Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
P. 1
Pendekatan Antropologi Dalam Studi Politik (Antropologi Politik)

Pendekatan Antropologi Dalam Studi Politik (Antropologi Politik)

Ratings: (0)|Views: 1,187 |Likes:
Published by Andi Muhammad Yusuf

revisi dari tulisan sebelumnya yang belum lengkap, yang masih merupakan hasil review dari buku Arthur Tuden

revisi dari tulisan sebelumnya yang belum lengkap, yang masih merupakan hasil review dari buku Arthur Tuden

More info:

Published by: Andi Muhammad Yusuf on Jun 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

 
PENCARIANASPEK POLITIKDALAM LINGKARAN KEBUDAYAAN
(Telaah Pendekatan Dalam Antropologi Politik)Oleh:Andi Yusuf 
1
Manusia sebagai mahluk sosial dalam kehidupannya senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lainnya dalam upaya mencapai aspek-aspek kebutuhan hidupnya. Secara mendasar kebutuhan manusia tidak hanya persoalanmakan, minum, biologis dan sebagainya. Lebih dari itu manusia menciptakandirinya sendiri dalam mengakomodasi kebutuhannya atas bentuk lain yangmemberikannya pengakuan eksistensi diri, status sebagai anggota masyarakat,posisi yang menguntungkan dalam ranah-ranah sosial bahkan sampai bentuk- bentuk lainnya seperti penghargaan dari dan kepada orang lain dalam bentuk pujian.Kehidupan manusia di dalam bermasyarakat setidaknya dalam era modernini selalu berada dalam rangkaian pengaruh sistem politik dan bernegara. Sebagaisalah satu bentuk peran dan pemenuhan kebutuhan berorganisasi dan pembagiankekuasaan dalam pranata-pranata yang ada di dalam kehidupan masyarakat adalahpranata politik itu sendiri. Dalam konteks era saat ini, setidaknya setiap wargamasyarakat dalam bernegara selalu bersentuhan denganpolitik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secaralangsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik yang terjadi dalamrealitas sosial-budaya.Jika secara tidak langsung, hal ini memberikan gambaran bahwa individu atau kelompok tersebut sebatas mendengar informasi, atau berita- berita tentang peristiwa politik yang terjadi. Apabila secara langsung, berartiindividu atau kelompok tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu.
1
MahasiswapadaJurusan AntropologiFISIP UNHAS (2005)
 
 Almond dan Verba (1984)
2
menyatakan pendapatnya mengenai budayadalam kaitannya dengan politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas dari suatumasyarakat terhadap sistem politik. Budaya politik adalah salah aspek dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul dan mitos dalam suatupopulasi tertentu. Kesemuanya dikenal dan diakui sebagian besar masyarakat yangmemberikan rasionalisasi untuk menolak atau menerima nilai-nilai atau norma lain.Sehingga bisa dikatakan bahwa politik juga telah menelusuk kedunia agama,kegiatan ekonomi, sosial; kehidupan pribadi dan sosial secara luas dan memberikancorak suatu masyarakat dalam mengoperasionalisasikan caranya dalam menghadapisuatu masalah-masalah politik, semisal masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan,proses pembuatan kebijakan pemerintah, dinamika partai politik, perilaku aparatnegara serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah.Ilmu politik pada umumnya lebih menekankan perspektif politik pada salahsatu unsur yang adadariberbagai unsur-unsurdalam kebudayaan.Unsur-unsurtersebut dalam kenyataannya salingmempengaruhi antara satu dengan lainnyasecara terpisah,atau hanya sebagian saja dalam pranata masyarakatyang berimplikasipadapemahaman sempit terkait masalah perilaku politik.Masalah politik bahkan kemudian cenderung untuk dilihat terpisah sebagaiinduk dalam pemahaman realitas sosial seperti bagian dalam pranata politikyaknisistem pemerintahandan administrasi birokrasidalam masyarakat bernegara yang justrukemudian membiaskan suatu konsep dimana masyarakat dan individudikonsepsikan sebagai subjek yang memiliki orientasi pemahaman terhadapnegara sesuai dengan subjektifitas budayanya atau malahsepertinya tak bernegarasama sekali seperti dalam masyarakat tradisional. Dampak lainnya daripemahaman ini adalah justru melahirkan suatu kondisi dimana kelihatannya
2
Tulisan Gabriel Almond yang mengaitkan beberapa tingkah laku politik di 5 negara dengan aspek budaya lokaldinegara-negara tersebut, Op.cit, Hal. 146
 
suatu kelompok masyarakat dilihat tidak berperilaku politik tapi justrudikendalikan oleh suatu sistem yang bernama “politik”
3
.Pentingnya aspek politik dalam pengkajian suatu kebudayaan adalah bahwaaspek politikadalahbagian penting untuk dijadikan salah satu sudut pendekatan bagi studi kebudayaan mengingat keterkaitannya dengan aspek-aspek yangnampaknya tak memiliki relevansi dalam kacamata ilmu politik, seperti masalahsimbolisasi dan ritual keterkaitan unsur seperti pranta-pranata dalam korelasinyadengan konteks politik. Dalam banyak hal, suatu kebudayaan merupakan suatukeseluruhan yang utuh, terbentuk dari berbagai unsur dan aspek budaya yangsaling berhubungan serta saling mempengaruhi. Perubahan yang terjadi pada satuunsur atau aspek dapat berakibat pula terhadap unsur atau aspek lainnya.Demikian pula pemahaman terhadap salah satu unsur atau aspek tidak mungkindapat dicapai tanpa memahami unsur-unsur lainnya.Dibeberapa literatur, budaya selalu diperbicangkan sebagai bentuk yangdikonstruksikan dan merupakan arena relasi antara sebuah struktur dankesadaran subyektif individu, sehingga dengan asumsi ini berimplikasi padapemikiran tentang tema perubahan budaya yang menjadi agenda utama untuk mengkonstruksi budaya baru. Dalam studinya mengenai antropologi politik,Edmund Leach
4
memberikan gambaran bahwa setiap perubahan sosial dankultural merupakan pencarian kekuasaan. Baginya dalam melihat kekuasaan yang beroperasi bukanlah dilihat dalam suatu wilayah melainkan salah satu bentuk dankondisi dalam keterkaitan relasi diantara manusia. Oleh karenanya, caramamahami sepenuhnya dan menganalisis kompleksitas kekuasaan adalah denganmenemukan di mana dimensi-dimensi material, psikologis, dan sosial kekuasaan
3
Lihat George Balandier “Antropologi Politik” .1986.CV . Rajawali. Jakarta. Hal vi
4
Lihat McGlyyn & Arthur Tuden “Pendekatan Antropologi Pada Perilaku Politik”, Op.cit, Hal. 3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
bbweeld liked this
Arief Budiman liked this
Angga Arrozy added this note
trimakasih
Nea Kurnea liked this
Nea Kurnea liked this
Lestari Kurniati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->