Buletin elektronis
ORARI - NEWS
nopember 2001 - nomor 6 - halaman 3
HAMFEST ORARI2001
Oleh: Han, YC2RKBersambung ke halaman 4
Hampir semua dari mereka sudah tidak ada yang pegang HT lagi – kini HP yang mereka bawa
, begitu komentar Wak Haji,si dukun antena, Bam, YBØKO/1. Fenomena itu benar-benar terasa pada Hamfest/Munas ORARI 2001, teknologi dimasyarakat kini sudah jauh lebih maju dan lebih populer dibandingteknologi umum yang sepertinya macet berkembang di duniaAmatir Radio. Keadaan kini sudah berbalik, tahun delapanpuluhan, teknologi HT Amatir Radio begitu digandrungi olehmasyarakat luas, bahkan sempat membengkakkan jumlahanggota ORARI hingga beratus kali lipat.Hamfest tanpa HT di Serpong, itulah yang penuliskunjungi jauh-jauh dari Yogyakarta, demi bisa berkumpul denganpara editor buletin elektronis ORARI-News yang memang belumpernah saling berjumpa. Berkereta api, turun pagi-pagi sekali diJatinegara, sesuai dengan janji yang telah kami buat lewat milisdengan OM Ferry, YB7UE, salah satu editor ORARI-News yangberkantor di Balikpapan. Apa cirinya? Saya harus mencari seoranggemuk berkacamata berambut ekor kuda!. Sempat terjadikesalahpahaman mengenai tempat penjemputan, tetapi untungterselesaikan dengan baik setelah saya menelepon Sang Nyonyayang ramah, YCØGKY, yang berjaga di Kelapa Gading.Setelah mandi dan dijamu makan pagi yang hangat dikediaman keluarga pasangan YB7UE dan YCØGKY, kamiberangkat dari Jatinegara menuju Tangerang. Naik tol kota lingkar utara, lalu ganti tol di Kebon Jeruk, keluar di Tangerang, belok kirilalu mengarah ke Serpong. Sampai lokasi, langsung cari standRadio Paket. Ternyata tempatnya sangat berisik, tepat di depanpanggung hiburan. Disambut pertama kali oleh YL Sutji, YCØKLE,koordinator penggemar radio paket DKI Jakarta, baru kemudiandikenalkan dengan OM Arman, YCØKLI. Di stand radio paket yangamat bising itulah untuk pertama kalinya ketiga editor majalahelektronis ORARI-News bisa bertatap muka, yah, untuk pertamakalinya setelah berhasil menerbitkan lima edisi.Hamfest tingkat nasional ini, karena diselenggarakanbersamaan dengan Munas, kelihatannya sepintas tak ada bedanyadengan berbagai hamfest yang pernah saya kunjungi di beberapatempat sebelumnya. Rangkaian kedai makan di mana pengunjungbisa mengudap, sejumlah penjual cinderamata, bahkan pakaianyang tanpa atribut ORARI atau amatir radio sama sekali, makananoleh-oleh, bahkan perlengkapan racing yang awalnya sayaasosiasikan sebagai penjual perlengkapan adu kuat sinyal radioseperti yang sering didiskusikan di milis orari-news. Dua pembuatantena dalam negeri yang amat tangguh muncul di
event
ini,YBØAI dan YBØCN, dan dari Jawa Timur muncul karya-karyaperangkat amatir radio bermerek TTE kreasi YB3DD.Tapi ada dua stand yang amat menarik perhatian saya,yang membedakan dengan beberapa Hamfest yang pernah sayakunjungi sebelumnya, yaitu munculnya stand pameran KelompokKeterangan gambar, dari kiri ke kanan: Han, YC2RK, Arman,YCØKLI, Ferry, YB7UE. (Foto: H. Abdulkadir Muchni, YFØAK).Minat
Digital Communication of Amateur Radio
(DICARI) dan
Homebrew Radio Club
. Apa pun namanya, mereka telah membuatsuatu terobosan yang sebelumnya seperti “diharamkan” - radioclub. Klub-klub radio yang bersifat lintas-lokal ini diharapkan bisamemberikan pembinaan dan latih-diri lebih terfokus pada suatuminat tertentu dan menjembatani kebutuhan informasi mau punsumber daya manusia yang mumpuni, tidak selalu tercukupi disuatu lokal.Kelompok Minat radio paket yang tergabung dalam KM-DICARI, dengan ujung tombaknya yang gigih, YL Sutji, YCØKLE,terus memperjuangkan program yang punya nama cantik, SISKA,Sistem Informasi Keanggotaan ––yang
pilot-project
nya dilakukandi ORARI Daerah DKI Jakarta—, kepada para petinggi ORARI,baik yang ada di arena Hamfest mau pun Munas. Menurutpembuatnya, OM Arman, YCØKLI, kalau sistem ini dijalankan olehORARI Lokal, Daerah atau Pusat, setiap pengurus ORARI bisamelihat berbagai laporan mengenai data anggota yang aktif, IARmenjelang kadaluwarsa, anggota yang sudah silent key, anggotapindah lokal dan sebagainya, dengan cara menggunakankomputer yang ada di rumah lewat radio paket, atau bahkan sepertiyang didemokan di Hamfest, para anggota dapat mengaksescallbook menggunakan fasilitas SMS lewat HP. Sekali lagi, iniMunas tanpa HT lho!Dalam stand radio paket inilah, Buletin ElektronisORARI-News ikut dipromosikan. Lima edisi yang telah terbitdibendel menjadi satu dan diperbanyak lebih dari seratuseksemplar. Fotokopian tersebut ternyata habis juga meski puntetap dikenakan pengganti biaya fotokopi secukupnya.Di stand HRC,
Homebrew Radio Club
, yang saya tidaksempat tanya siapa komandannya (kalau tidak salah, YCØFAA),saya sempat mengamati karya salah seorang rekan diskusi dimilis orari-news, OM Firson, YD1BIH, sebuah RF linear amplifier HF 1 kW berintikan 2 buah tabung elektronik. Linear sejenis, tapisolid-state, juga terlihat dipamerkan di situ. Sebenarnya masihbanyak lagi karya elektronika yang dipamerkan, namun karenasuasana begitu bising dan adanya sebuah sedan yang diparkir didalam stand, lebih banyak karya homebrew yang tidak bisateramati secara baik. Apalagi tidak adanya keterangan data danspesifikasi yang dipasang di setiap karya yang dipamerkan. Masihada lagi yang patut disayangkan, tidak tersedianya brosur yangmenceritakan apa dan siapa
Homebrew Radio Club
serta di manaalamat yang bisa dihubungi.