Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
73Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita

Ratings: (0)|Views: 6,697 |Likes:

More info:

Published by: ''DamiaŊ TФЯRmeŊ on Jun 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A.
 
Latar Belakang
Anak-anak merupakan salah satu golongan penduduk yang berada dalam situasirentan, dalam kehidupannya di tengah masyarakat. Kehidupan anak dipandang rentan karenamemiliki ketergantungan tinggi terhadap orang tua. Jika orang tua lalai menjalankantanggung jawabnya, maka anak akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satumasalah kesehatan yang sering terjadi pada anak adalah diare. Diare adalah penyakit yangditandai dengan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari)yang disertai perubahan bentuk dan kosistensi tinja dari penderita (Depkes RI, 2002).Penyakit diare perlu mendapatkan perhatian khusus karena di samping angkakesakitannya yang masih tinggi, penyakit ini juga dapat menimbulkan wabah yang akhirnyamenimbulkan kejadian luar biasa (KLB)
 
serta penyakit ini juga dapat menyebabkan kematianapabila tidak ditangani secara serius. Untuk itu sangat diperlukan sistem kewaspadaan diri(SKD) yang baik (Dinkes Provinsi Bengkulu, 2002).Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun,sedangkan di Indonesia menurut Surkesnas tahun 2001, diare merupakan salah satu penyebabkematian kedua terbesar pada balita, dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur (Amirudin, 2007).Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia tahun 2001, diaremenempati urutan ketiga penyebab kematian bayi. Diare merupakan penyakit denganfrekuensi KLB
 
kelima terbanyak setelah DBD, Campak, Tetanus Neonaturum dan keracunanmakanan. (Depkes RI, 2004).
 
Pada tahun 2006 diare menduduki urutan ke-2 pada 10 penyakit terbanyak di ProvinsiBengkulu dengan jumlah balita penderita diare 31.233 kasus, sedangkan untuk KotaBengkulu memiliki kejadian paling banyak diantara kabupaten lain yaitu 7.125 kasus pada balita. Puskesmas Sukamerindu merupakan Puskesmas yang memiliki jumlah penderita diare balita terbanyak dibandingkan Puskesmas lainnya di wilayah Kota Bengkulu dengan jumlah penderita diare pada balita 1,498 kasus. (Profil Dinkes Kota, 2006). Pada tahun 2008, jumlah penderita diare pada balita di Kota Bengkulu mencapai 4430 kasus dan jumlah kasus tertinggimasih di Puskesmas Sukamerindu, adalah 876 kasus. (Dinkes Kota, 2008).Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan 6 besar yaitukarena infeksi, malabsorbsi, alergi, keracunan, immuno defisiensi, dan penyebab lain.Adapun penyebab-penyebab tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnyakeadaan gizi, kebiasaan atau prilaku, sanitasi lingkungan, dan sebagainya (Amirudin, 2007).Penyakit diare merupakan suatu penyakit yang berbasis lingkungan. Ada 2 faktor yang dominan yaitu sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan prilaku manusia yang tidak sehat. Ada beberapa perilaku yangdapat meningkatkan resiko terjadinya diare yaitu tidak memberikan ASI secara penuh hinggaumur 4-6 bulan pertama dari kehidupan, menggunakan botol susu, menyimpan makananmasak pada suhu kamar, air minum tercemar pada bakteri tinja, tidak mencuci tangansesudah BAB, sebelum menjamah makanan (Depkes RI, 1998).Pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit diare berpengaruh pada perilaku ibu danmasalah kesehatan keluarga. Menurut Notoadmojo, tahun 1993 perilaku dibagi 3 domain, inidiukur dari pengetahuan (
knowledge
), sikap (
attitude
), dan praktek (
 practice
).Hasil studi awal yang dilakukan di Puskesmas Sukamerindu, ditemukan dari 10 orang balita yang terkena diare, ternyata 7 orang ibu yang memiliki balita yang menderita diaremenggunakan susu formula dengan menggunakan botol dan tidak mencuci tangan terlebihdahulu sebelum memberikan makanan pada balita. 3 orang ibu diantaranya yang memiliki
 
 balita mencuci tangan sebelum memberikan makanan dan memberikan ASI hingga umur lebih dari 6 bulan. Berdasarkan dari data tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ´Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibudengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu KotaBengkulu Tahun 2009´.
B.
 
Rumusan Masalah
 Dari data yang terurai di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah masihtingginya kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulutahun 2008. Dengan pertanyaan peneliti adalah ´Apakah ada Hubungan antara Pengetahuandan Sikap dengan Kejadian Diare pada Balita ´ ?.
C.
 
Tujuan
 1.
 
Tujuan umumTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan Sikap Ibudengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.2.
 
Tujuan khususa.
 
Untuk mengetahui frekuensi diare pada balita. b.
 
Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan ibu tentang diare di wilayah kerjaPuskesmas Sukamerindu.c.
 
Untuk mengetahui distribusi frekuensi sikap ibu tentang diare di wilayah kerja PuskesmasSukamerindu.d.
 
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu dengan kejadian diare di wilayah kerjaPuskesmas Sukamerindu.e.
 
Untuk mengetahui hubungan sikap Ibu dengan kejadian diare di wilayah kerja PuskesmasSukamerindu.

Activity (73)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Aji Sanadi liked this
yurinasari liked this
Doni Juliana liked this
Daan Jati Achmad liked this
Anugrah Haming liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->