Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hutan

hutan

Ratings: (0)|Views: 1,203|Likes:
Published by Sheshe Aziza

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: Sheshe Aziza on Jun 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/19/2013

pdf

text

original

 
 
1
6. KLASIFIKASI HUTAN
Klasifikasi hutan adalah pemilahan formasi vegetasi
1
dan tipe hutan
2
berdasarkan kriteria: suhu,kelembapan, ketinggian, dan tanah (Daniel, Helms, Baker, 1987). Satuan vegetasi terbesar disebut
formasi
 hutan, yang dibeda-bedakan berdasarkan perbedaan iklim, fisiognomi (penampilan) hutan, habitat
3
(letak tinggi dan tanah), dan tahap suksesi
4
(Soerianegara, Indrawan, 1976). Di dalam formasi hutan terdapat
asosiasi
, yaitu satuan vegetasi yang diberi nama menurut species pohon yang dominan.Formasi vegetasi lebih banyak dipengaruhi oleh suhu, jeluk hujan, dan pengaruh angin musim.Contoh gambar dibuat Kartawinata (1975) (Gambar 6.1.).Gambar 6.1. Pola penyebaran formasi vegetasi dunia atas pengaruh kelembapan dan suhu. Batas-batashanya kira-kira, di batas hutan dg gurun, iklim maritim dg kontinental, pengaruh tanah danpengaruh api dapat mendorong perubahan batas hutan, semak, dan padang rumput.(Kartawinata, 1975 dari Whittaker, 1970).
6.1. Klasifikasi berdasarkan lintang bumi
Berdasarkan lintang bumi, diperkirakan 22% luas lahan bumi tertutup hutan (tidak termasuk kutub).Terbagi 3 kelas hutan besar: (1) hutan tropika daun lebar (50%), (2) hutan temperit berdaun lebar (15%), (3)hutan temperit berdaun jarum (konifer) (35%) (Daniel, Helms, Baker, 1987).
(1) Hutan tropis daun lebar
Membentang dari hutan belantara lebat sampai ke hutan jarang dan savana tergantung hujan musim.Hutan hujan tropis merupakan bentuknya yang paling megah dan rapat (suhu selalu
5°C, curah hujan 1800-2000 mm/th, kelembaban udara selalu tinggi
80%). Hutan hujan tropis ditemukan di Amerika tropis(lembah Amazone dan Orinoco), Afrika tropis (Kongo), Asia tropis (Malesia: Burma, Thailand, Malaysia,Indonesia, Papua New Guinea).
Hutan tropis selalu lembab (sepanjang ekuator)
Struktur vertikal hutan hujan tropis dataran rendah dilukiskan Ruhiyat (1989) di PT ITCIKalimantan Timur (ketinggian 280 m dpl) sbb:
1
Formasi vegetasi = bentuk utama masyarakat tumbuhan misalnya hutan tropis, hutan monsoon, savana, padang rumput,dll.
2
Tipe hutan = pemilahan hutan berdasarkan penampilannya yang berbeda akibat perbedaan tapak, misalknya hutan rawa,hutan hujan, hutan mangrove, hutan pantai, dll.
3
Habitat = tempat hidup, paduan tanah, ik;lim, dan lingkungan biotis.
4
Suksesi = proses pembentukan masyarakat tumbuhan di atas lahan kosong menuju tahap klimaks.
0500100015002000250030003500400045005000
-
15
-
10
-
5 0 5 10 15 20 25 30Suhu tahunan (oC)
   P  r  e  s   i  p   i   t  a  s   i   t  a   h  u  n  a  n   (  m  m   /   t   h   )
Tropical rainforestTemperate rainforestTropical seasonalforestTemperate forestThorn forestThorn scrubSavannaDesertTaigaTundraWoodlandGrassland Arctic-alpin Cold temperate Warm temperate Sub tropik Tropik
 
