memperoleh ASI protein dari sumber-sumber lain (susu, telur, keju, tahu dll) sangatlahdibutuhkan. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan nutrisi anak berperan penting terhadap terjadi kwashiorkhor, terutama pada masa peralihan ASI ke makanan pengganti ASI.2.Faktor sosialHidup di negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keadaan sosial dan politik tidak stabil, ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dansudah berlansung turun temurun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinyakwashiorkor.3.Faktor ekonomiKemiskinan keluarga / penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun tidak dapat mencukupi kebutuhan proteinnya.4.Faktor infeksi dan penyakit lainTelah lama diketahui bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. Infeksiderajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi. Dan sebaliknya MEP, walaupun dalamderajat ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi. Seperti gejalamalnutrisi protein disebabkan oleh gangguan penyerapan protein, misalnya yangdijumpai pada keadaan diare kronis, kehilangan protein secara tidak normal padaproteinuria (nefrosis), infeksi saluran pencernaan, serta kegagalan mensintesis protein akibat penyakit hati yang kronis
C.Epidemiologi
Kasus ini sering dijumpai di daerah miskin, persediaan makanan yang terbatas, dan tingkat pendidikan yang rendah. Penyakit ini menjadi masalah di negara-negara miskin dan berkembangdi Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Asia Selatan. Di negara maju sepeti AmerikaSerikat kwashiorkor merupakan kasus yang langka.
D.Patofisiologi
3