Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
110Activity

Table Of Contents

PENDAHULUAN
1.1. Aspek Sektoral
1.2. Aspek Regional
Gambar 1.2 : Mobilitas Faktor-Faktor Ekonomi Dua Wilayah
1.5 Tujuan Pembangunan Regional di Indonesia
1.7. Keserasian Pembangunan antar Daerah
Tabel 1.1: Contoh Matrik Hubungan Proyek-Proyek Sektoral dan Daerah
1.8. Penggunaan Teori Ekonomi Mikro dan Makro
TEORI LOKASI PASAR (HARGA) SPASIAL
2.1 Teori Harga Spasial ( Spatial Price Theory)
2.1.1. Keseimbangan Harga Lokal dan Harga Spasial
Gambar 2.1 Keseimbangan Harga Lokal
2.1.2 Kasus 2 Wilayah
Gambar 2.2: Interaksi Ekonomi Kasus Dua Wilayah (R1 dan R2)
2.2. Pola-pola Sebaran Spasial Secara Umum
2.2.1. Pembeli Dengan Kurva Permintaan Sama Elastisitas Permintaannya Sama
2.2.2. Permintaan Pembeli Jauh Lebih Kecil tetapi Lebih Elastis
Gambar 2.5 Monopoli Spasial Kasus Dua Pasar A dan B
2.2.3. Batas-batas Monopoly Spasial
Gambar 2.6 Pengendalian Pasar Spasial Oleh Monopolis
2.2.4. Pengaturan Pasar Oleh Sebuah Industri
Gambar 2.7: Pengaturan Pasar Dengan Cara Membagi Pasar Per Perusahaan
(Hukum Luas Areal Pasar)
Gambar 2.8: Dua Penjual di Dua Wilayah Yang Bertetangga
Gambar 2.12: Kasus Demanders Tersebar dan Suppliers Terkonsentrasi
Gambar 2.13 Monopoli Spasial
Tersebar
Gambar 2.14 Kasus Supplier Tersebar dan Demander Terkonsentrasi
Gambar 2.15 Perbaikan Transportasi Menguntungkan Produsen Jauh
Sebuah Pusat Pasar Bersama (Kasus Pasar Transito)
Gambar 2.16 Demanders dan Supplier Tersebar Kasus Pasar Transito
Gambar 2.17 Persaingan Pasar Lokal dan Pasar Transito
Gambar 2.18 Demand dan Supply Pasar di Pasar Lokal dan Pasar Transito
Spasial)
Gambar 2.20 Persaingan Duopoli Secara Spasial
2.2.10. Alternatif Sistem Harga Spasial
2.2.11. Keragaman-keragaman Harga Spasial : A Testable Model
TEORI LOKASI INDUSTRI
3.1. Pendahuluan
3.2. Prinsip Lokasi Median
Tabel 3.1: Perhitungan Lokasi Median
3.4. Industri Dengan Satu Pasar dan Satu Bahan Baku
Gambar 3.3 Biaya Transpor Industri Dengan Satu Bahan Baku dan Satu Pasar
3.5. Struktur Biaya Transpor (Transport Cost Structure)
Gambar 3.4 Struktur Biaya Transpor Dengan dan Tanpa Biaya Terminal
Gambar 3.5 Struktur Biaya Transpor Berdasarkan Jarak Angkut dan Pilihan Moda
3.6. Lokasi Industri Titik-Titik Ujung (End Points Location)
Gambar 3.6 Lokasi Industri Titik-titik Ujung
3.7. Keunggulan Lokasi Transhitment
Gambar 3.7: Keunggulan Lokasi Transhipment
3.8. Lokasi Industri Kasus Satu Pasar dan Banyak Bahan Baku
Tabel 3.2: Standar Biaya Asembly dan Distribusi Industri Peti Baja
3.9. Lokasi Industri dengan Pasar Banyak dan Bahan Baku Banyak
Gambar 3.10: Isotims biaya perakitan yang dikombinasikan
Gambar 3.11 Peta Isodapanes (Penjumlahan Isotims Biaya Distribusi dan Perakitan)
EKONOMI PERKOTAAN
4.1. Pendahuluan
