Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gamelan

Gamelan

Ratings: (0)|Views: 635 |Likes:
Published by Occhi A Casper

More info:

Published by: Occhi A Casper on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENJELASAN UMUM STANDAR KOMPETENSI1.
 
Rasional
A.
 
Sekilas Mengenai GamelanIstilah Gamelan menunjuk kepada seperangkat instrumen, struktur musikal atau bentuk,sedangkan istilah karawitan menunjuk kepada seni sastra dan komposisi musik gamelanserta menunjuk keahlian atau ketrampilan seseorang dalam memainkan gamelan. Sejarahgamelan dapat dirunut sejak dari munculnya budaya perunggu yang muncul pada sekitarpertengahan milenium kedua sebelum masehi dan dihubungkan dengan tahap-tahapbudaya Dong Dau dan Go Mun yang berada di wilayah Dong Son, Vietnam Utara.Budaya perunggu menyebar ke Asia Tenggara dan pada zaman Majapahit telahdiketemukan instrumen gamelan perunggu dalam bentuk ansambel lengkap. Dengandemikian dapat ditarik kesimpulan bahwa teknologi pembuatan gamelan sudah mencapaitahap kemajuan pada zaman Majapahit pada Abad XIII.Dalam perkembangannya gamelan telah menjadi perangkat orkestra yang lebih besar danlebih lengkap seperti sekarang ini. Sebuah gamelan orkestra lengkap di Jawa memilikisistem pelarasan (
tuning system
), Slendro dan Pelog, yang dapat dibedakan menurutkarakternya. Slendro terdiri dari 5 nada yang memiliki karakter merangsang,menggerakkan, penuh fantasi dan cemerlang. Pelog terdiri atas 7 nada yang memilikikarakter tenang dan menghanyutkan. Setiap modus atau sistem pelarasan tersebutmemiliki sistem nada atau modus lainnya yang disebut
 pathet 
. Terdapat 3
 pathet 
yangutama dalam tiap-tiap sistem pelarasan tersebut yaitu:
 pathet 
bem,
 pathet 
nem dan
 pathet 
 barang. Instrumen yang ada meliputi: pertama, instrumen yang sangat jarang dimainkantetapi yang secara struktural sangat penting seperti Kethuk, kemudian instrumenBalungan, instrumen gesek (Rebab), instrumen tiup (Suling) dan Kendhang.Instrumen gamelan dapat berfungsi artistik maupun ritual, tetapi jarang dipergunakandalam sebuah konser yang mandiri, melainkan lebih sering digunakan untuk mengiringitarian ataupun drama.Kebanyakan karya-karya seni karawitan yang dimainkan dengan berbagai ansambelgamelan biasanya bersifat tradisional dan anonimus. Karenanya, usia sebuah komposisikarawitan sangat sulit untuk ditentukan. Seringkali seorang Empu Karawitan menambahatau mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya yangtersendiri sangat lazim pada periode tertentu dan wilayah yang tertentu. Oleh karenanyasebuah komposisi karawitan dapat mengembangkan perbedaan-perbedaan dari sebuahwilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. Inilah yang menyebabkan munculnyagaya yang berbeda-beda. Dalam konteks gaya musikal karawitan yang hendak diuraikandalam SKN ini adalah Bidang Keahlian Karawitan Yogyakarta, Surakarta dan Jawa-Timuran (Surabayan).B.
 
Fungsi GamelanGamelan Ageng atau lengkap selalu disajikan dalam bentuk Uyon-uyon baik 
Soran
 maupun
 Lirihan
, selain itu berfungsi pula sebagai pengiring dalam pementasan wayangorang, wayang kulit, ketoprak, dagelan Mataram, tari-tarian Jawa dan lain-lainnya.
 
2Penyajian karawitan dapat dibedakan lagi menjadi beberapa nomor atau repertoar, antaralain:1.
 
Soran
, adalah penyajian gendhing-gendhing dengan volume tabuhan yang keras,semua instrumen ditabuh kecuali Gender, Gambang, Rebab, Suling dan Siter.Penyajian
Soran
dapat dimainkan dengan tempo Seseg, Tanggung dan Antal.2.
 
 Lirihan
, adalah penyajian gendhing-gendhing dengan volume tabuhan yang halusatau pelan, semua instrumen ditabuh meskipun yang diutamakan adalah tabuhNgarep seperti Gender, Gambang, Rebab, Calempung/Siter dan Suling denganmenggunakan variasi permainan tempo yang berbeda-beda. Bentuk penyajiankarawitan
 Lirihan
itu masih dapat di bedakan lagi berdasarkan instrumen yangdipergunakan, antara lain:
Gadon
,
 Nyamleng
,
Siteran
,
Genderan
dan lain-lain.Selain berfungsi untuk penyajian gendhing-gendhing dan mengiringi pementasan wayangorang, wayang kulit, ketoprak, dagelan Mataram, tari-tarian Jawa dan lain-lain, masih adabeberapa set gamelan yang berfungsi sebagai sarana upacara. Gamelan upacara tersebutadalah:1.
 
