Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BeON_0705

BeON_0705

Ratings: (0)|Views: 46|Likes:

More info:

Published by: Irsani Indra Putra Noor on Jun 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2011

pdf

text

original

 
BeON
 
 wadah hasil karya amatir radio indonesia
http://buletin.orari.net
Buletin Elektronis ORARI News (BeON)
ini bisa terbit semata dengan didasari idealisme pararelawan yang mengelola Mailing List
ORARI News,
sekedar untuk ikut berperan serta dalam upayapembinaan dan pembelajaran demi memajukankegiatan serta kehidupan amatir radio diIndonesia.
 
Dalam bentuk utuh maupun bagian-bagiannya,BeON bebas untuk disalin, digandakan ataudisebarluaskan dalam bentuk
 soft
maupun
hard
 
copy 
, sepanjang tidak untuk diperjualbelikan demimendapatkan keuntungan pribadi.
 
Redaksi menerima tulisan atau foto yang berhubungan dengan dunia amatir radio, baikberupa karya asli, terjemahan atau saduran(dengan menyebutkan sumbernya secara jelas).Sila kirim ke alamat e-mail
buletin@orari.net,
seyogyanya dalam format RTF,DOC, WMF dan JPEG dengan ukuran tidak lebihdari 2 MB, terkompres dengan ZIP.
 
Redaksi berhak menyunting naskah tanpa mengu-rangi maknanya.
Tim Redaksi:
Arman Yusuf 
YBØKLI/1
Bambang Soetrisno
YBØKO/1
 Dhismas
YCØNHO
 
 
Terbitan akhir November 2007
 Edisi 05 tahun penerbitan ke-VII
 
Dari Redaksi
1 
 
The first HAM in space
1 
 
Kiat Sukses memenangi KontesInternasional—Bag. IV
1
 
Memahami parameter dasarAntena Dipole—Bag II
3
 
2x10 mtr Dual Band (80-40m)No-ATU
Fan
Dipole
4
 
EVENTS & HAPPENINGS
6
 
Silent Keys
6
 
Buletin elektronis
Dari Redaksi
 
Tak banyak yang bisa disampaikan,kecuali untuk kesekian kalinya kembali memohon maaf atas kelambatanterbitnya buletin ini, yang dari bulan kebulan trend-nya malah menjurus ke titik nadir.Di edisi ini kedua kontributor, masing-masing OM Pri YBØECT dengan artikelbersambung tentang Kiat Sukses untuk Memenangi Kontes, dan OM SulwanYB8EIP dengan bedah tehnik parameter  Antena Dipole — “bareng-bareng” sampai di penghujung tulisan mereka.Ini mengingatkan kita semua bahwapada saat ini meja Redaksi NYARISkehabisan stok naskah (!)Nah, demi kelangsungan hidup buletinkita ini, kami menghimbau rekans yang masih punya “stok” apa pun — yang  sekiranya layak diBeONkan — untuk  segera mengirimkannya kepada kami TIA, danSelamat membaca!!!
ORARI NewsORARI News 
Untuk mendapat BeON secara teratur, sila kirim email ke
orari-news-subscribe@yahoogroups.com
 
[hal. 2 ]
 
SURPRISE 
di …. [hal. 6]
[73]
 
Who was the firstHAMinspace?
Kalau jeli dalam mengikuti berita-berita tentang misi penjelajahan ruang angkasasepanjang 2-3 dekade belakangan ini,akan didapati bahwa hampir di setiapmisi “terselip” beberapa nama dengancallsign amatir radio di belakang nama tersebut, yang menandakan bahwa paraastronaut (atau kosmonot) tersebutadalah anggota radio amatir atau ham dinegara asal masing-masing.Contoh paling kini adalah misi ISS(International Space Station, Gambar 1),stasiun ruang angkasa yang diawaki se-cara bergantian oleh para astronaut dankosmonot dari berbagai negara: AS, Rus-sia, Perancis, Jerman, India, Argentina,Malaysia dan sebagainya.Di BeON edisi 0607 & 0608 yang lalubisa diikuti keterlibatan Sergei RV3DR,Lou W5DID, Frank KA3HDO dalam per-siapan dan pelaksanaan proyek SuitSat I(callsign RSØRS) yang dilakukan dari ISS,lalu di kelompok ARISS (Amateur Radioon the International Space Station) di- jumpai nama-nama seperti Michael Lo-pez Alegria KE5GTK, Mikhail TyurinRZ3FT, Sunita Williams KD5PLB (YL) ,
Christer Fuglesang SAØAFS, GastonBertels ON4WF
 