 
2Gambar 6.2. Sebaran global hutan di benua barat (Daniel, Helms, Baker, 1987).Gambar 6.3. Sebaran hutan global pada benua timur (Daniel, Helms, Baker, 1987).
Tajuk tegakan berlapis. Tinggi pohon-pohon dominanberkisar antara 40-55 meter, yang keseluruhannya dipte-rokarpa. Tajuk pohon-pohon ini tidak membentuk atapyang rapat, melainkan terpisah-pisah. Peringkat tajuk dibawahnya, dengan ketinggian 25-35 meter, bertaut lebihrapat. Penyusun utamanya suku Dipterocarpaceae danLauraceae. Lapisan di bawahnya lagi, yang relatif sambung-menyambung berada pada ketinggian 14-23meter, dengan penghuni utamanya dari suku Euphor-biaceae, Lauraceae, dan Myrtaceae. Apa yang berada dibawah susunan tajuk ini, karena keanekaannya sulitdisebut satu stratum. Ruang dengan tinggi 2-3 meter diatas tanah, lengang. Palma jarang terdapat. Banyak pohonberbanir 2-3 meter. Disamping dipterokarpa, di sini terdapat banyak Ulin dan Merbau (Eusideroxylon dan Intsia).
UKURAN POHON DI HUTAN ALAM KALIMANTANSebatang pohon kapur 
(Dryobalanops beccarii)
tua rebahditerpa angin di hutan klimaks PT Sumalindo, KabupatenBerau, Propinsi Kalimantan Timur pada bulan Mei 1995.Karena ada perambat yang menggubat tajuknya, maka terikutrebah pula dua batang pohon lainnya yang berdekatan. Karenatelah rebah, ukuran ketiga pohon itu telah dapat dukur telitisbb: jenis diameter tinggi bbc tinggi total- kapur 127 cm 39 m 55 m- hara 81 cm 39 m 62 m- pose 48 cm 21 m 34 mItulah ukuran pohon di Kalimantan, hasil pengukuran, danbukan dikira-kira (Sutisna, 04-06-1994)
 
 
3Gambar 6.4. Diagram profil plot panjang 60 m (lebar 10 m?) hutan hujan tropis di Nigeria Selatanmelukiskan semua pohon dengan tinggi lebih dari 4,6 m. Ada 14 jenis pohon dalam transek ini (Daniel, Helms, Baker, 1987).Pada lantai hutan biasanya terdapat resam, palem kecil atau kosong. Pada pohon besar terdapatsedikit saja jenis kayu komersial akibat dari terdapat banyak jenis. Epifit banyak terdapat bilamana dibawahnya berair, atau cekungan.Pada pegunungan terdapat
hutan hujan pegunungan
, yang akibat lebih tipisnya tanah hutan menjadilebih jarang. Pada pegunungan tinggi terdapat
hutan berawan
, air menetes, berlumut, pohon-pohon bengkok,banyak epifit.Di hutan tropis selalu lembab dataran rendah terdapat variasi tipe hutan yang terbentuk olehperbedaan edafik (tapak): basah, kering, asin, basa, asam, dll.
Hutan tropis monsoon (hutan musim)
Ada musim kemarau panjang. Gugur daun pada musim kemarau. Pohon dewasa terbesar tidak begitu tinggi ± 30 m. Tajuk lebih lebar, penuh, batang lebih pendek, kekar. Suhu
5°C, curah hujan 1000-4000 mm/th tetapi dengan musim kemarau yang jelas antara 3-8 bulan dalam tahun.Bila iklim semakin kering, semakin banyak jenis pohon gugur daun, sampai akhirnya terbentuk hutan berduri dengan pohon-pohon kecil dari suku Leguminosae (contoh di Afrika dan India). Semakinkering lagi terbentuk savanna yang berbentuk transisi antara hutan berduri dan padang rumput.Hutan musim merupakan sumber utama kayu tropis yang bernilai tinggi, contohnya hutan jati yangtelah sangat lama dibudidayakan di India, Burma, dan Indonesia.Di hutan musim, permudaan (bibit pohon) mudah diperoleh sesudah tebangan, tetapi bercampuraduk jenis berkayu lainnya. Lebih mudah membersihkannya dan menanaminya kembali dengan jenistanaman pokok yang diinginkan.Hutan hujan tropis dan hutan musim membentuk setengah luas hutan dunia, eksploitasinyamenyebabkan pembentukan landasan silvikulturnya, persoalan utama adalah api, pembebasan pohon mudadari gulma, persoalan kesuburan tanah, dan perambahan hutan oleh masyarakat tanpa kendali efektif.Khusus tentang penyebaran hutan tropis, Lamprecht (1986) memberikan rincian lebih baik dalamtabel iklim tropis (Tabel 6.1).Tabel 6.1. Pembagian formasi hutan menurut suhu dan presipitasi (Lamprecht, 1986).
Iklim hangat – suhu rataan tahunanoCPresipitasi28-22
°°°°
Ctropis panas0-800 m dpl22-14
°°°°
Ctropis sedang800-2100 m dpl14-10
°°°°
Ctropis sejuk2100-3200 m dpl
Presipitasi lk merata se-panjang tahunP > 50 (T+14) mm
Hutan selalu hijaudataran rendah (HTMERANTI)
Hutan pegununganselalu hijauHutan pegununganlembab / berawanselalu hijau

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sinta Ajah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->