Gamelan Sekati, di Yogyakarta gamelan sekati bernama Kanjeng KyaiGunturmadu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga, dalam perayaan sekaten ditabuhmulai tanggal 5 Mulud petang hari sampai tanggal 12 Mulud di pagongan MasjidBesar. Selalu ditabuh untuk memperingati hari kelahiran dan wafat NabiMuhammad SAW, gamelan sekati ditabuh pula untuk menyambut tamu agung,Supitan/Tetesan putra/putri Sultan dan
Sakarsa Dalem
. Instrumen yang ada dalamgamelan sekati terdiri atas: 2 Gong Ageng, 1 Bedug, 1 Kempyang, 1 SaronDemung, 2 Saron Ricik, 2 Saron Peking, 1 Sampur dan 1 Bonang.2.
 
Gamelan Munggang, gamelan Munggang yang mempunyai tiga nada di KeratonYogyakarta bernama Kanjeng Kyai Guntur Laut, yang terdiri atas: 4
 Racakan
 berisi tiga buah Bonang (pencon) yang besar, 1 Kenong Japan, 2 Bende, 1 pasangLojeh, 1 Kendhang Gendhing, 1 Kendhang Penuntung dan 2 buah Gong.Gamelan Munggang ditabuh untuk menyambut penobatan Sultan, menyambut tamuagung,
supitan/tetesan
putra/putri Sultan,
maleman, mantu, rampog macan, garebegan
 dan lain-lain sakarsa Dalem.C.
 
Macam-Macam Instrumen GamelanSeperangkat Gamelan Ageng laras slendro dan pelog terdiri atas beberapa macaminstrumen yang setiap jenis satuannya disebut ricikan. Ditinjau dari bentuk, bahan dancara memainkannya seperangkat Gamelan Ageng tersebut dapat digolongkan menjadi jenis ricikan: bentuk tebokan, bentuk bilah, bentuk pencon, bentuk kawatan dan bentuk pipa.1.
 
Bentuk Tebokan (
Two-headed drums
).Ricikan gamelan yang menggunakan kulit atau selaput tipis yang direnggangkansebagai sumber bunyi adalah Kendhang. Ricikan Kendhang menurut bentuk danukurannya ada beberapa macam yaitu:
teteg
(bedug), Kendhang Ageng, KendhangBatangan, Kendhang Penuntung dan Kendhang Ketipung. Ricikan Kendhangtermasuk jenis instrumen bentuk 
tebokan
karena bidang yang ditabuh menyerupai
tebok 
 
(Slap).
 
 
32.
 
Bentuk Bilah (
Colotomic Instruments
).Ricikan gamelan yang berbentuk bilah yaitu: Saron Demung, Saron Ricik, SaronPeking, Gender Penembung/Slenthem, Gender Barung, Gender Penerus danGambang.3.
 
Bentuk Pencon (
Gong Chimes Instruments
)Ricikan gamelan yang berbentuk pencon yaitu: Bonang Panembung, BonangBarung, Bonang Penerus, Engkuk Emong, Kempyang, Kethuk, Kenong, Kempul,Gong Suwukan, Gong Kemodong dan Gong Ageng.4.
 
Bentuk Kawatan (
String Instruments
)Ricikan gamelan dengan
kawat 
yang ditegangkan sebagai sumber bunyinya yaitu:Rebab, Calempung, dan Siter.5.
 
Bentuk Pipa (
Wind Instruments
)Ricikan gamelan yang berbentuk pipa yang dibuat dari buluh (bambu) yaitusuling. Satuan udara yang berada di dalam ricikan Suling itu sebagai sumberbunyi. Ada dua buah Suling, satu untuk Laras Slendro berlubang 4, dan satu lagiuntuk Laras Pelog berlubang 6.Selain ricikan-ricikan gamelan tersebut di atas, terdapat ricikan yang digunakandalam sajian gendhing tertentu yaitu Kemanak dan Kecer. Ricikan kemanak dalam seperangkat Gamelan Ageng ada dua buah, bentuknya seperti buah pisang.Adapun ricikan Kecer berupa kepingan yang banyaknya 2 pasang, diletakkan diatas satu pangkon.D. Pengertian tentang gaya musikal (
musical style
)Gaya musikal adalah ciri khas atau karakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapakondisi:1.
 
Gaya lokal, yakni sifat-sifat lokal suatu daerah yang diakui memiliki sifat-sifatestetis dan ekspresif berbeda dengan daerah lainnya. Inilah yang belakangan ini,sehubungan dengan isu globalisasi, kemudian kita sebut sebagai entitas lokalgenius.2.
 
Gaya individual, adalah tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta gendhing-gendhing yang membedakannya dengan pencipta gendhing lainnya.3.
 
Gaya periodikal, adalah tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkangaya musikal tertentu, misalnya, gaya musik karawitan pada zaman abad ke XVIdan ke XVIII berbeda dalam teknik dan penggarapan komposisi. Contoh lebihekstrim gaya musikal abad 20 dan kontemporer.4.
 
Gaya musik kraton dan musik rakyat, adalah tipologi karakteristik yang menonjoldalam hal fungsi dan garapan estetik. Misalnya, karawitan untuk ritual di keraton,tentu berbeda dalam hal fungsi dan estetiknya dengan karawitan di dalammasyarakat pedesaan.5.
 
Gaya dalam bentuk musikal, adalah tipologi karakteristik yang dapat di bedakandari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya, bentuk ladrang danbentuk ketawang, dll
.
 E. Karawitan Yogyakarta (
Yogyakartan school
)Karawitan Yogyakarta memiliki
garap
(
musical style
) yang berbeda dengan yang lain,meski dengan tetangga terdekat, yakni Surakarta. Karena kedekatan jarak geografis ini,

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Okta Fiya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->