4.2. Sifat-sifat Wilayah Perkotaan
4.3. Proses Tumbuh dan Berkembangnya Sebuah Kota
4.4. Perkembangan Ekonomi Perkotaan
4.5. Aktivitas Masyarakat Kota Yang Multi Aspek
4.6. Berkembangnya Sebuah Kota
4.7. Masalah Kota di Indonesia
4.8. Perencanaan Penduduk Kota
4.9. Pertumbuhan dan Perencanaan Penduduk Kota di Indonesia
4.10. Aglomerasi
Gambar 4.1 Proses Aglomerasi Menurut John Friedman
4.11. Program Anti Konsentrasi dan Pengendalian Pertumbuhan Kota
4.12. Beberapa Model Observasi Lokasi Pemukiman Kota
4.12.1. Model Hawley
4.12.3. Model Becman
4.12.4. Model Wendt
4.12.6. Model Lowrey
4.12.7. Model Artle
4.13. Keterkaitan Wilayah
5.2. Minimalisasi Biaya Ruang
5.3 Lingkungan Kota
5.4 Perilaku Konsumen Secara Spatial dan Lokasi Perdagangan Eceran
5.3. Model Banneal Ide
5.4. Perkiraan Dampak Transportasi Pada Penggunaan Lahan
5.4.2. Teori Pertumbuhan Kota
5.4.3. Model-model Land Use
5.5. Beberapa Observasi Pada Model-Model Struktur Tata Ruang Kota
5.6. Model Operasional
5.7. Keseimbangan Lokal Sebuah Perushaan Yang Beroperasi Di Kota N
Gambar 5.1 Lokasi Optimal Perusahaan dalam Tata Ruang Kota
5.8. Pemanfaatan Lahan
5.8.1.Persaingan dalam Pemanfaatan Lahan
5.8.2. Permintaan terhadap Lahan
Gambar 5.2 Struktur Biaya-biaya TC, AC dan MC
Gambar 5.3 Hubungan antara Penerimaan dan Biaya dan Laba
Gambar 5.4 Kemiringan Kurva Sewa Lahan
Gambar 5.5 Kurva Sewa Bergelombang Pengaruh Pusat Yang Terstruktur
5.8.3. Teori Lokasi dan Pertumbuhan Kota
Gambar 5.6 Kurva Sewa Gelombang Nail Pada Lokasi-lokasi Pusat kegiatan
KERANGKA WILAYAH
6.1. Wilayah Sebagai Sebuah Konsep
6.1.1 Wilayah Homogen
6.1.2 Wilayah Modal (Wilayah Polarisasi)
6.1.3 Wilayah Perencanaan (Planning Region)
6.2. Akuntansi Wilayah (Regional Account)
6.2.1. Pendahuluan
6.2.2 Perhitungan Produk dan Pendapatan Regional
Tabel 6.1 Tabel Perhitungan Produksi dan Pendapatan Wilayah Richard Stone
6.2.3 Perhitungan Input-Output Wilayah
komoditas/sektor)
7.2.2. Analisis Location Quotient (LQ)
7.2.3. Analisis Concentration Indeks (CI)
7.2.4. Spesialisasi Indeks (SI)
7.2.5. Location Indeks (LI)
7.3 Analisis Shift and Share
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL
8.1 Pendahuluan
8.2 Perpektif Neo Klasik
Gambar 8.1: Edgeworth-Bowley Box Antar Wilayah Model Satu-Sektor
Gambar 8.3: Edgeworth-Bowley Box Antar Wilayah Untuk Model Dua Sektor
Gambar 8.4: Penyesuaian di Pasar Output pada Perluasan Wilayah
Gambar 8.5: Penyesuaian Pasar Output Wilayah yang Berkontraksi
Gambar 8.6: PPFC Antar Wilayah Dua Sektor
8.2.1 Hubungan Model Satu-Sektor dengan Model Dua-Sektor
Gambar 8.8: PPF dari Model Dua-Sektor Disesuaikan kepada Model Satu-Sektor
8.2.2. Akuntansi Pertumbuhan Wilayah dan Analisis Fungsi Produksi
8.2.3. Teknologi dan Pertumbuhan Endogenous Wilayah