dan lain-lain, yang ten- tunya akan memerlukan beberapa kolomkalau semuanya harus di
list
di sini.
bam, ybØko/1
Gambar 1
: Stasiun Ruang Angkasa Interna-sional (ISS) dalam kurun waktu empat tahunbelakangan ini secara bergantian diawakioleh astronaut dan kosmonot yang dianta-ranya warga amatir radio yang berasal daribeberapa negara yang tergabung dalamARISS (lihat text)
Mengamati sederet nama (dan callsign) tersebut, barangkali akan terbersit per- tanyaan seperti yang jadi judul artikel ini:
Who was the first HAM in space?
Iya ‘laah, sudah sepantasnya sebagaiwarga komunitas radio amatir kita ikutmenapaktilasi perjalanan waktu, meno-leh ke belakang sambil bertanya: siapa-kah ham pemberani yang pertama ikutdalam misi penjelajahan ruang angkasa?
 
KIAT SUKSES MEMENANGI KONTES INTERNASIONALBag. IV (terakhir)
Pri, YBØECT/KB3LWWPengantar Redaksi:
Pada penerbitan yang lalu, kita sudahsampai pada tahap PASCA KONTES, dansudah sampai pada proses Pengumum-an Hasil Kontes.Di edisi ini kita lanjutkan dengan bagianke IV, yang sekaligus merupakan bagian terakhir dari serial ini.
[Red.]
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
III.9
Pengumuman hasil kontes
Hasil kontes dan pengumuman pe-menang biasanya diumumkan ataubisa dilihat di website Panitia, DX-bulletin atau majalah-majalah amatirradio.Berikut adalah contoh pengumumanpemenang kontes dari panitia penye-lenggara seperti bisa dilihat di:
http://www.cq-amateur-radio.com/ cqwwpastresults
 
yang merupakan hasil dari CQ WorldWide DX SSB Contest 2005.Untuk pemenang kontes yang me-wakili Indonesia “tampilan” pengu-muman tersebut bisa dilihat sepertipada copy printout di halaman beri-kut:
 
 
BeON
 
 wadah hasil karya amatir radio indonesia
2
hal. 1][hal. 5
 
Pemenang kontes Internasional yang berasal dari negara yang sama akanmendapatkan sekedar secarik kertasberupa
 Award winner 
, tapi ada jugayang mendapat plakat sumbangandari para donatur. Biasanya plakat tersebut diperuntukkan bagi merekayang memenangkan kategori“Continent Leader” atau “World Win-ner” (juara benua atau juara dunia).Sesuai dengan kode etik amatir ra-dio, Kontes-kontes Internasional se-macam ini tidak menyediakan hadiahuang atau materi lainnya, dengan.pertimbangan bahwa Amatir radioadalah seorang amatir, bukan profe-sional. Kontes merupakan kegiatanhobby, ajang latih diri dan bukan un-III.10
Evaluasi kinerja
 Selepas segala kesibukan yang ter-kait dengan keikut sertaan dalamsuatu kontes dan hasilnya sudahdiumumkan, lakukanlah evaluasisecara menyeluruh. Hal ini bisa dila-kukan sendiri atau bersama-samaanggota Team lainnya kalau berpar- tisipasi dalam kontes sebagai sebuahTeam.Bandingkan segala upaya yang su-dah dilakukan dengan hasil yang didapat. Kalau hasilnya tidak me-muaskan, cari di mana kesalahanataupun kekurangan yang telah dila-kukan selama masa persiapan danpelaksanaan kontes. Simpan hasilevaluasi ini sebagai sebuah catatanyang dari waktu ke waktu akanmengingatkan agar tidak terulang lagi pada keikut sertaan di kontes-kontes lainnya.Hal yang sama juga harus dilakukankalau hasilnya memuaskan, semataagar kita tidak terlalu cepat berpuasdiri sehingga terlena dalam euphoriakepuasan atau kemenangan terse-but, yang dapat membuat kita lengahdalam menghadapi kontes-kontesselanjutnya.
 Award CQ World Wide DX CW Contest 2002
 
Plakat JIDX CW Contest 2005
 
KIAT SUKSES …..
 
