBIJAKANSTRUKTUR MANAJEMENKINERJASTRUKTUR ANGGARANTRUKTUR ORGANISASI
FUNGSISUB-FUNGSIPRIORITASFOKUS PRIORITAS
IMPACT
(SASARAN POKOK)
ORGANISASIESELON 1AESELON 2PROGRAMKEGIATANJENIS BELANJAPROGRAMKEGIATANPRIORITAS
IMPACT
(MISI/SASARAN K/L)
OUTPUT
danINDIKATOR KINERJAKEGIATAN
OUTCOME
danINDIKATOR KINERJA
 
FOKUS PRIORITAS
OUTCOME
danINDIKATOR KINERJAPROGRAM
 
Gambar 5.1 Arsitektur Restrukturisasi Program dan Kegiatan
Melalui reformasi perencanaan dan penganggaran diharapkan diperoleh gambaranpembiayaan selama lima tahun mendatang. Pemerintah dapat menjamin penyediaananggaran selama lima tahun mendatang. Penyusunan Renstra juga memperhatikankemampuan fiskal untuk memenuhi amanat undang-undang bahwa Pemerintahharus menyediakan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN. Renstra 2010--2014 ini disusun dengan menggunakan berbagai asumsi pertumbuhan ekonomi,serta kombinasi pendekatan
bottom up 
dan
top down 
dengan keterlibatan seluruheselon I dan eselon II dari Kementerian Pendidikan Nasional dan KementerianAgama. Pendekatan
top down 
mengandung makna bahwa perencanaan inimemperhatikan pula ketersediaan anggaran sesuai dengan estimasi APBN. Dari sisipelaksanaan, pendekatan
bottom up 
dilakukan untuk memperoleh gambarankebutuhan pendanaan guna mewujudkan kondisi ideal.Dengan demikian, akan tampak kesenjangan antara pendanaan minimal 20% APBNdengan kondisi ideal. Tantangan pemerintah adalah bagaimana memperkecilkesenjangan dalam arti penyediaan anggaran menuju kondisi ideal. Setelahtersusunnya Renstra ini, setiap unit utama harus menerjemahkannya ke dalamrencana tahunan yang terukur.
5.2 Pembagian Kewenangan dan Tanggung Jawab PemerintahPusat, Provinsi, Kabupaten, dan Kota
 
Gerakan reformasi di Indonesia secara umum menuntut diterapkannya prinsipdemokrasi, otonomi, dan desentralisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional (UU
 
 
RENSTRA KEMENDIKNAS 2010 - 2014 53
Sisdiknas) merupakan respons terhadap tuntutan reformasi di bidang pendidikan.Sejalan dengan prinsip desentralisasi, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 danPeraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 mengatur penyelenggaraan danpengelolaan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah, pemerintah provinsi,dan pemerintah kabupaten/kota.UU Sisdiknas menetapkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional bertanggung jawabatas pengelolaan sistem pendidikan nasional. Pemerintah menentukan kebijakannasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional.Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnyasatu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkanmenjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Pemerintah daerah provinsimelakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan, pengembangan tenagakependidikan, dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerahkabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pemerintahkabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah, serta satuanpendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Perguruan tinggi menentukan kebijakandan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya.
5.3 Pengelompokan Program
Jika mengacu kepada strukturisasi program dan kegiatan tersebut, Kemendiknastelah menyusun program-program pembangunan pendidikan yang dihubungkandengan tujuan yang akan dicapai pada tahun 2014. Program-program tersebutdisusun berdasarkan jenjang pendidikan dan dukungan yang diperlukan untukkelancaran pelaksanaan program-program tersebut. Pengelompokan programtersebut adalah sebagai berikut.
KODE PROGRAM
P1 Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan DasarP2 Pendidikan MenengahP3 Pendidikan TinggiP4 Pendidikan Nonformal dan InformalP5 Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga KependidikanP6
 
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KemendiknasP7
 
Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur KemendiknasP8
 
Penelitian dan pengembangan Kemendiknas.
Uraian dari setiap program di atas, diberikan pada subbab di bawah ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->