Gambar 8.9: Penyebaran Teknologi Sepanjang Waktu
8.3 Pandangan Keynesian Tentang Pertumbuhan Wilayah
8.3.1 Pendekatan Neraca Pembayaran Untuk Pertumbuhan
Gambar 8.10: Tingkat Investasi Wilayah
Gambar 8.11 Ekspor Wilayah dan Investasi
8.3.2 Hukum Verdoorn dan Pertumbuhan Kumulatif
Gambar 8.12: Pertumbuhan Mantap (Steady-State) Wilayah
Gambar 8.13: Pertumbuhan Kumulatif Wilayah
Gambar 8.14 Pertumbuhan Regional Kumulatif
8.4 Fungsi Cobb-Douglas dan Akuntansi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
Tabel 8.1: Kontribusi Unsur-unsur Pertumbuhan PDB riil AS, 1948 ±1997
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN WILAYAH
9.1. Konsep Wilayah
9.2. Kebijakan Pembangunan Wilayah (Daerah)
9.2.1 Perdebatan tentang Kebijakan Perindustrian Nasional - Tindakan Khusus
9.2.2 Kebijakan Moneter dan Pajak
9.2.3 Kebijakan Sosial dan Kesejahteraan
9.2.4 Pekerjaan dan Kebijakan Pelatihan
9.2.6 Kebijakan Pembangunan Regional/Lokal
9.2.7 Kebijakan Nasional dan Pembangunan Ekonomi Regional
Tabel 9.1. Skema Pengelompokan Kebijakan
9.2.8 Tantangan-tantangan Baru dan Kesempatan Lokal
Tabel 9.2. Ikhtiar Pembangunan dengan Jenis Komunitas
ANALISIS KEBIJAKAN EKONOMI
PERKOTAAN DAN REGIONAL
10.1 Pendahuluan
10.2 Kebijakan Perkotaan
10.2.1 Kebijakan-kebijakan Zoning Perkotaan
10.2.2 Kebijakan Regenerasi Kota
Gambar 10.3: Lahan tempat Tinggal (Lokasi Perumahan) Kota
Gambar 10.5: Efek Kesejahteraan dari Skema Peremajaan Kota
10.2.3 Pengelompokan (Centrification)
10.2.4 Jalur Hijau (Greenbelts)
Gambar 10.6: Penggabungan antar kota (Inter Urban Merging)
Gambar 10.7 Efek-efek Harga Lahan dari sebuah Kebijakan Jalur Hijau
10.3 Kebijakan Regional
10.3.2 Efek-efek Kesejahteraan dari Kebijakan Regional
Gambar 10.9: Efek-efek Efisiensi Kesejahteraan dari Infrastruktur Regional
10.3.3 Efek-efek Ekonomi Makro dari Kebijakan Regional
Gambar 10.10 Efek-efek Ekonomi Makro Kebijakan Regional
10.4 Kesimpulan
Tentang APBD, Perubahan APBD dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
e Book Regional

e Book Regional

Ratings: (0)|Views: 8,973|Likes:

More info:

Published by: Mirza Ayunda Pratiwi Ales on Jun 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 5 to 20 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 25 to 30 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 35 to 72 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 77 to 109 are not shown in this preview.
You're Reading a Free Preview
Pages 114 to 200 are not shown in this preview.

Activity (110)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mustaqim Loga added this note
gmna caranya untuk mndownload buku ekonomi regional ini????
Herry Jb liked this
Cita Pasaribu liked this
Cita Pasaribu liked this
Madjid Suparman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->