III.11
QSL-ing (QSL Management Service)
 Sekedar mengingatkan, bagi seorang amatir bertukar
QSL card
adalah me-rupakan
the ultimate courtesy 
(perilaku/adab utama) untuk meleng-kapi atau mengakhiri sebuah QSO.Kartu ini merupakan penegasan(konfirmasi) bahwa yang bersangkut-an telah melakukan komunikasi 2arah dengan stasiun amatir lain.Sesuai standar Internasional ukuran
 
QSL card adalah 14 cm X 9 cm. Di-samping data pribadi sipemilik, padakartu tersebut harus tercantum nama(kalau ada) dan callsign lawan QSO, tanggal, jam/UTC, band, mode, lapo-ran penerimaan (RST) serta data lainyang dianggap patut ditampilkan,misalnya tentang perangkat yang digunakan, power output, sistem an- tena dan sebagainya.Banyak DX-ers yang menggunakankartu QSL-nya sebagai ajang promosiuntuk lebih memperkenalkan negeriatau tempat dimana kegiatan DX-ing dilakukan, atau paling tidak untukmempromosikan lingkungan di seki- tarnya (kalau merupakan daerah kun- jungan wisata), kampus atau tempatkerjanya (dalam hal entiti atau insti- tusi tersebut banyak mendukung,menjadi sponsor atau donatur bagikegiatannya) dan hal-hal sejenis yang dapat mendukung peransertanyadalam menyebar luaskan informasi terkait secara global (misalnyakegiatan pariwisata, event tertentuseperti JOTA/IOTA, hal-hal yang te-matik seperti konservasi energi, pe-manasan global, penyelamatan ling-kungan, perdamaian dan sebagai-nya); walaupun ada pula amatir atauDX-ers yang dapat digolongkan seba-gai “minimalist”, yang hanya mencan- tumkan hal-hal yang esensiil sajapada kartu QSL-nya.
Contoh QSL card yang bisa menjadi mediapromosi wisata (lihat panorama yang me-latar belakangi) dan merk/brand peralatanyang dipakai (Kenwood, di sudut kananbawah).
 tuk mencari uang atau materi.Berikut adalah contoh bentuk Award“Country” winner dan plakat Conti-nent leader/World winner:
 
BeON
 
 wadah hasil karya amatir radio indonesia
3
[73]
 
Memahami parameter dasar 
ANTENA DIPOLE 1/2
 λ 
 
Sulwan Dase, YB8EIP 
Berbagai upaya dapat dilakukan untukmeningkatkan efisiensi total sistem ante-na, beberapa di antaranya adalah seba-gai berikut:
 
1. Diameter kawat tembaga diperbesaruntuk panjang yang tetap.2. Antara resistansi terminal antena danimpedansi karakteristik coaxial perludisesuaikan dengan menggunakanrangkaian penyesuai impedansi, ataudengan memotong kedua sisi antenasedikit demi sedikit sehingga diper-oleh impedansi yang bersesuaian.Harus dipahami juga bahwa penam-bahan rangkaian penyesuai impedan-si akan menyebabkan rugi-rugi sisipan(
insertion loss
) pada rangkaian, danhal ini dapat menurunkan efisiensi total pada sistem antena.3. Tembaga disepuh dengan bahankonduktor yang memiliki konduktivitasyang lebih besar dari tembaga, sepertiperak(
σ 
 
= 6.17 x 10
7
)Ada anggapan bahwa efisiensi antenaakan meningkat jika disepuh denganemas(
σ 
 
= 4.10 x 10
7
). Tentu sajaanggapan tersebut salah dan tidakberalasan sama sekali.
3
.
Gain Antena Dipole
 
1/2
 λ 
 
Penguatan (Gain) antena dipole
1/2
 λ 
 
di-nyatakan dengan rumus
 
G =
η
cd 
 D
[10],
di mana
 
D
= direktivitas antena dipole
 
1/2
 λ 
=
1.64 => 2.14
dB
Dari hasil perhitungan sebelumnya da-pat dihitung penguatan antena dipole
 
1/2
 λ 
 
di terminal antena adalah sebesar
= {73/(73+1.561)}*1.64
 1.6 => 2.056
dB
.
Gain antena di ujung saluran lebih ren-dah akibat rugi-rugi. Sebagai contoh:
 
a. Untuk coaxial 50 ohm, diperoleh gaindi ujung saluran sebesar
 a.
=
η
 D = (0.945)(1.64) =1.55 
=>
1.9
dB
 b. Untuk coaxial 75 ohm, diperoleh gaindi ujung saluran sebesar
 
=
η
 D = (0.9789)(1.64) =1.605 
=>
2,055 
dB
 
Dari hasil perhitungan terlihat bahwapenguatan (gain) antena di ujung salur-an sangat dipengaruhi oleh ketidak-sesuaian antara impedansi salurandengan antena.
 
4
.
Pola Radiasi dan Polarisasi
Pola radiasi antena dipole
 
1/2
 λ 
 
memilikibentuk seperti kue donat. Pola ini akanberubah yang disebabkan oleh pengaruhketinggian antena dari tanah, konduk- tivitas tanah dan lingkungan sekitarnya.
 
Polarisasi 
adalah pola medan listrikantena diukur terhadap bidang tanah.Antena dipole yang dibentang sejajarpermukaan tanah menghasilkan polari-sasi medan listrik horisontal, sedangkanantena dipole dengan posisi vertikalmemiliki polarisasi medan listrik vertikal(lihat Gambar 3 di bawah)Kedua polarisasi tersebut di atas dikate-gorikan sebagai polarisasi linier.Perbedaan polarisasi antara pemancardan penerima akan berdampak padarugi-rugi polarisasi yang diakibatkan olehperbedaan polarisasi medan antara duaantena yang saling berkomunikasi.Faktor rugi-rugi polarisasi (
PolarizationLoss Factor 
=PLF) dinyatakan dengan
 
Bagian Terakhir
 
Polarisasi medan listrik horisontalPolarisasi medan listrik vertikalGambar 3. Pola radiasi antena dipole
 
 λ 
 /2
 
 PLF 
=|cos
2
Ψ 
| (11)
 
Solusi untuk mengatasi hal ini adalahdengan menggunakan antena denganpolarisasi melingkar (
circular polariz-ation
), seperti antena cross-Yagi atauHelix.Pada band HF, medan listrik yang merambat di udara dapat mengalamiperubahan polarisasi (
depolarization
).Perubahan polarisasi medan ini terjadiketika gelombang dibelokkan olehlapisan ionosfer, yang dapat menyebab—kan terjadinya fluktuasi sinyal (
fading 
)yang diterima di antena — yang diling-kungan amatir dikenal sebagai
QSB.
 
Penutup
Sekali pun panjang fisik antena dipoledapat diperpendek dengan memberililitan (
loading 
) pada kedua sisi antena,namun patut dipertimbangkan bahwa hal tersebut akan berdampak pada menu-runnya efisensi antena. Namun demi-kian, upaya tersebut menjadi solusialternatif jika area di mana antena akandiletakkan memang terbatas.
 
de Sulwan Dase YB8EIP
Redaksi BeON, Pembaca dansegenap warga mailing listorari-news@yahoogroups.com
 
menyampaikan ucapan SELAMATatas terpilihnya
DR. H. SYAHRUL YASIN LIMPO SH, MH,DR. H. SYAHRUL YASIN LIMPO SH, MH,
YB8BAYB8BA
 
(Ketua ORARI Daerah Sulawesi Selatan)
 
sebagai
 
GUBERNUR/KDH Propinsi/DATI-1 SULAWESI SELATANmasa bakti 2007 – 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->